FAKBOI (END)

By shasacaci

4M 457K 176K

UDAH PERNAH NGUBAH PAKBOI JADI BUCIN BELUM? KALO BELUM COBAIN DEH, RASANYA.... AH MANTAP! *** "Pacaran yuk?"... More

Prolog
01 : Awal mula
02 : Memulai
03 : Isi Surat
04 : Si Bucin seblak
05 : Si Fakboi
06 : Ajakan Pertama
07 : Pipip Pipip Calon Mantu
08 : Latar Belakang
09 : Berkenalan
10 : Keluarga Bengek
11 : Buaya
12 : Mantan
13 : Crash
14. Marah
15 : Bernyanyi bernyanyi
16 : Bunda
17 : Bercerita
18: Mama, Papa berkenalan
19 : Keliling Bandung
20 : Ruangan adem
21 : Rasa yang tiba-tiba
22 : Awal Pembalasan
23: Pendekatan
24 : mengenal ips enam
25 : Bertengkar
26 : can i call u
27 : Revisi Kontrak
28 : Dikejar macan tutul
29 : Ngamen ceritanya
30 : Dispen
31 : ikan cupang
32 : rencana yang gagal
33: Gelayy
34 : Akhlaknya :)
35 : how my tukang seblak and i text
36 : turnamen
37 : Blank
38 : Final
39 : Cedera
40 : pertanyaan menjebak
41 : peternak ikan cupang
42 : ketika si fakboi sakit
43 : mereka yang semakin dekat
44 : Thanuwijaya berhbd
45 : sebar undangan
46 : kita flashback dulu ye
47 : ketika si fakboi ultah
48: mari kita lihat seberapa uwu mereka
49 : kontrak yang telah usai
50 : bimbang
51 : ketika kang ghosting diblok
52 : with ustadz Tunama
53 : ayam vs cupang
54 : berduka cita
55 : Kiki dan Nini
56 : dilabrak
57 : menjauh
58 : aksi gilanya
59 : hati yang tidak bisa dimengerti
60 : merenungkan diri
61 : pembuktiannya
62 : terimakasih, maaf dan semoga bahagia
63 : ada apa dengan Cessie?
64 : alasan cessiee
65 : Dehaan, Yogas membantu
67 : terhubung kembali
68 : masalah yang tiada hentinya
69 : random pisan heran
70 : permintaan Laura
71 : quality time
72 : beautiful in white
73 : Fakboi to bucinboi
74 : mukbang seblak
75 : Berita
76 : Mencari kebenaran
77 : Skorsing
78 : Rumah Sakit
OPMEM GRUP CHAT
79 : beberapa hari sebelumnya
79.1 : beberapa hari sebelumnya
79.2 : beberapa hari sebelumnya + (opmem rp)
80 : Selesai
Epilog
Extra Chapter
Sequel

66 : permasalahan selesai

38.1K 6.5K 5.5K
By shasacaci


Haloo maap untuk keterlambatan update.

Ayo spam koemn tiap paragraf dan ramein part ini kalo mau up cepet🥰




.
.
.


Happy reading!!!

.
.
.






Cessie meremas ujung rok sekolahnya, dia bimbang. Dia ingin meminta maaf kepada Shanetta, tapi rasa malu masih mendominasi. Dimana dia dengan entengnya membicarakan kejelekan Ace yang belum tentu benar pada Shanetta. Tadi, Yogas benar-benar membuat Cessie termenung, laki-laki itu memberikan beberapa bukti yang menunjukkan bahwa Ace tidak salah.

Bukan hanya foto Allisya, bahkan tadi Yogas memberikan foto teman-teman cewek itu yang Cessie kira itu adalah teman-teman pergaulan buruk Ace.

"Ayo pulang Cess, nungguin siapa? Eh Tian ya? Kok dia belum kesini? Padahal bel pulang udah bunyi daritadi," Shanetta menghampiri Cessie ketika melihat Cessie malah melamun.

"H-hah, enggak kok." Cessie menggelengkan kepala saat kembali sadar.

"Gak pulang bareng Tian?"

"Enggak dulu..."

"Yaudah ayo pulang bareng," Lilie tiba-tiba menyahut sambil mendekat.

"Ayo Cess," ajak Rhea.

"Ayo!" Malah Shanetta dan Lilie yang menyahut, Cessie hanya mengangguk-anggukkan kepalanya pelan. Lalu keempatnya berjalan beriringan, tapi didetik selanjutnya, Cessie memperlambat langkahnya lalu berhenti.

"Eh, An?" Cessie memanggil, tapi suaranya agak tertahan.

Shanetta, Rhea bahkan Lilie langsung membalikkan badannya ke arah Cessie.

"Kenapa?" Tanya Shanetta.

"Bentar, ada yang mau gue omongin," Cessie berjalan mendekat.

"Omongin apa?" Tanya Shanetta bingung.

"Lo suka sama Ace?" Cessie langsung bertanya pada inti pembicaraan. Shanetta tentu saja langsung bungkam mendengar pertanyaan itu. "Lo suka?" Tanya Cessie sekali lagi saat Shanetta malah terdiam lama.

"Kalo Lo suka dan ngerasa dia baik sama Lo, Lo harus bahagia sama dia," Cessie bersuara lagi. "

"Tapi..." Shanetta ingin menjawab tapi terpotong oleh perkataan Cessie.

"Maafin gue, An. Ternyata selama ini gue salah paham, gue minta maaf. Gue sama sekali gak ada niatan buat hasut Lo biar gak suka sama Ace, gak ada sama sekali walaupun gue gak suka dia. Gue pikir dia emang gak baik dan sifatnya sama kayak mantan gue. Ini kesalahan gue, gue salah karena menyamakan dua orang yang berbeda, yang tentunya mempunyai sifat beda-beda."

"Awalnya gue ngira kenapa Ace bukan cowok baik-baik karna gue liat dia sering ada didepan club. Dia bahkan punya circle disana, mereka kayak satu perkumpulan anak-anak masa depan suram tapi ketutup sama kekayaan mereka. Dan gue liat-liat, mereka bukan anak baik-baik. Pokoknya yang gue liat saat itu, mereka bukan anak yang bener."

"Gue pernah liat Ace keluar dari club sama hotel bareng cewek, gimana gue gak salah paham? Kalo misalnya disekolah aja pernah ada rumor kalo dia itu sering tidur sama cewek. Tapi ternyata salah, An. Cewek itu kakaknya ternyata, gue emang gak pernah liat muka ceweknya karna timingnya selalu gak pas kalo gue ketemu Ace dijalan."

"Terus, yang gue kira Ace punya temen-temen di club, ternyata salah. Itu temen kakaknya, Ace emang akrab sama mereka. Yogas sama Dehaan tadi ngejelasin semuanya, mereka kirim bukti. Mereka bilang Ace beneran mau serius sama Lo, Ace juga sebenarnya udah ada niatan mau serius sama cewek dari lama tapi belum nemu yang cocok."

Shanetta masih menyimak, membiarkan Cessie menjelaskan. Begitu juga dengan Lilie dan Rhea yang menyimak perkataan Cessie baik-baik.

"Gue yang gak tau apa-apa tentang Ace, belaga sok tau koar-koar. Gue minta maaf, gue malu. Gue tau gue salah, gue harusnya sebagai temen dukung apa aja keputusan Lo. Tapi gue cuman gak mau Lo ngerasain hal yang sama kayak gue. Gue minta maaf sekali lagi, An..." Air mata berhasil lolos membasahi pipi Cessie. Gadis itu menunduk, dia merasa bersalah.

Shanetta mendekat lalu memeluk Cessie, "thankyou, Cess." Lalu Shanetta kembali menjauhkan tubuhnya, "semua orang yang liat itu juga pasti akan beranggapan hal yang sama. Apalagi kalo orang yang udah dikenal sering mainin cewek."

"Jadi, Ace gak ngelakuin itu kan?" Tanya Lilie.

"Enggak Lie, gue kira dia gampang masuk club walau dibawah umur gara-gara uang. Tapi ternyata enggak, dia emang udah akrab sama penjaganya. Penjaganya juga gak marah karna Ace niatnya cuman mau jemput kakaknya, bukan mabok."

BRAKHH!!

"ILIEEEE!!!"

Pintu didorong keras hingga membuat suara keras. Keempat gadis itu langsung menoleh, tidak usah ditanya, pelakunya pasti Yogas dan Dehaan. Kedua laki-laki itu berjalan menghampiri.

"Gimana? Udah beres masalahnya?" Tanya Dehaan.

"Ace dimana?" Shanetta bertanya ketika tidak melihat laki-laki itu.

"Dia cabut dijam pelajaran terakhir tadi," jawab Yogas.

"Kenapa Ace cabut mulu sih?!" Tanya Lilie.

"Galau dia beb, bingung mau gimana biar ceweknya percaya. Dia tau kalo misalnya orang-orang gak bakal mudah percaya sama omongan dia gara-gara udah dikenal aligator alias buaya."

"Minta maaf Cess biar masalahnya selesai, udah itu pasti si Acey jelasin semuanya," suruh Dehaan.

"Iya gue bakal minta maaf kok tenang," kata Cessie.

"Makanya jadi orang gak usah asal nuduh, cari tau dulu fakta yang sebenarnya baru ngomong. Gak usah nyeleneh, Aw-" Yogas mengaduh kesakitan ketika Lilie tiba-tiba mencubit perutnya.

"Lemes banget sih mulutnya jadi cowok," ucap Lilie sinis.

"Enggak lemes, kalo lemes tuh begini." Yogas mengangkatkan kedua tangannya ke atas lalu menggoyang-goyangkan tubuhnya seperti cacing dengan lentur.

"Bodoamat, capek ngomong sama kamu," Lilie memutarkan bola matanya malas.

0o0

Yogas menyuruh Cessie agar gadis itu meminta maaf ke rumah Ace langsung. Diantar oleh Shanetta, Lilie, Rhea, Dehaan dan Yogas. Katanya sekalian ngumpul. Sekarang perkumpulan itu sudah ada didepan rumah Ace, Yogas menyalakan bel.

Tak perlu menunggu lama, hanya sekali tapi pintu rumah sudah ada yang membuka. Tapi yang muncul bukan Ace melainkan seorang wanita paruh baya dengan dasternya.

"Eh, Yogas, Dehaan, cari A Ace ya?" Tanya wanita yang bekerja sebagai salah satu asisten rumah tangga di keluarga Joe Gutierrez. Orang-orang seisi rumah Ace pasti tau siapa Yogas dan Dehaan sahabat karib Ace.

"Iya Bi, si Acey nya ada?" Tanya Yogas.

"Ohh gak ada A, tadi keluar. Bibi kita main sama kalian berdua," jawab si bibi.

"Enggak main bi, dia perginya dari tadi?" Tanya Dehaan.

"Iya, luamyan lama lah." Sahut wanita itu. "Kalian mau masuk? Ayo atuh masuk dulu, itu yang geulis-geulis juga ayo masuk dulu," ajaknya. "Eh, itu teh neng Shanetta? Aduh neng masuk atuh sini," wanita itu baru sadar bahwa ada Shanetta disini.

"Eh iya Bi, makasih." Shanetta menjawab dengan ramah.

"Kira-kira pulangnya kapan ya Bi?" Tanya Dehaan.

"Kurang tau saya A, tapi paling bentar lagi juga pulang kalo bukan main sama kalian mah."

"Bunda sama ayahnya ada?" Tanya Shanetta.

"Kebetulan lagi gak ada, akang sama tetehnya lagi lembur," jawab wanita itu dengan senyum tulusnya. Akang dan teteh adalah panggilan untuk Joe dan Elikka.

"Jadi, mau gimana nih guys?" Tanya Yogas.

"Terserah, tapi mending tungguin aja," saran Rhea.

"Yaudah tungguin aja," sahut Dehaan.

"Ayo atuh tungguin nya di dalem," ajak si bibi.

"Enggak usah bi, mendingan disini aja. Biar keliatan si Acey nya kalo udah pulang apa belum," jawab Yogas.

"Yaudah atuh kalian mau minum apa?"

"Enggak usah bi," tolak Shanetta.

"Harus ah! Nanti bibi dimarahin sama akang teteh kalo ada tamu gak dikasih minum atau makan," kata si bibi. "Yaudah atuh bibi kebelakang duku, bikin kalian minum yah,"pamitnya.

"Iyaaa biiii." Jawab mereka lalu wanita itu berjalan masuk ke dalam rumah.

Setelah kepergian wanita paruh baya itu, diantara mereka ada yang duduk dikursi yang memang tersedia diluar dan ada yang duduk di teras dengan lantai yang dingin.

"Lama gak ya, si Acey?" Tanya Dehaan sambil duduk di teras disamping Yogas.

"Tenyaho, coba telpon," suruh Yogas.

"Hapenya kan dua-duanya ada di gue," sahut Shanetta.

"Eh iya ya, terus gimana? Lagian tuh anak kemana lagi," Yogas berdecak. Biasanya kalo kemana-mana, Ace selalu koar-koar digrup. Tapi sekarang Ace sama sekali tidak memegang handphone.

Tapi, tak lama kemudian terdengar suara motor yang memasuki pekarangan rumah.

"Tah si borokokok akhirnya datang," Yogas langsung berdiri ketika tau yang datang adalah temannya. "Edan, mau nyari mati atau gimana? Malem-malem pake dark visor," Yogas kembaki berkomentar.

