Hari ini Nara berencana buat ketemu sama Taeil, tanpa sepengetahuan Jaehyun.
Bukan maksud buat main belakang, tapi Nara cuma mau curhat setelah Jaehyun pulang ke rumahnya.
"Yaaaang, ambilin kemeja biru aku dong." Teriak Jaehyun dari dalam kamar.
Tanpa menjawab, Nara langsung mengambil dan memberikan kemeja biru yang Jaehyun maksud.
"Kamu pulang jam berapa nanti?"
"Sore atau malem mungkin, aku mau beresin kerjaan dulu. Kasian Yuta keteteran."
"Aku mau belanja nanti, takutnya kamu pulang masih siang aku gak ada di rumah." Kata Nara bohong.
"Yaudah kalo mau belanja gak apa-apa, nanti pulangnya aku jemput sekalian."
"Eeeh gak usah yang, aku pake taksi aja. Nanti aku mau minta Mbak Lana jemput anak-anak takut gak keburu."
Jaehyun cuma ngangguk setuju, tapi ngerasa sedikit aneh sama Nara karna biasanya di jemput dia mau-mau aja.
"Aku pergi dulu ya. Nanti kalo mau pergi belanja kabarin aku dulu, hati-hati jangan nakal." Kata Jaehyun sambil mengecup kening Nara sebelum pergi meninggalkan rumah.
"Iya sayang." Jawab Nara sambil tersenyum tipis.
Taeil
|Hari ini jadi ketemu kan?
Iya jadi, jam 11 ya|
Aku tunggu di coffee shop biasa|
|Ok
|See you.
Nara langsung bersiap-siap buat pergi, gak lupa titip pesan ke Mbak Lana buat jemput anak-anaknya.
"Mbak, saya pergi belanja dulu. Gak ada tambahan lagi kan belanjaannya?"
"Nanti tolong jemput anak-anak ya, takut saya pulangnya kesorean."
"Gak ada Bu, iya nanti saya jemput anak-anak."
"Saya pamit ya Mbak." Kata Nara yang berjalan keluar rumah.
Sampai di coffee shop tempat janjian, Nara melihat Taeil lebih dulu sudah ada disana. Ia melambaikan tangan menyapa Taeil.
"Udah lama nunggu?"
"Enggak kok, baru sepuluh menit yang lalu."
Nara cuma ngangguk, terus manggil pelayanan buat pesan makanannya.
"Gimana ceritanya Jaehyun pulang Ra?" Tanya Taeil membuka pembicaraan.
"Aku juga gak tau, pas aku bangun pagi-pagi dia udah di rumah aja."
Dengan panjang lebar Nara cerita semuanya setelah Jaehyun pulang ke rumah.
"Gimana ya, dia tetep gak mau nikah sama Yuna."
"Mau liat dia bahagia, ngerasa bersalah sama Yuna."
"Dulu Yuna lagi sayang-sayangnya sama Jaehyun terus ditinggalin."
Taeil cuma ngangguk-ngangguk dengerin curhatannya Nara.
"Kalo Jaehyun sama Yuna, kamu gimana?"
Nara diem gak bisa jawab pertanyaannya Taeil, karna dia sendiri juga bingung gimana nanti kalo Jaehyun beneran nikah sama Yuna.
"Mungkin sendiri, eh gak sama anak-anak hehe." Nara senyum canggung.
Tiba-tiba Taeil genggam tangan Nara dan bikin Nara terkejut.
"Aku siap jadi pengganti Jaehyun, kalo nanti kamu udah sendiri." Ucap Taeil.
"Apaan sih, lepas." Nara menarik tangannya dari genggaman Taeil.
"Kenapa kamu jadi bertingkah kaya gini?" Tanya Nara heran.
Karna sebelumnya Taeil tidak pernah menunjukkan sikap seperti ini, ia malah selalu membantu Nara untuk menyelesaikan masalahnya dengan Jaehyun. Ditambah lagi saat terkena musibah dulu, ia juga membantu Nara.
