Go or Stay Here (CHANBAEK)

By Park__MiCha

31.8K 2.4K 184

Chanyeol merasa bahwa ia adalah orang paling brengsek di dunia. Ia di hadapkan oleh pilihan tersulit yang tak... More

Prolog
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
No Little

Chapter 3

1.9K 170 2
By Park__MiCha

Baekhyun sedang asik berjalan menyusuri koridor sekolah yang nampak ramai. Bibir tipisnya sesekali tersenyum kepada orang-orang yang di lewatinya. Walaupun bukan dari kalangan siswa populer tetapi Baekhyun cukup di sukai karena kepribadiannya yang ramah dan murah senyum.

Di tangan kanannya ia mengenggam sebuah payung berwarna biru langit. Ia berniat mengembalikan payung tersebut kepada pemiliknya. Langkahnya terhenti ketika ia telah berada di depan kelas Chanyeol. Ia melangkahkan kakinya memasuki ruangan tersebut namun mata sipitnya tak menemukan Chanyeol berada di sana. Ia hanya melihat Kyungsoo, Suho, dan Yifan yang asik tertawa. Baekhyun pun berjalan mendekati ketiganya.

"Permisi. Apa kalian melihat Chanyeol ?" Tanya Baekhyun kepada ketiga namja tersebut sedangkan mereka bertiga hanya menampilkan raut bingung.

"Oh Chanyeol sedang keluar. Ada apa ?" Jawab Yifan akhirnya.

"Ah a-ani. Aku hanya ingin mengembalikan payung ini. Tolong sampaikan ucapan terima kasih ku untuknya" Baekhyun pun menyerahkan payung tersebut kepada Yifan lalu setelahnya ia cepat-cepat pergi dari ruangan tersebut. Meninggalkan tiga orang di sana yang masih tenggelam dengan ekspresi bingungnya.

"Payung ini milik Chanyeol ?" Tanya Suho.

"Kenapa ada pada si namja culun itu ?" Tanya Yifan.

"Atau jangan-jangan Chanyeol memberikan payungnya ?" Tambah Kyungsoo.

Mereka saling berpandangan satu sama lain hingga seseorang datang ke kelas tersebut dengan sebuah cemilan di tangan kirinya. Sontak ketiga namja tersebut menolehkan kepalanya ke arah orang tersebut dengan tatapan yang sulit di artikan.

"Ada apa ?" Tanya Chanyeol yang risih di lihat seperti itu oleh ketiga temannya. Ia menjatuhkan bokongnya di sebuah kursi di samping Kyungsoo.

Tak kunjung mendapat jawaban membuat Chanyeol geram kepada ketiga temannya itu.

"Hey ada apa dengan kalian ? Apa ada yang salah dengan ku ? Atau ada sesuatu yang ku lewatkan ? Berhantilah menatapku seperti itu!" Ucap Chanyeol setengah berteriak.

Suho, Yifan, dan Kyungsoo yang terkejut pun akhirnya melepaskan tatapannya dari Chanyeol.

"A-ah anu ta-tadi ada namja culun memberikan payung ini untukmu" Ucap Suho akhirnya angkat suara dan di angguki oleh ketiga temannya.

Chanyeol menerima payung itu dan di letakkan di laci mejanya.

"Lalu apa hubungannya sampai menatapku seperti itu ?" Ucap Chanyeol santai sambil memasukkan beberapa camilan ke dalam mulutnya.

Oh lihat, betapa bodohnya Park Chanyeol.

"Kau meminjamkan payungmu ?" Tanya Kyungsoo penuh selidik. Gayanya bahkan sudah persis seperti pasukan 86 yang mengintrogasi tersangka maling ayam. Oke, lupakan.

Yang di tanya pun hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.

"Ada angin apa kau meminjamkan payungmu kepada namja culun seperti dia ?" Tanya Yifan tak habis pikir.

Ayolah, mereka semua telah mengenal Chanyeol sejak lama. Sejak kapan Chanyeol peduli kepada orang lain ? Ia adalah tipe orang yang sangat cuek dengan lingkungan sekitarnya. Apa temannya ini habis menabrak tiang hingga ada salah satu sel otaknya yang putus ? Benar-benar pemikiran yang konyol.

"Kenapa ? Memang salah kalau aku menolong orang yang ku sukai ?" Ucap Chanyeol kelewat santai tanpa memperdulikan tampang teman-temannya yang nampak seperti orang bodoh.

"Kau serius yeol ?" Tanya Suho tak percaya.

"Atau jangan-jangan kau sakit ?" Yifan menempelkan punggung tangannya ke dahi Chanyeol dan langsung di tepis oleh namja tersebut.

"Aku sehat bodoh! Memang apa yang kalian pikirkan ?" Hardik Chanyeol jengah dengan tingkah teman-temannya yang menurutnya berlebihan.

"Kau menyukai namja culun itu ? Lelucon macam apa ini ?" Kyungsoo tertawa mengejek.

