***
Ting!
Bunyi notifikasi dari ponsel terdengar . Segera semuanya melihat ponselnya masing-masing. Mereka terkejut ketika terpampang Video seorang gadis berseragam SMP yang sedang merundung teman sebayanya. Menampar dan menjambak rambut panjang gadis yang kesakitan itu.
Gadis bername-tag Binara Cahaya Rembulan itu menatap ponselnya gemetar. Wajahnya yang putih semakin putih pucat ketika melihat itu. Matanya seketika memerah.
Tidak-tidak, bagaimana bisa hal ini terjadi?
Kini seisi kantin menatapnya dengan tatapan ngeri. Kini bisikan-bisikan itu menusuk gendang telinganya. Binara melempar sendok di tangan sebelah kanannya. Ia memasukkan kembali ponselnya kedalam saku rok dan berlari menjauh dari kantin.
Matanya memanas, dadanya sesak ketika beberapa orang yang dilaluinya menatap jijik dan saling berbisik.
"Monster."
"Ah, wajahnya aja bidadari. Hatinya iblis."
"Gue udah nggak heran, dia 'kan emang rada emosian dan tempramen."
"Ihhh jijik banget gue sekelas sama pembully."
Inara menutup telinganya berlari sekencang mungkin. Tak sengaja ia tersandung tali sepatunya sendiri. Inara menggigit bibirnya menahan isakan.
Tidak-tidak, lututnya tak sakit, tapi hatinya. Sebisa mungkin Inara mencoba untuk berdiri dan menghapus air yang mengalir dari matanya.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
Adolescent Problem [ON GOING]
Teen FictionIni kisah si gadis gila -Binara Cahaya Rembulan- hidupnya terkesan sempurna. Parasnya yang cantik, otaknya yang pintar, dan keluarganya yang kaya raya. Namun, suatu hari terdapat videonya yang tersebar. Video bahwa dia adalah mantan seorang pembull...
![Adolescent Problem [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/260268564-64-k29829.jpg)