When there [is] Hope (COMPLET...

By ssianidha

1.8M 42.2K 390

COMPLETE// - Keyla's Story ::::::::::::: Sekarang tujuan Keyla hanya satu... Membahagiakan orang yang telah p... More

Prolog
1- First
2- Ketemu lagi
3- Ini
5- Bayangan
6- Elf
7- Blood
8- Hospital
9- Tertarik?
10- Lunch
11- Come
12- Explanation
13- Benci? Cinta?
14- Picture
15- Flashback
16 - Pertunangan
17- Ledakan
18- Orphanage
19- Forget
20- Am I wrong?
21- Feeling
22- Wound [1]
23- Wound [2]
24- Remember
25- De ja Vu
26- If Only I Could
27- Pain
28- Enought
29- As it is
30- Ego
31- Sisi yang tak terlihat
32- Kenapa?
33- Threēty Threë
34- Thrēety Föur
35- Outburst
36- Thrēety Sïx
37- Thrēety Sevën
38- Thrēety Ëight
39- Hide and Seek
40- Sindiran Halus
41- Perangainya
42- Fōurty Twö
43- Not have Anything
44- Never End
45- My World
46- Kebersamaan
47- Not True
48- Keputusan
49- Pastcode
50- Persecond
EPILOG
Special.Fm

4- Malam

73.4K 1.6K 5
By ssianidha

Jangan cuman dibaca vote dan coment juga ya ...

Enjoy reading :)

Edited; 1915 Word (21/12/2016)

***

Mata Anggi membulat sempurna ketika dirinya menghadapi sosok tegap Kakaknya yang berdiri di ambang pintu.

Menatap nyalang Kakaknya—Gio. Mata Anggi penuh dengan sarat ketidakpercayaan saat pria itu mulai nyelonong masuk tanpa kata-kata dan langsung kabur menidurkan diri di kamar yang dulunya memang milik pria itu.

Rumah yang ditempati Anggi sekarang memang asli rumah keluarga mereka. Karena kedua orang tua mereka memutuskan tinggal di negeri liberti , dan alasan Gio tinggal diapartemen yang katanya rumah ini terlalu jauh dari kantor , akhirnya Anggi yang menempati rumah itu sendiri dengan beberapa asisten rumah tangga , tukang kebun dan satpam rumah.

Tentu saja Anggi kaget saat Gio tiba-tiba saja datang tanpa undangan—kembali mengunjungi tempat nya berada.

Sudah lama ini—pria itu tak pernah sekalipun pulang saat kedua orang tua mereka pergi lima bulan yang lalu.

"Kenapa lo?" Anggi bertanya , melipat kedua tangan nya dipinggang—bersandar di engsel pintu kamar Gio , menatap pria itu dengan penuh tatapan heran.

Gio menutup wajah dengan kedua tangan, merebahkan setengah badannya diatas ranjang—mulai menerawang.

"Gak papa kok."

"Kayak cewek perawan lo!" Anggi mendengus—kesal mendengar jawaban Gio. "Di tanya jawabnya 'gak papa'. Mati aja sono , mati."

Dari ekspresi wajahnya , Gio nampak tak mau membalas apa yang dikatakan Anggi. Pria itu seperti nya malas tarik urat menghadapi kenyolotan adiknya itu.

"Gue mau tidur Nggi ...sebaiknya lo cepet minggat dari sini."

Mendengar apa yang dibilang Gio barusan—Anggi mendapatkan firasat kalau dia ini sedang diusir.

"Ini rumah gue oii , terserah gue mau ngetem dimana. Lagian tumben amat lo pulang , biasanya juga kalo gak ngebo di apartemen paling banter di kantor."

Gio tak menjawab. Rasanya dia sangat lelah hanya untuk membalas perkataan Anggi yang menurutnya sangat tidak penting.

Belum Anggi kembali bicara , sahutan ponsel Gio membuat perempuan itu bungkam. Dengan malas , Gio merogoh kantung celana nya tanpa sekali pun dia berniat bangkit dari posisi nya saat ini.

Samar-samar Anggi dapat mendengar apa yang dikatakan Gio pada ponsel yang kini tertempel ditelinga kanan.

"Kenapa Lia?"

"..."

"Di kantor."

"..."

"Sebaiknya jangan. Aku lagi rapat penting sama klien , nanti aja yaa? Setelah selesai aku janji akan menghubungi mu lagi."

"..."

"Iya. Sampai nanti."

Ekspresi Anggi sekarang tak terbaca. Lihat bagaimana Kakaknya dengan santai bicara kalau dirinya sedang rapat penting di kantor , padahal sih berleha-leha di rumahnya sendiri.