Chanyeol hanya menyedikkan bahunya acuh dan keluar meninggalkan kelas tersebut. Teman-temannya hanya memandang kepergian Chanyeol dengan ekspersi tidak percayanya.

.

Chanyeol membuka pintu atap sekolah. Ia ingin bolos pelajaran kali ini karena jengah menghadapi pertanyaan teman-temannya yang memuakkan. Ia butuh waktu sendiri untuk menyegarkan pikirannya. Perlahan ia berjalan ke arah pagar pembatas menikmati semilir angin yang menerpa wajah tampannya. Ia memejamkan matanya sambil merentangkan kedua tangannya.

Ketika Chanyeol membuka kedua matanya. Sepasang onyx miliknya menangkap seorang namja mungil yang berjalan di tengah lapangan dengan tumpukan buku yang berada di gendongannya. Tanpa sadar Chanyeol tersenyum melihatnya.

Memori otaknya mengulang kejadian sekitar lima hari yang lalu atau lebih tepatnya sehari setelah kejadian dirinya tak sengaja menabrak namja mungil tersebut di taman.

Saat itu Chanyeol baru saja selesai dari kegiatan ekstrakulikuler basketnya. Sekolah nampak sepi karna jam pelajaran telah usai sekitar 2 jam yang lalu hanya ada beberapa siswa saja yang lewat berlalu lalang, mungkin mereka juga sehabis ekskul seperti dirinya atau mungkin mengikuti kelas tambahan. Saat dirinya melewati sebuah ruang musik tak sengaja telinga perinya menangkap alunan tuts piano yang sangat indah. Karena penasaran Chanyeol pun membuka sedikit pintu ruang musik tersebut dan menemukan Baekhyun sedang duduk sambil menekan tuts-tuts piano dengan jemari lentiknya. Ia memejamkan matanya sembari menikmati alunan indah dari permainan jarinya sendiri. Tepat ketika musik berakhir mata indahnya segera terbuka perlahan.

Awalnya Chanyeol tak menyadari mata indahnya tersebut karena mata sipitnya yang dibingkai oleh kacamata tebal. Namun saat lelaki mungil tersebut melepas kacamatanya dan tersenyum entah pada siapa Chanyeol dapat melihat keindahan karya tuhan yang ada di hadapannya saat ini.

Ia begitu cantik dengan mata sipit yang indah dan melengkung seperti bulan sabit.

Mata itu. Senyuman itu. Chanyeol tak pernah melihat yang seindah itu di diri orang lain. Dan Chanyeol dapat merasakan getaran yang aneh di dada sebelah kirinya.

Chanyeol masih tersenyum ketika mengingat kejadian tersebut. Ia merasa jika ia telah jatuh kedalam pesona Byun Baekhyun. Namun sesaat kemudian pandangan matanya meredup. Ada sesuatu yang mengganjal pikirannya.

Ia adalah pangeran sekolah dan ia jatuh cinta kepada seorang namja culun ?

Ia sangat sadar mengapa teman-temannya terkejut ketika ia mengatakan jika ia menyukai namja tersebut. Namun apakah salah ? Bukankah cinta itu buta ? Cinta tak punya mata dan tangan untuk memilih, ia hanya hadir karena sebuah perasaan yang menuntunnya kepada orang yang tepat. Tak peduli dengan status orang itu. Karna bagi Chanyeol hatinya lah yang menentukannya.

Namun sayang lagi-lagi ego menguasai dirinya. Ia terlalu pengecut untuk mengutarakan isi hatinya. Chanyeol hanya tak siap menerima pandangan aneh dari murid-murid di sekolahnya jika ia menyatakan cintanya kepada namja tersebut.

Sebuah senyuman pahit terukir di wajah Chanyeol.

================================

Bel tanda pulang sekolah telah berbunyi. Para murid berhambur keluar kelas. Tak terkecuali Baekhyun, Minseok dan Tao. Mereka berjalan menyusuri koridor sekolah di tengah ramainya murid yang lain. Sebuah pemandangan biasa yang sering terjadi di sekolah-sekolah mana pun.

Ketika sedang berjalan tak sengaja mata sipit Baekhyun menemukan Taeyeon yang sedang berjalan beriringan dengan seorang namja. Sesekali yeoja itu tersenyum malu ketika namja itu mengusak pucuk kepalanya. Sepertinya ia kenal dengan namja tersebut. Dan ketika ia menyadari siapa namja itu kedua sudut bibirnya tertarik ke atas membentuk sebuah senyuman.

Siapa lagi jika bukan Leethuk ? Akhirnya adik kecilnya itu berhasil juga mendekati namja yang di sukainya.

.

Baekhyun baru saja sampai di rumahnya. Di belakangnya ada kakaknya Byun Baekboom yang baru saja pulang menjemput dirinya. Ia bergegas menuju kamarnya yang berada di lantai dua untuk sekedar ganti baju dan kembali turun ke bawah berniat bermain game bersama kakaknya.

