He's Come Back (Harry Styles)

By MaureenOfficial98

72.4K 4K 276

(A/N : Sequel dari "Kiss Me (Harry Styles)" ) "Hi Mrs. Styles" Suara itu terdengar dari seseorang yang dia ci... More

He's Come Back (Harry Styles)
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Epilog

Chapter 5

3.9K 291 10
By MaureenOfficial98

"Liam...?"

Dengan cepat aku melepas pelukan Harry. Berdiri mematung tepat dihadapan Harry dan Liam.

Memandang wajah Liam yang memerah karena marah, dan wajah Harry yang kebingungan.

"Liam?" ucapku pelan. Dengan cepat Liam mendekatiku dan Harry.

Liam's P.O.V

(Soundtrack: I Knew You Were Trouble. - Taylor Swift)

Aku memandang mereka berdua dengan kesal, mengepalkan kedua tanganku yang sudah berkeringat.

Dengan cepat aku mendekari Harry. mendaratkan kepalan tangan kananku ke hidungnya.

Kiara's P.O.V

Aku melihat Liam yang mulai mendekati Harry.

Holy. Crap.

Aku melihat tangan Liam yang memukul wajah Harry dengan keras. Membuat suara yang membuat tengaku linu.

Author's P.O.V

Kiara melihat tubuh Harry yang terpental kebawah, menabrak loker dengan keras.

Wanita itu bisa melihat Harry yang menutup hidungnya, dan sedikit cairan merah kental keluar dari sela-sela jarinya.

Kiara menahan tangan Liam yang segera memukul wajah Harry lagi. Tapi Liam mengacuhkanya. Kiara belum pernah melihat semarah ini.

"LIAM!!!" jeritnya keras memandangnya. Liam hanya melirik Kiara kosong, dan kembali mendaratkan kepalan tanganya di wajah Harry.

"LIAM!! BERHENTI!!" jerit Kiara lagi. Harry mulai bangkit, berdiri dan memandang Liam marah.

Dengan cepat dia memukul perut Liam kencang, Liam membalas pukulan Harry, membuat Harry jatuh lagi ke lantai.

"LIAM!!!" jerit Kiara lebih keras mencoba untuk menahan tangan Liam yang segera memukul Harry lagi.

Liam mendorong Kiara agar membebaskan dia untuk memukul Harry. Namun badan Kiara jatuh kelantai, memegang bahu kananya yang agak sakit.

"Kau... " lirih Harry menatap Liam marah. Harry tidak tega melihat Kiara yang sedikit meringis sakit. "APA HUH?!!" tanya Liam marah mengangkat kerah bajunya tinggi. Menatapnya marah dengan persiapan kepalan tanganya.

Liam mulai mendaratkan kepalan tanganya itu ke perutnya lagi.

Sampai Liam merasakan ampunan lirih di bawah badanya, memeluk kaki kanannya. "Liam, berhenti..." ucap gadis itu sambil mengeluarkan air matanya.

Kiara's P.O.V

Aku memeluk kakinya, cukup, aku tidak bisa melihat Harry lagi seperti ini.

"Liam..." ucapku lagi sambil mencoba menghentikan tangisanku.

Aku bisa merasakan badan Harry yang terjatuh kebawah.

Liam mengangkat tanganku pelan, membantuku untuk berdiri. "Babe, i'm... i... i'm so... sorry" ucap Liam sambil mengatur nafasnya, tanganya menghapus air mataku yang terus keluar.

"I'm so sorry" ucapnya lagi menatapku sedih.

Mulutku seperti berhenti berbicara, terasa sangat sulit berbicara, aku takut...

"Baiklah Ms. Aston, apa yang terjadi?" ucap seseorang, itu Mrs. Lucy.

Aku mengangkat Harry yang meringis kesakitan, Harry terus memegang perutnya, hidung dan ujung mulutnya mengeluarkan darah.

Aku mengangitkan tangan kirinya dibahuku, mencoba membantunya berjalan sambil memegang pinggangnya.

Jelas Liam tidak terlalu sakit. Hanya satu pukulan diperutnya saja.

"Ms. Aston, kau bisa membawa Mr. Styles dan Mr. Payne ke ruang perawatan. Aku akan menunggu kalian di ruang kepala sekolah." ucapnya. "Oh ya, dan Mrs. Ellie sedang tidak masuk, kau bisa mengobati mereka kan?" lanjut Mrs. Lucy dengan gayanya yang angkuh.

Oh, such a good day, bahkan Mrs.Ellie perawat ruang kesehatan tidak masuk?

Aku mengangguk ragu. Mrs. Lucy menatapku dan mengangkatkan alisnya, dan kembali berjalan dengan angkuh menuju ruang kepala sekolah.

I hate you guys.

Aku menidurkan Harry ke tempat tidur. Selagi Liam berjalan sendiri dan menduduki salah satu tempat tidur di ruang kesehatan.

Aku membuka lemari pendingin, mengambil sekantung es. "Matamu lembam pake ini" ucapku sembari memberikan sekantung es pada Liam.

"Aku akan membantu Harry dulu," ucapku santai. "Oh, jadi kau sekarang peduli dengan Harry?" ucapnya lagi. "Kau bisa lihat dia, berjalan saja susah, lagi pula hanya pukulan diwajahmu saja" kataku dengan nada sedikit kesal.

Dia memutarkan matanya, dan mengompeskan lagi matanya.

Aku menganbil handuk dan air dingin. Mencoba menghapus darah yang ada diwajah dan tangan Harry.