Gio kembali menutup wajahnya dengan lengan kiri. Menaruh ponselnya di dada dan berniat akan memasuki alam mimpi. Di detik selanjutnya , giliran ponsel Anggi yang menyahut.

Melihat nama sang penelpon—Anggi langsung mengangkat nya tanpa perlu berlama-lama.

"Halo .......iya Key , kenapa? ........makan malam? .........sekarang? Dia dateng emang nya? .........duh , keknya gak bisa deh—...........bukan gitu Keyla , gue mau kok—tapi gue gak bisa kalau malam ini ..........iya , ada urusan penting yang kudu gue selesein. Kalian berdua aja gih ya , sono ...........gak usah peduliin gue , gue bisa makan sendiri di rumah. Udah dulu ya, semoga makan malam kalian menyenangkan , bye!" Anggi menyudahi acara teleponnya dan heran mendapati Gio sekarang mengambil posisi duduk menatap lurus-lurus ke arahnya.

Terbesit rona merah malu-malu di kedua pipi Gio ketika saat Anggi melemparkan pandangan ke arahnya.

"Kenapa lo kak? Salah makan? Pipi lo gatel ya? Merah gitu kek buah naga."

Gio menatap Anggi kesal. Bagaimana mungkin pipinya yang merona dikatai buah naga? Seperti nya Anggi harus segera dibawa ke klinik khusus untuk mata katarak. Matanya itu sudah tidak bisa berfungsi dengan baik.

"Telfonan sama siapa tadi?" Gio menepis rasa kesal nya dan memilih untuk bertanya.

Anggi menjentikkan ponselnya acuh. "Sama Keyla ...dia ngajakkin gue dinner tapi gue tolak—lagi gak mood makan gue."

"Goblok!" Tanpa tak diduga , Gio kini malah melotot ke arah Anggi dongkol. "Kenapa gak diterima aja? Gue free kok."

"Dih! Emang Keyla nelfon buat ngajakin lo makan bareng sama dia? Orang dia cuman ngajak gue."

"Lo kan adik gue. Gue berhak dong ikut juga dengan kalian."

Anggi mendengus , "sorry yee... Bukan nya gue gak mau ngajak lo. Entar yang ada patah hati lagi lo ,"

Kening Gio asli keriting. "Patah hati?"

Anggi membenarkan. "Keyla tuh udah punya pacar dan pacarnya itu ngikut nimbrung di sana juga. Lo mau jadi obat nyamuk yang diabaikan mereka?"

"Keyla punya pacar?" Gio tak menggubris apa yang dikatakan Anggi diakhir kalimatnya , dia sekarang spontan terkejut mendengar berita tak masuk akal itu. Kuping nya ini gak salah dengar kan? Keyla sudah punya pacar ...benarkah?

"Iye..." Anggi kesal ."duh! Mesti gue kasih tau berapa kali sih sama lo? Kurang kerjaan banget. Lagian nih ya , kalo misal lo emang tertarik sama Keyla , gue saranin mending lo nyerah aja. Keyla sama pacarnya tuh udah lengket banget kayak prangko. Gak bisa semudah itu dilepasin."

Gio bergeming. Dia terlalu larut dalam pikiran nya , tak menjawab apa yang dibilang adiknya barusan. Tapi semenit setelahnya , pria itu mengangkat wajah datar menatap Anggi.

"Siapa juga yang tertarik sama Keyla?"

Anggi memutar bola mata—jengah mendengar pertanyaan Gio yang sebelumnya biasa berubah dingin. "Ketauan banget kali Kak Gio. Lo pikir gue gak tau?"

Gio tak menjawab. Ekspresi nya jelas sedang menatap tajam Anggi di sana. Menuntut Anggi untuk menjelaskan.

Menyadari apa yang diperbuat , Anggi pun berdeham. "Ya udah deh ya, gue cabut ke kamar dulu. Kalo lo laper , minta aja sama Bi Uti. Bye bye kak Gio!" Anggi langsung ngacir , meninggalkan Gio ditempat—bisa berabe kalau sifat kepo Gio keluar. Anggi harus jawab apa coba? Sekarang ini pun Anggi memiliki masalah nya sendiri. Kenapa ia harus mengurusi masalah orang lain?

Sejenak Gio terdiam. Entah kenapa sebagian dalam dirinya kesal dengan apa yang dikatakan Anggi barusan kepadanya.

Apa benar dia terlihat sekali sedang tertarik dengan Keyla? Benar kah? Huh?