Namun baru saja Baekhyun duduk di sofa yang berada di ruang keluarga tiba-tiba suara ibunya menginstrupsinya.

"Baek bisa minta tolong belikan eomma beberapa sayuran dan buah ?"

"Tidak bisa eomma aku sedang sibuk"

"Apanya yang sedang sibuk ? Kau hanya ingin bermain game lagi kan ?" Cibir ibunya melihat kelakuan anaknya.

"Aku lelah eomma"

"Hanya sebentar Baek"

"Tidak mau!"

"CEPAT BELIKAN EOMMA SAYURAN DAN BUAH ATAU UANG JAJANMU AKAN EOMMA POTONG!!" Baekhyun menutup kedua telinganya mendengar pekikan dahsyat dari sang ibunda tercinta.

Baekhyun akhirnya berjalan keluar rumah dengan langkah ogah-ogahan sedangkan ibunya hanya memijit pelipisnya karena tingkah si anak bungsu.

.

Baekhyun merutuk dirinya yang lagi-lagi terjebak hujan. Mengapa cuaca sulit sekali di tebak ? Perasaan tadi ketika ia pergi ke supermarket cuacanya terlihat cerah. Lalu mengapa sekarang malah hujan begini ? Dan sekarang ia juga lupa membawa ponselnya hingga ia tak bisa menelpon sang kakak untuk menjemputnya. Benar-benar sial!

Sudah hampir setengah jam Baekhyun berdiri di teras sebuah toko namun hujan juga tak kunjung reda. Karena hari telah terlihat semakin gelap ia pun memutuskan untuk menerobos hujan. Tak peduli dengan daya tahan tubuhnya yang lemah dan bisa saja jatuh sakit esok hari yang penting dirinya bisa segera sampai kerumahnya.

===============================

Tao yang baru saja tiba di kelasnya menyergit bingung ketikai ia tak mendapati Baekhyun di tempat duduknya. Biasanya anak itu datang lebih awal dari dirinya.

"Kemana Baekhyun hyung ?" Tanya Tao kepada Minseok yang asik memainkan ponselnya.

"Baekhyun tak masuk karena kemarin kehujanan jadi ia izin" Jawab Minseok sekenanya dan di balas anggukan oleh Tao.

"Kasian sekali"

"Kita doakan saja semoga dia cepat sembuh. Sepi rasanya kalau tidak ada Baekhyun"

.

Chanyeol sangat terlihat gelisah di tempat duduknya. Pasalnya ia tak ada melihat Baekhyun seharian ini. Ia cukup khawatir dengan keadaan namja tersebut. Sehun yang dari tadi melihat tingkah aneh Chanyeol pun akhirnya buka suara.

"Ada apa denganmu hyung. Nampaknya gelisah begitu ?"

"Hah ? Ti-tidak. Tidak ada apa-apa Se-sehun-ah" Jawab Chanyeol setenang mungkin. Namun Kyungsoo cukup mengenal sahabat kecilnya itu hingga ia pasti sangat yakin ada hal yang di sembunyikan oleh Chanyeol.

"Kau mengkhawatirkan Baekhyun kan ?" Tanya Kyungsoo skartik. Membuat Chanyeol diam di tempatnya.

"A-ani" Jawab Chanyeol gugup.

"Kau tak akan bisa membohongiku yeol. Kau lupa berapa lama kita saling kenal ?"

Chanyeol hanya menghembuskan nafas pelan "Aku tak ada melihat Baekhyun seharian ini dan aku cukup khawatir dengannya"

"Kemarin aku melihatnya hujan-hujanan. Mungkin ia sakit dan tak hadir ke sekolah" Jongdae mengangkat bahunya acuh.

Chanyeol yang mendengarnya bertambah khawatir. Ia merasa telah gagal menjaga namja tersebut.

"Kau lucu kalau lagi jatuh cinta" Kyungsoo menepuk bahu Chanyeol dan terkikik pelan.

.
.
.
.
.
.
.
.

TBC

Continue Reading

You'll Also Like

28.2K 3.5K 42
Tentang Kyungsoo yang bucin sama Jongin dan Jongin yang Tsunade-eh Tsundere. Mereka seperti gravitasi satu sama lain. -bxb -nonbaku -kata kasar Tidak...
433K 22.4K 25
[COMPLET] WARNING⚠️: yaoifanfic/NC 21+ ‪- ‪Baekhyun tidak mengerti takdir apa yang tengah ia jalani dan rencara apa yang tengah dipersiapkan oleh tuh...
76.9K 5.6K 30
Ini tentang bagaimana Baekhyun berusaha mengubah Chanyeol dan membuat Chanyeol sadar bahwa masih ada Baekhyun yang tulus mencintainya. Dan hingga pa...
312K 6.9K 13
FF CHANBAEK ✔ ONESHOOT/ Twoshoot✔ Short✔ GAJE✔ NC 🔞 Random✔ Mpreg ✔ YAOI ✔ BOYxBOY ✔ Salinan dari FFn
Wattpad App - Unlock exclusive features