"Aww" erangnya pelan, "Um, maaf" ucapku. Matanya menatap kosong lantai. Tidak bergumam sedikitpun.

"Maafkan aku Harry, gara-gara itu, kau jadi begini" ucapku pelan, "Um, ya" ucapnya singkat.

"Aw" lirihnya lagi. "Dasar lemah" ejek Liam tiba-tiba. Aku melihat Liam kesal, Harry hanya melirik kesal ke arah Liam.

"Sudah, jangan dipikirkan" ucapku kearahnya. Hey, aku ingat saat aku sempat menjenguk Harry kesini saat aku menamparnya.

"Kau masih mengingat kejadian waktu itu?" ucap Harry sambil tersenyum mengoda. "Ya, haha" jawabku dan ikut tertawa.

"Aku duluan!" ucap seseorang dan keluar sambil membanting pintu.

Liam's P.O.V

Aku mengopres mataku pelan, dan aku mendengar Kiara dan Harry tertawa.

Oh, mereka sedang bersenang-senang.

Aku bodoh, Kiara jelas masih menyukai Harry bukan? Aku pikir aku mainanya.

Aku menahan amarahku lagi, dan segera pergi keluar, padahal lukaku masih agak sakit.

"Aku duluan!" ucapku dan meninggalkan mereka berdua.

Kiara's P.O.V

Agak menyeramkan duduk diantara Harry dan Liam. Apalagi saat menjelaskan kejadian tadi dihadapan kepala sekolah. Jika Mom tahu, aku bisa dibunuh.

Dan Liam, dia harus menikmati skorsnya selama satu minggu.

Aku bingung, seharusnya aku bisa memilih. Dan, seharusnya aku tidak ada disekolah ini.

Aku mendekati Liam yang sibuk mengemas barangnya di depan loker.

"Liam, um, maafkan aku, seharusnya aku--" "Ya, aku tahu itu" ucapnya tampa melihat ke arahku.

"Li, ijinkan aku menjelaskan, aku--" "Aku pikir kau masih menyukai Harry" "Bukan begitu Li--" "Apa? Oh, dan kau harus tahu, were done" ucapnya lagi.

Liam memutuskan ku? Apa? "Apa?" ucapku tak percaya, "Apa aku harus mengatakanya lagi? We're done!!! thats all" ucapnya dengan keras.

Aku bisa melihat beberapa orang menatap kami berdua. Liam mengantungkan tasnya ke bahu kananya, dan meninggalkanku di dalam kumpulan orang, yang masih melihatku dengan tatapan 'Hey, wanita itu baru di putus kan oleh laki-laki itu'

Aku menutup mataku yang mulai mengeluarkan air mataku, berlari ke arah kamar mandi.

Tatapanku yang membuatku semakin hancur. Harry dan Sarah, dengan akrabnya tertawa.

Enough Kiara, let your heart break, then, put a pieces of your heart.

I was fool, I can't choose the boy who I was really love.

For real, I love Harry, really love him. But he with Sarah. I love Sarah. And Liam love me.

Get it? did I just play with Liam's heart? did I?

Yeah, I did, I think.

Harry's P.O.V

Aku menghirup nafas. Mengingat kejadian tadi, jujur saja, aku masih merindukan pelukanya itu. Aku tidak peduli dengan sakitnya tubuhku ini.

Kiara Madison Aston. Perempuan itu, sempat membuatku bingung.

"Hi Curly" ucap seseorang sambil memeluku dari belakang. Oh, Sarah. "Um hi," "Better?" tanyanya sambil menatap wajahku. Aku hanya tersenyum dan mengangguk.

"I can't sleep," katanya dengan memasang wajah sedihnya. "Cuddle with me" pintanya. Aku tersenyum menatapnya.

Sarah, aku sekarang sedang ada di apartementnya. Aku belum sempat menuju rumahku, Mom akan marah jika melihat wajahku yang sudah berantakan.

Asal kau tahu, aku membutuhkan Sarah hanya karena satu hal, kita saling membutuhkan, dan bukan karena cinta.

"Have s*x tonight?" tanyanya pelan. Aku tersenyum dan mengangguk.

I called this, girlfriend with benefit.

Ello! Sorry ini late post banget;_; soalnya filenye sempet ke delete-_-

Dan thank you very much yang udah baca ini! 1,10 K!! huuaaaaa Love youuu <3

Wah wah Kiara sama Harry berbanding terbalik ya?!!! menurut kalian gimana?

Next Chapter?

20+ votes and leave comment yaa, love yaaa <3

Continue Reading

You'll Also Like

212 8 6
Karin yang sejak dulu mengagumi sohib kakaknya, Niall, tidak pernah menyangka, kalau sekarang ia jatuh cinta pada orang yang sebenarnya tidak jelas k...
My Nightingale By M u n

Mystery / Thriller

15.8K 1.4K 11
"Cinta itu enggak mengenal penyesalan setau aku. Buktinya, aku tidak pernah menyesal mengenal Kak Harry." gadis itu tersenyum, "Kalau memang Kak Harr...
4.4K 562 18
Menceritakan kejadian-kejadian yang dialami anggota 1D selama jualan
135K 16.4K 59
[COMPLETED] Semua berawal dari sebuah rindu. Rindu yang tak pernah terbalaskan perlahan menyadari keberadaannya, hingga akhirnya ia bisa terbalas. Na...
Wattpad App - Unlock exclusive features