Dia baru bertemu Keyla dua kali , dan itu bertempat di kantor dan di minimarket. Apa Gio bisa merasakan ketertarikan dalam jumlah hanya dua kali pertemuan?

Yeah... Sepertinya tak ada yang tidak mungkin. Mengingat Gio sering berpacaran dengan perempuan yang baru dirinya kenal semalam. Kenapa tidak mungkin kalau dirinya tak tertarik dengan Keyla?

Perempuan itu cantik. Warna matanya dan peach bibirnya sangat menggoda , dilihat dari keseluruhan , tubuhnya memang kurus tapi anehnya Gio bisa merasakan getaran tak biasa saat memperhatikan lekuk tubuhnya waktu itu.

Suara nya yang merdu bagaikan sutra membuat Gio penasaran bagaimana suara mendesah perempuan itu saat tersentuh bagian sensitivenya.

Semakin Gio memikirkan Keyla—semakin dirinya juga gelisah. Ia menyambar ponsel yang tergeletak di atas ranjang dan mulai mendiall nomor seseorang yang sebelumnya tadi menghubungi nya.

Setelah nada sambung dua kali , sambungan telepon diangkat.

"Halo Lia ...kamu dimana?"

:::::::::

Keyla menyeruput jus jeruknya dengan sedikit perasaan gugup. Di sebrang tempatnya duduk , sosok pria yang selama ini mewarnai hidupnya satu tahun terakhir itu tengah menatap nya lurus-lurus—dengan senyum kecil yang selalu lolos dari bibir penuh sexy nya.

Wajah tanpa cacat itu selalu saja membuat Keyla terpesona. Sama seperti perempuan lainnya , Keyla suka cara bagaimana pria itu tersenyum. Pahatan garis wajahnya nampak mempertegas ketampanan pria oriental itu.

Keyla berdeham. "Kamu gak makan Lang?"

Pria itu tersenyum sebelum menjawab , senyuman yang pasti membuat Keyla ketar-ketir , "aku makan kok."

"Mana? Dari tadi kamu cuman nyuekin makanan kamu Elang ...ingat? Kamu sendiri yang melarang aku untuk tidak membuang-buang makanan."

Pria bernama Elang itu tertawa mendengar apa yang dikatakan Keyla barusan. Tawa renyah yang membuat Keyla malah berdebar. Perempuan itu bahkan serasa sedang dijatuhi banyak bom dalam jantung nya saat ini.

"Iya ..iya ..ini aku makan Elf. Tenang saja , aku akan segera menghabiskan nya tanpa sisa." Elang bicara setelah menyudahi tawanya.

Keyla menggigit bibir—mengangguk. "Bagus kalau begitu."

Elang melirik nya , sekali lagi senyum geli lolos dari bibir itu. Rasanya melihat Keyla gugup dan berbicara panjang seperti tadi , itu membuat Elang mendapat kesenangan tersendiri.

Selama mereka menjalin hubungan. Keyla memang tergolong kaku dan sulit sekali di dekati. Bahkan perkataan nya setengah-setengah. Perasaan yang ditunjukkan perempuan itu keluar dari ekspresi wajah , mengingat Keyla ini bukan perempuan dingin melainkan perempuan yang sulit diajak komunikasi antar muka.

Itu membuat Elang bangga , karena hanya pada dirinya saja—Keyla bisa segugup tadi.

"Ini masih pukul 8. Mau jalan kesuatu tempat?"

Mendengar pertanyaan Elang di sela acara makan nya yang sebentar lagi berakhir , Keyla mulai menguncupkan bibir peach nya—mengernyitkan dahi berpikir. "Boleh ...mau kemana emang?"

Elang kembali tersenyum. "Kamu mau nya kemana?"

Keyla kembali berpikir , menyadari sesuatu—perempuan itu langsung semangat. "Gimana kalau nonton? Katanya ada film bagus yang baru keluar malam ini."

Elang nampak sejenak berpikir yang dilanjutkan dengan gelengan pelan kepalanya "Bukan kah biasanya film itu durasi nya 2 jam? Kalo kita berangkat sekarang , kamu nanti pulang nya jam setengah sebelas Elf...."

"Lho ...memang nya kenapa kalau pulang jam sebelas?" Keyla heran. Tentu saja film itu durasi nya 2 jam. Ditambah perjalanan mereka menjadi mungkin 2 jam lebih. Jika macet , itu bisa sampai 3 jam. Satu jam perjalanan dan dua jam nonton.

"Itu gak bagus." Elang kembali menggeleng-geleng tak setuju. "Nanti kamu kelelahan Elf ...itu sangat buruk jika anemia mu kambuh lagi. kamu pikir aku akan ijinin kamu tidur larut?"

Keyla berdecak kecewa mendengar apa yang baru saja Elang katakan. "Sekali-kali doang kok Lang ...aku pengen banget nonton."

"Tetap gak bisa."

"Elang ..."

"Gak bisa sweetheart. Aku gak akan menamani mu kesana , dan kamu dilarang untuk mendebatku."

"Tapi Lang—" mendadak Keyla bungkam ketika mata Elang kini menatap datar kearahnya. Mau tak mau , Keyla akhirnya menjilat bibir bawahnya , mengangguk lesu , menurut.

Pandangan Elang kini berubah melembut , ditepuknya pelan puncak kepala Keyla sayang. "Elf ...aku gak pernah sekalipun membatasi kebebasan mu. Kamu boleh pergi kemana saja yang kamu mau , tapi kamu juga harus ingat waktu. Jangan sampai jam istirahat mu malah terganggu. Aku gak mau hal buruk nantinya akan terjadi."

Keyla mendongak , menatap Elang lama—dan pada akhirnya mengalah seraya menghembuskan nafas nya lelah , mengangguk-angguk paham. "Aku mengerti."

"Maaf ya Elf ..." Elang berucap tulus , tersenyum mengelusi rambut panjang Keyla—perlahan.

Keyla yang mendapat perlakuan itu hanya membalas dengan senyuman kecil dan mulai melanjutkan acara makan nya lagi yang sempat berhenti tadi.

::::::::::

"Gak mampir dulu Lang?" Pertanyaan Keyla lantas menggelengkan kepala Elang di depan nya. Mereka sekarang sudah berada di basement depan apartemen Keyla.

Pada akhirnya , mereka hanya makan saja malam ini. Seperti biasa ....hanya dinner saja. Sebenarnya Keyla sudah menduga hal ini dari awal , tapi entah kenapa hari ini perempuan itu terlampau optimis. Keyla sedikit agak kecewa sih , yeah.. Tapi mau bagaimana lagi?

"Aku gak mau ganggu istirahat kamu Elf. Nanti aku akan hubungi lagi saat sudah sampai di rumah."

"Baiklah." Keyla mengangguk pelan , maklum.

Hening.

Sejenak pandangan Elang kini menelusuri wajah terdiam Keyla di depan nya. Menyadari adanya keganjilan di dalam , senyum jahil Elang terpancar.

Keyla memekik pelan saat tubuhnya kini direngkuh erat sosok tinggi Elang sekarang. Pelukan nya terlalu tiba-tiba , siapa yang tak terkejut mendapat perlakuan seperti itu?

"Elang ...!"

"Leave it like this for a moment , Elf ..."

Rengkuhan Elang makin mengerat , membuat sejenak Keyla kaget. Perlahan namun pasti , perempuan itu mencoba mulai menerima pelukan nya dengan hati.

Kepala Keyla kini berada di dada bidang Elang sedang dagu pria itu kini dipuncak kepalanya. Kedinginan malam yang biasa menggigilkan tulang , teratasi dengan pelukan hangat seorang Elang.

Tanpa sadar Keyla tersenyum manis—semakin ikut mengeratkan pelukan nya yang entah kenapa sangat amat membuat nya terlindungi. Bau maskulin pria ini sangat Keyla sukai. Hingga Keyla betah berlama-lama dalam pelukan memabukkan nya itu.

"Elf ..."

"Hmm..."

"I love you so much ...."

Kedua lesung pipit Keyla nampak , perempuan itu makin menenggelamkan kepala nya dalam bidang nya dada Elang , bergumam dengan bisikan yang entah kenapa persis seperti malaikat yang bahkan Elang dapat rasakan aura surga dalam ketulusan nya.

"I also love you very much ... Elang , no one else but you .."

***
TBC.














@ssianidha

Continue Reading

You'll Also Like

34 0 2
seorang pria tampan CEO muda dari keluarga konglomerat terpandang pewaris tunggal yang kehilangan ibu nya saat masih remaja dan tak memiliki arah hi...
505K 7.7K 4
Tersedia lengkap di Karya Karsa Rainy sudah terlalu pasrah, melalui kesakitan hatinya hingga membuatnya tak mampu mengelak ketika pria masa lalu nya...
9.1K 287 53
CERITA ROMAN DEWASA 18++ Gadis memiliki trauma masa lalu yang begitu menyakitkan, sehingga dia tidak mudah menerima kehadiran lelaki yang ingin menci...
Wattpad App - Unlock exclusive features