"Jujur aja Ra, dulu setelah kita jauh perasaan aku sama kamu jadi biasa aja. Tapi setelah kita sering ketemu, kamu bener-bener anggap aku ada perasaan itu muncul lagi."
"Aku gak peduli berapa lama harus nunggu kamu pisah sama Jaehyun, aku bakal tetep ada saat kamu butuh kaya gini."
"Dan jujur aja, setelah kamu berpikiran buat Jaehyun sama Yuna nikah itu satu-satunya kesempatan buat aku sama kamu." Jelas Taeil.
"Brengsek!" Ucap Nara spontan.
"Kamu seneng aku kesiksa kaya gini, iya?"
Nara mencoba menahan air matanya agar tidak menetes.
"Kalopun Jaehyun mau nikah sama Yuna bukan berarti juga aku mau sama kamu."
"Kan impas, dia bahagia sama Yuna dan kamu bahagia sama aku." Kata Taeil.
"Cukup ya kamu, setelah aku percayain semuanya sama kamu ternyata ada niat lain dibalik semuanya."
"Jangan pernah ganggu kehidupan aku lagi!" Kata Nara sambil menggebrak meja dan langsung meninggalkan Taeil di coffee shop tersebut.
Sepanjang perjalanan, Nara menangis. Ia tidak mengira jika Taeil akan seperti ini. Orang yang dia anggap tulus dan bisa diandalkan ternyata punya niat lain.
Jaehyun menunggu kabar dari Nara yang tak kunjung ada.
"Kemana sih, kok tumben gak ada pamitan." Batin Jaehyun.
Ia mencoba menelepon Nara dan beruntung handphone Nara aktif.
"Yang, kamu jadi pergi?"
Nara tidak menjawab pertanyaan Jaehyun, dia cuma diem karna gak mau Jaehyun tau tentang hal ini.
"Nara? Sayang?"
"Kok gak ada suaranya sih, cuma suara mobil-mobil doang." Batinnya.
"Sayang, kamu gak apa-apa kan? Jangan bikin aku khawatir nih." Kata Jaehyun.
"Enggak apa-apa kok yang, ini aku baru mau jalan. Maaf aku belum ngabarin udah ditelepon duluan sama kamu."
Ucap Nara dengan menahan suara tangisnya agar terdengar baik-baik aja.
"Yaudah kalo gak apa-apa. Hati-hati ya, nanti aku pulang agak larut beresin dulu kerjaan."
"Iya gak apa-apa, semangat ya. Love you."
Belum juga Jaehyun menjawab, Nara sudah menutup teleponnya sepihak.
Jaehyun tidak menaruh curiga dan langsung percaya begitu saja pada Nara, karna ia pikir Nara tidak akan menutupi apapun darinya.
Karna diawal Nara bilang mau belanja, ia mampir sebentar ke supermarket untuk membeli keperluan yang sebenarnya masih ada di rumah untuk menutupi kebohongannya.
Setelah selesai berbelanja ia langsung pulang ke rumahnya.
Saat masuk ke ruang tengah rumahnya, Nara melihat Raska tertidur sendirian di karpet tanpa ada Kyeona dan Mbak Lana.
"Kakak..." teriak Nara memanggil Kyeona.
"Kakak... Buna panggil kok gak kesini ya? Ini adeknya tidur gak ditemenin."
"Mbak Lana... ini adek dari tadi dibiarin tidur kaya gini?"
"Saya baru tau kalo adek tidur Bu, tadi saya liat dia masih main. Kalo kakak udah tidur duluan di kamar dari tadi pulang sekolah." Jelas Mbak Lana.
"Yaudah ini beresin belanjaan aja, biar saya yang gendong dia ke kamar."
Sambil menunggu kedua anaknya bangun dan Jaehyun pulang kerja, Nara memasak untuk makan malam dengan Mbak Lana.
"Tumben Bapak pulangnya malem Bu?" Tanya Mbak Lana.
"Katanya mau beresin kerjaan dulu. Dia kan sering bolos, kerja semau-maunya dia. Jadi kerjaannya gak beres-beres." Jawab Nara yang sambil terus fokus memasak.
Mbak Lana cuma senyum aja denger jawaban Nara, dia ngerasa nyaman kerja di rumah keluarga Jaehyun. Keluarga Jaehyun gak pernah rewel dan memperlakukan dirinya baik. Meskipun sebenernya dia pernah liat dengan mata kepala sendiri Jaehyun dan Nara bertengkar, tapi Mbak Lana gak pernah ambil pusing. Pikirnya rumah tangga pasti ada bumbu nano-nano.
"Yaaaaaaang." Teriak Jaehyun dari ruang tamu.
"Bentaaaaaaaaaaaar." Jawab Nara dan langsung berlari kecil menghampiri Jaehyun di ruang tamu.
"Kenapa hmm?" Sambut Nara lembut.
"Eh matanya sembab, kenapa?" Tanya Jaehyun yang menangkup wajah Nara.
"Apaan sih yang, enggak juga. Udah sini jasnya aku ambilin, mau makan sekarang kamu?"
Jaehyun cuma menggelengkan kepalanya, nunjukkin muka betenya. Karna Nara kaya nutupin sesuatu.
"Anak-anak mana?"
"Tidur di kamar." Jawab Nara sambil terus berjalan mengikuti Jaehyun masuk ke kamar anak-anaknya.
Jaehyun langsung membaringkan tubuhnya di ranjang Raska dan membiarkan Nara begitu saja.
"Jaehyun, jangan ngeselin dong ah." Kata Nara sambil membangunkan Jaehyun yang pura-pura tidur.
"Aku tau kamu gak tidur, baru juga nyampe masa udah tidur lagi."
"Tau ah nyebelin!" Nara beranjak dari ranjang Raska dan melempar jas Jaehyun yang tadi ia pegang ke sembarang tempat.
Karna kelupaan bilang sama Jaehyun, Nara balik lagi ke kamar anak-anaknya dengan sedikit gengsi.
"Aku lupa bilang sama kamu, kalo mau makan itu makanannya udah siap."
"Kalo mau mandi, minta siapin Mbak Lana aja air angetnya."
"Kalo mau tidur, tidur aja disini atau di sofa. Jangan masuk kamar, soalnya mau aku kunci kamarnya." Kata Nara panjang lebar dan itu langsung bikin Jaehyun bangun terus ngejar Nara ke kamarnya.
Jaehyun berusaha agar Nara mau membuka pintunya
"Buna, sayang buka dong pintunya." Rayunya.
"Gak! Tidur di sofa aja ya, biar malem ini aku leluasa tidur sendirian." Teriak Nara dari dalem kamar.
Nara balas dendam karna Jaehyun ngeselin tadi malah pura-pura tidur.
"Aku laper nih, makannya mau disuapin."
"Makan aja sendiri, manja banget Jung Jaehyun." Jawab Nara ketus.
"Yaudah kalo gitu, aku pergi dulu ya. Makan di luar aja, sekalian siapa tau ada cewek yang mau nemenin makan di cafe."
Usaha terakhir yang Jaehyun lakukan agar Nara mau membukakan pintu kamarnya.
Jaehyun menghitung mundur, menunggu apakah usahanya berhasil atau tidak.
"Jangan makan di luar! Gak kasian apa istrinya udah capek-capek masak." Kata Nara yang langsung membukakan pintu kamarnya.
"Yes! Aku menang. Udah yuk makan sama kamu kalo gitu." Jaehyun langsung narik Nara ke ruang makan.
"Makanya kamu tuh aku bilang, jangan sok kuat. Kaya yang iya mau tidur sendirian wooo." Ledek Jaehyun.
"Udah ngeselinnya?" Nara berdecak kesal.
"Iya udah, maaf sayang. Gak lagi-lagi ngeselinnya." Jawab Jaehyun dan mengecup puncak kepala Nara.