"Seandainya aku tidak seperti ini. Seandainya nasib bisa direncanakan dan ditentukan. Aku harap, aku bisa mengatur nasib"
~savira Andira~
✿✿✿
{JANGAN LUPA FOLLOW, VOTE, DAN KOMEN}
Gadis berseragam putih abu-abu sedang duduk dipinggir jalan layang. tertunduk mengamati lalu lalang kendaraan yg melintas di bawahnya.
"Arghh..."Teriak gadis itu frustasi.
Ia menarik napas dalam-dalam, lalu menghembuskan nya begitu saja. ia tidak tau apa yg harus ia lakukan seakan-akan pikirannya buntu. apa ia harus mengakhiri segalanya? apakah itu solusi yg paling tepat? dengan begitu pikirannya akan tenang, hatinya tidak akan hancur, dan tidak ada lagi orang yang akan membuatnya terpuruk seperti sekarang ini.
Kemudian ia bangkit dari duduknya, memandang jauh kedepan sana, tanpa disadari air matanya menetes begitu saja tanpa ia minta. ia memejamkan matanya yg lembab, lalu..
"Woyyy, mau ngapain lo disitu?"tegur seseorang.
Gadis itu hanya menoleh,tanpa merespon dengan kata-kata. ia kembali memandang lurus kedepan. "Lo ngapain disitu bego?" celetuknya gadis itu masih tidak memperdulikannya.
"Woyy, lo tuli atau gimana sih?ngapain berdiri disitu"geramnya.
"Diem lo brengsekk..!!!gak usah so peduli sama hidup gue"
Brengsekk?baru kali ini ada seorang wanita memanggilnya brengsek. bahkan, puluhan mantannya saja belum pernah ada yg berani ngucapkan kata itu dan dia wanita yg belum ia kenal berani sekali memanggilnya seperti itu.
"Yaudah kalau git... Brukk belum selesai dia berbicara wanita itu sudah tidak sadarkan diri. apa yg harus ia lakukan?apakah menolongnya?atau membiarkannya begitu saja?bagaimanapun malik masih mempunyai jiwa perikemanusiaan.
yah, cowo itu bernama MALIK PRAMASTYA. ia baru saja pulang dari basecamp. nongkrong seperti biasa bersama teman-temannya. waktu diperjalanan pulang tanpa disadari ia melihat seorang wanita berseragam putih abu-abu, dgn rambut yg agak sedikit acak-acakan, sedang menatap lurus kebawah jembatan.
Tanpa pikir panjang malik langsung menggendong wanita itu dan memasukannya kedalam mobil. untung saja dia tidak membawa motor kesayangannya.
Diperjalanan, ia masih memikirkan wanita itu bukanya suka atau bagaimana ia hanya penasaran kenapa wanita itu ingin mengakhiri hidupnya apakah dia mempunyai masalah besar sehingga tidak ada cara lain untuk menyelesaikannya.
"Kenapa sih gue mikirin si cewe bego itu, emang dia siapa gue" gumam malik.
Tanpa disadari mobil malik sudah sampai di depan apartemennya. malik memang tinggal di apartemen karena ia ingin belajar hidup mandiri dan melakukan segala hal tanpa adanya kekangan.
Lalu ia menggendong wanita itu dan mengetikan beberapa angka digit untuk membuka apartemennya. ia membaringkan wanita itu di kamar nya.
"Bi sumiii..."teriak malik
Bi sumi adalah asisten rumah tangga keluarga pramastya.ia bekerja di keluarga itu dari malik masih kecil.
"iya den, ada apa?"tanya bi sumi. Bi sumi sudah tidak asing lagi malik membawa seorang wanita tapi yang menjadi pertanyaannya kenapa wanita itu seperti tidak sadarkan diri.
"Bi, tolong cewe ini gantiin bajunya"pinta malik.
"Bajunya mana den?"tanya bi sumi.
"Baju bibi ajalah, soalnya aku gak punya baju cewe".
"Bibi gak punya baju bagus den"
"Gk ppa bi, terserah bibi mau pakein dia baju kaya gimna juga"ucap malik sambil melangkahkan kakinya menuju dapur.
~~~
AUTHOR
Hahaha...gk nyambung yaa..maklum baru belajar BTW ini cerita pertamaku🤣
JANGAN lupa divote kalau suka.
BẠN ĐANG ĐỌC
l'am Tired (Tahap Revisi)
Lãng mạn---- {JANGAN LUPA FOLLOW SEBELUM BACA} Bagaimana perasaanmu saat melihat orang yg kita cintai sedang bercumbu dengan wanita lain yang mana wanita itu adalah sahabatmu sendiri? -marah... -benci.... -sakit hati.... Itulah yg dirasakan oleh seorang...
