Episode 01: Introduction

6 0 0
                                        

Freya
November, 2015

Oke, hai. Perkenalan dulu kali ya. Gua Freya. Freya Pandhita. Anak kedua dari 3 bersaudara. Gue punya satu kakak perempuan dan satu adik perempuan. Di rumah, kita cuma tinggal ber tiga. Gue, nyokap, sama Kala, adek perempuan gue. Kakak gue kebetulan udah menikah dan tinggal di luar negeri, ikut suami nya. Dan bokap gue, dia tinggal di luar kota tepatnya di Semarang. Sama istri nya. Iya, nyokap sama bokap gue kebetulan udah bercerai pada saat gue umur 9 tahun. Mereka berpisah secara baik baik, dan kita pun masih sering berhubungan sama bokap. Walaupun terakhir ketemu sih sekitar 4 tahun yang lalu. Itu pun karena gue yang masuk rumah sakit karena ketabrak motor.

Semenjak kelas 3 SMP, nenek mulai sakit dan mau nggak mau nyokap biasanya gantian ngurus nenek. Nenek cuma punya 3 anak. Jadi, tante ,om dan nyokap gue memutuskan untuk merawat nenek secara gantian karena mereka sambil bekerja dan ngurus anak masing masing. Lagipula, om gue juga udah menyewa salah satu perawat untuk nemenin nenek.

Jadi dalam seminggu, jadwal nyokap gue itu hari Selasa dan Kamis pergi ke rumah nenek buat jagain nenek. Dia selalu pulang malem, padahal gue udah suruh nginep aja. Katanya sih masih nggak berani ninggalin gue berdua sama Kala. Tapi semenjak gue kelas 1 SMA, dia mulai percaya bahwa gue bisa jagain Kala dan ditinggal berdua doang dirumah.

Kakak gue yang pertama dia tinggal di luar negeri ,tepatnya di Edinburgh, ikut suaminya. Dia menikah setahun yang lalu. Kalo adik gue, Kala. Dia cuma beda 2 tahun sama gue. Jadi ya gue lebih deket sama dia daripada kakak perempuan gue.

Oke ,kembali ke gue. Gue tipe orang yang nggak terlalu bisa bergaul dengan orang lain. Selama 3 tahun di SMP, temen gue bahkan cuma 5. Kalo SD gue lupa, yang pasti nggak lebih dari 10.
Dan banyak yang bilang gue jutek hanya karena gue ga suka senyum. Ya masa gue harus senyum terus. Nggak ,kan? Jadi ya gitu. Banyak yang salah paham sama muka gue. Gue udah mencoba ramah, tapi ya namanya muka bawaan lahir. Nggak bisa diubah.

Dan bener aja kan, selama kurang lebih 4 bulan gue di SMA ,temen deket gue cuma satu. Ya gue anggap dia temen deket, ga tau kalo dia nya.

Namanya Geo, Geovanno Pradana. Kita ketemu pertama kali di ujung kantin. Waktu itu ceritanya lagi ospek. Panas banget, kita semua dijemur di lapangan. Gue yang udah nggak tahan panas, akhirnya kabur. Iya kabur, saat itu gue ada barisan paling belakang. Untungnya kakak kelas yang jagain barisan belakang lagi nggak ada. Gue pun langsung lari ke arah kantin. Dan nggak mungkin ketauan karena ada banyak siswa saat itu di lapangan. Setelah sampai di kantin gue langsung pesen satu es teh manis dan membawa nya ke meja di paling ujung. Gue nggak sendiri. Sebenarnya gue males duduk sama orang lain. Cuma demi nggak ketahuan, gue beraniin gabung sama orang nggak dikenal.

"Misi ,numpang duduk ya", yang diajak ngomong cuma diem. Bahkan ga nengok sama sekali. Gue yang ga tau respon apa, langsung aja duduk. Dan gue sengaja geser ke paling pojok biar agak ketutupan tembok.

Gue berdehem. "Lo kabur juga?"

Dia menengok dan ngangguk abis itu balik lagi baca buku.

Gue melihat cover depan buku nya. Eh, itu kan novel favorit gue.

"Karakter favorit lo siapa?", gue bertanya sambil menyeruput es teh manis gue.

Dia menutup buku nya. Menyebutkan salah satu karakter di novel itu. Gue yang mendengar itu langsung excited. Nggak lama kita malah ngobrol soal teori novel itu. Dan itu adalah kedua kali nya dia baca novel itu.

Pas lagi asik ngobrol ,kita langsung diem saat denger suara anak anak osis yang lagi menuju ke kantin. Karena saat itu kantin sepi, dan kayaknya ada sekitar 4 sampe 5 anak osis yang menuju kesini sambil ketawa tawa dan ngobrol ,makanya kedengeran sampe ujung kantin. Dan kenapa gue tau itu anak osis. Karena ga mungkin ada beberapa anak yang kabur ke kantin, padahal ini juga bukan jam istirahat.

Gue reflek langsung mengambil gelas es teh manis gue dan ngumpet di bawah meja. Kalo dari jauh posisi gue aman, kecuali kalo mereka nemuin gue di depan meja. Dan si cowok itu, dia malah bangun, dan jalan dengan santai nya.

"Heh ,kok ada disini?", kata salah satu anak osis.

Plis jangan ngomong tentang gue plis. Gue cuma berdoa dalem hati biar ga ketauan.

Tapi jawaban dia saat itu. "Saya nggak enak badan kak, makanya saya kesini mau beli obat", katanya.

"Bukannya bilang, kan bisa kita anter ke uks. Bukannya malah ke kantin"

Gue nggak tau gimana bisa anak osis sepercaya itu sama tu cowok.

"Yaudah sekarang kita anter ke uks", kata anak osis yang lain. Dan kayak nya mereka beneran pergi.

Gue memberanikan diri bangun buat ngecek. Dan ternyata bener ,mereka udah nggak ada. Gue langsung taruh gelas di meja dan keluar dari kantin diem diem. Abis itu gue sengaja pergi ke toilet biar ada alesan. Dan kegiatan kabur gue saat itu lancar.

Besoknya, gue nggak melihat dia lagi di barisan. Dan anehnya kita ketemu lagi di satu kelas yang sama. Saat itu gue lagi tiduran di meja sambil nungguin guru nya dateng. Tiba tiba seseorang menepuk pundak gue dari belakang. Gue menengok dan menemukan cowok itu.

"Eh? Lo kelas ini juga?", dia mengangguk.

"Kemarin kan cerita lo tentang teori novel ini belom selesai. Lo nggak mau lanjutin?", tanya nya.

"Oh iya, oke, jadi gini--" ,gue berlanjut cerita tentang teori yang kemarin belum selesai karena ada anak osis dateng. Ngantuk gue saat itu ilang karena cerita. Dan kita jadi akrab semenjak saat itu. Kemana mana gue selalu sama dia. Iya ga setiap hari sih. Gue cuma akrab sama temen sebangku gue, Renna. Cuma ga se akrab sama Geo.

So, sekian perkenalan nya. Karena nyokap udah bawel nyuruh gue masak nasi.

See you on the second episode.



Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 10, 2021 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

A Teenager Story Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang