Chapter 20

35.5K 1.2K 68
                                    

5 tahun yang lalu..

“Grace.. kupikir, hubungan kita sudah terlalu jauh.”

“Lantas?” Tanya Grace gugup.

“Aku.. aku tak ingin lagi bermain-main dengan hubungan ini. Aku ingin serius Grace. Jadi…. Menikahlah denganku.”

Grace membetulkan letak leher gaunnya nya. Ia gugup. Diteguknya sisa anggur di dalam gelasnya. Habis.. kini tak ada lagi hal yang dapat mengalihkan rasa gugupnya. Tenderloin steak yang ada di hadadapannya sepertinya terlalu sulit untuk dijadikan pengalihan. Tangannya gemetaran, ini sama saja ia akan memperlihatkan kegugupannya.

“Grace? Kau kenapa?”

Gelagapan Grace menjawab. “Oh aku.. aku.. aku tidak apa-apa Radit.” Ucapnya sambil berusaha tersenyum.

“Kau gugup?” tebak Radit.

“Ti.. tidak..”

“Ah.. Kentara sekali Grace. Hahaha.. Aku tau kau gugup.”

Grace hanya bisa nyengir. Di dalam pikirannya hanya ada tiga hal. Bahagia, gugup, dan sedih.

Bahagia karena pada akhirnya orang yang ia cintai berniat serius. Gugup karena ia harus memberitahu sesuatu yang sangat serius mengenai kekurangannya. Dan sedih.. Ia akan sedih jika Radit tak mau menerima kekurangannya. Tapi.. mau tak mau, ia harus siap mengungkapkan hal ini kepada Radit.

“Jadi.. Apa jawabanmu Grace?”

“Aku.. Aku tidak tau harus menjawab apa Radit.”

“Maksudmu?” Tanya Radit dengan alis bertaut.

“Kau mungkin harus mengetahui beberapa hal buruk tentangku.”

“Hahaha.. Tentang apa? Tentang betapa galaknya kau terhadap wanita-wanita yang dekat denganku? Dan kau begitu berusaha menjauhkan wanita-wanita itu dariku kan?”

Grace terkejut mendengar pertanyaan itu.

“Da.. ddar.. ddari mana kau tau?”

“Oh ayolah Grace.. mana ada wanita yang tinggal diam ketika dirinya diserang. Mereka pasti mengadu padaku.” Jawab Radit sambil terkekeh. “Tapi bagiku.. itu bukan masalah. Itu artinya kau benar-benar mencintaiku kan?”

“Hmm.. begitukah?” Tanya Grace. Kali ini ia menyeringai. Ia merasa bangga. “Well, aku tak hanya mencintaimu. Dengan berat hati aku juga harus mengakui sesuatu lagi. Aku mencintai uangmu.” Desisnya.

“Hahaha.. tak masalah Grace. Uangku, uangmu, uang kita.” Jawab Radit sumringah. “Jadi bagaimana?” Tanya Radit lagi.

Kali ini Grace kembali gugup. Keringat dingin mulai keluar dari pori-pori kulitnya. Wajahnya berubah pucat.

Lesbian Kissed a GayTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang