01 - Anne Lauretta Christiana

5 0 0
                                        

Anne Lauretta Christiana, itu nama lengkapku dan biasa orang-orang (jika mereka perduli) memanggilku Anne. Aku berumur 17 tahun. Kehidupan ku secara material sangatlah sempurna. Papaku punya beberapa perusahaan yang berada di pusat kota sedangkan Mama berpeofesi sebagai dokter spesialis jantung di pusat kota. Aku tinggal di bersama dengan orang tuaku. Sekalipun bertemu hanya pada saat sarapan dan makan malam saja karena memang prang tuaku sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.

Aku sendiri pun memiliki kehidupan ku. Aku sekolah di Senatta Internasional High School jurusan social. Pulang pergi aku selalu berangkat sendiri membawa mobil kadang aku juga diantar oleh papa kalau sempat.

Jika mendengar latar belakangku memang kelihatan aku hidup sangat bahagia sekali, namun faktanya tidak seperti itu.

Aku tidak memiliki banyak teman. Aku dikenal dengan orang yang memiliki sifat cuek nomor satu di sekolah. Aku tidak perduli aku mempunyai teman atau tidak karena aku berpikir jika aku memiliki teman yang terlalu banyak, mereka akan menyusahkan ku. Aku bahkan tidak perduli jika ada orang yang mencintai ku atau tidak. Dan terkadang aku merasa stres dengan kehidupan seperti ini terutama penyakitku yang sudah ada sejak lahir. Aku memiliki kelainan jantung yang menyebabkan aku tidak bisa terlalu lelah. Hingga mama selalu melarangku untuk mengikuti beberapa kegiatan di luar rumah. Sangat suram dan menyedihkan meski memiliki banyak harta hingga 7 turunan.

Ya, aku memang tidak mengatakan tidak punya teman sama sekali. Aku punya dan hanya dia satu-satunya yang selalu menemaniku. Dia juga merupakan teman semasa kecilku hingga saat ini. Helix Christopher Renada, Yap dia adalah satu-satunya teman semasa kecilku yang sampai sekarang tidak pernah mau jauh dariku bahkan 1 cm.

*tok tok tok*

"Anne breakfast are ready" saut mamaku

"I'm coming, mom" balasku
Ku rasa ceritaku berhenti dulu, nanti akan ku lanjutkan setelah pulang sekolah

*menutup buku*

"Morning Dad" sautku

"Morning sweetie, sleep well?" tanya papaku sambil membaca koran

"Hmm maybe" balasku yang sambil mengambil roti di atas meja

"Kalian berdua jangan lupa berdoa sebelum makan" kata mama ku

"Iya ma, Pa aku pimpin doa ya" jawabku

"Okay go ahead" sambil menutup koran dan melipat tangan dan kami bertiga pun berdoa.

"Tuhan Yesus terima kasih atas sarapan yang telah tersedia di meja ini, berkati makanan dan minum ini supaya menjadi berkat dan kekuatan bagi tubuh kami sepanjang menjalani aktivitas kami, ampuni dosa kami dan lindungi kami dimanapun kami berada, dalam namamu kami berdoa dan mengucap syukur, Amin"

"Amin" saut mama dan papa

*drrrrrttt drrrttt*
Handphone ku bergetar di tengah sarapan jangan-jangan....

"Hey Anne wanna go to school with me? You dont have to ride alone, I'll drive you okay?"

Sudah kuduga pasti dari Helix lagipula aku juga sudah telat dan bensin mobilku tersisa sedikit

"Okay be there at 6" Jawabku

"No worry, aku udah depan rumah hehe"

"What did you just say?"

"Aku ke rumah deh biar sekalian pamit"

"Fine" Jawabku dengan ketus
Aku pun langsung mematikan call singkat itu yang cukup mengejutkan ya walaupun sudah biasa.

"Morning Mr and Mrs Antony" Sapa helix ke kedua orang tuaku sambil mencium tangan mereka

"Ahhh morning helix, mau jemput Anne ya?" tanya mamaku

"Iya tante boleh kan tan,om?" tanya helix

"Sure hati-hati ya, oh lix ingetin Anne untuk jangan terlalu kecapean ya trus tante nitip Anne supaya ga—"

"Mom, I'll be fine, His with me okay? Aku boleh berangkat duluan ga? Ada project yang harus aku lakuin di sekolah bareng Helix" Aku langsung memotong omongan mama karena kalau tidak kami bisa telat

"Okay don't forget your medicine sweetie" Jawab papa ku

"I will dad thanks bye mom,dad" Sambil mencium pipi mereka berdua

"Take care" Jawab mereka berdua



Don't forget to follow and vote this story! Thanks for the support✨

Holong-me?Where stories live. Discover now