Seorang gadis yang berkhayal menginginkan sebuah benda yang terbilang tidak murah, apalagi tak lain dan tak bukan sepatu kaca.
Setiap pulang sekolah gadis bernama Kerin ini selalu mengecek apakah masih ada sepatu kaca yang diidamkan sejak pandangan...
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Kerin berhenti di depan etalase sebuah toko sepatu. Matanya berbinar-binar menatap sebuah sepatu high heels putih yang cantik dipajang di sana. Hidungnya nyaris menempel di kaca etalase, saking terpesonanya dengan sepatu itu. Namun seketika matanya terbelalak kaget melihat harga yang tertera disana.
"Empat ratus sembilan puluh sembilan tibu rupiah?! Gila musti nabung berapa bulan tuh?!" pikir Kerin getir. Uang sakunya setiap hari hanya sepuluh ribu rupiah, itupun terkadang tidak cukup, bagaimana dia bisa menyisihkan sebagian untuk membeli high heels itu?
Kerin menggigit bibir bawahnya, berpikir. Kalau minta sama ibu, pasti enggak boleh. Ibunya sendiri juga sedang pusing memikirkan uang belanja yang semakin menipis. Kerin bukan termasuk orang kaya. Ayahnya hanya pegawai negeri biasa, walaupun mereka hidup tidak terlalu pas-pasan, Kerin bisa sekolah sampai SMA sekarang, tapi juga tidak terlalu mewah.
High heels seharga lima ratus ribu pasti berada dalam daftar keseribu sekian dalam anggaran belanja keluarganya. Terlebih kalaupun Kerin bisa membelinya, sepatu itu paling hanya akan mendekam di kotaknya saja, karena tentu saja dia juga tidak bisa menggunakannya ke sekolah, dan dia juga tak kerap pergi ke acara-acara formal yang membuatnya harus memakai sepatu macam itu.
Tapi sepatu itu begitu cantik, ukuran tiga puluh enam, sangat pas di kaki Kerin, begitu menggoda, seolah-olah memanggil Kerin untuk masuk dan menyusupkan kakinya disana. Merasakan hangatnya membungkus kaki Kerin.