"Si jagoan mau ketemuan sama malaikat maut ya gitu," Dehaan menggelengkan kepalanya ketika melihat kelakuan bodoh temannya.

"Ada apa emang sama dark visor?" Tanya Rhea.

"Ya bayangin aja Rhe, malem-malem kan biasanya gelap pake kaca gelap, ya makin gelap lah dunia," sahut Yogas.

Ace membuka helmnya lalu turun dari motor, "kalian berdua ngapain berisik disini?" Tanya Ace pada kedua temannya.

"Gak berdua, banyakan. Buta mata Lo?" Tanya Dehaan.

"Tau! Tapi yang mau ngerusuh pasti cuman lu berdua!" Ace melempar kresek yang ada ditangannya pada Dehaan.

Dehaan langsung menangkap kresek itu agar tidak mengenai mukanya lalu laki-laki itu membuka kantong kresek untuk mengetahui isinya. Refleks Dehaan membuang kresek itu ketika mengetahui isinya, "goblog, Lo ngapain nyetok rokok sebanyak ini?"

Dehaan kaget ketika mengetahui isi kantong berwarna hitam itu adalah rokok berbungkus-bungkus.

"Parah nih Shanetta, dia pasti mau nyebat sampe pagi," Dehaan mengadu.

"Heh! Sok tau Lo setan!" Ace langsung menyangkal.

"Abis darimana Lo?" Tanya Yogas.

"Abis dari minimarket depan," jawab Ace.

"Ada yang mau diomongin tuh sama Cessie," ujar Yogas sambil menunjuk Cessie.

"Mau fitnah apa lagi?" Ace malah bertanya seperti itu.

"Suudzon mulu hidup Lo, dengerin dulu lah!" Sahut Yogas.

"Punten-punten, kasep geulis, ini minumannya," si Bibi datang lalu meletakkan nampan yang berisi minuman itu di atas meja. "Eh si Aa udah datang?" Tanya si bibi ketika menyadari bahwa ada tuan mudanya disini.

"Kalo belum yang disini siapa atuh, bi? Arwah nya?" Tanya Ace.

Si bibi terkekeh, "hehe enggak gitu. Yaudah atuh A temennya suruh masuk, diluar dingin."

"Yang ceweknya aja bi suruh masuk, cowok nya jangan biar kedinginan aja gak papa," ujar Ace.

"Heh enak aja! Gak bisa gitu! Ayo masuk girls!" Ajak Yogas, sebelum orang lain masuk, Yogas sudah berjalan lebih dulu memasuki rumah Ace.

"Ayo-ayo masuk," ajak Dehaan pada keempat cewek itu. Mereka memasuki rumah besar itu, kecuali Ace yang malah menghela nafas.

Brakhh!!

Tiba-tiba saja pintu ditutup dengan keras oleh Yogas.

"Heh apa-apaan!" Ace mendekat berniat membuka pintunya yang ditutup kasar, tapi nihil karena sepertinya pintunya dikunci.

"Woy! Buka dong! Kenapa dikunci!"

"Mampus Lo kedinginan diluar!" Ejek Yogas dari dalam.

"Eh setan kurang ajar! Gue tuan rumahnya masa diluar!"

0o0

"Ayo Cess, ngomong," suruh Yogas ketika mereka sudah duduk rapih disofa.

"O-oke, sebelumnya gue minta maaf Ace," Cessie mulai membuka topik. "Maaf gue udah ngomong yang enggak-enggak tentang Lo sama Shanetta. Gue tau, gue seharusnya gak kayak gini. Gue salah paham, gue kira Lo sebrengsek itu. Tapi gue kayak gini juga ada alasannya, gue pernah ngeliat Lo beberapa kali di club, gue juga pernah liat Lo keluar dari hotel sama cewek."

"Gue emang gak suka sama Lo, tapi gue sama sekali gak ada niatan buat ngehasut Shanetta. Gue cuman gak mau Shanetta terjebak sama cowok brengsek. Sekali gue minta maaf, gue tau gue salah karna udah nuduh Lo yang enggak-enggak," lanjut Cessie sambil menundukkan kepalanya.

"Jadi ini cuman kesalahan pahaman aja sih sebenernya. Cessie kira Lo sering ke club bareng cewek, padahal itu kakak Lo. Dia kira juga Lo udah punya temen-temen di club karna saking seringnya kesna, padahal itu temen-temennya kakak Lo," Yogas membantu menjelaskan.

"Alias si Marjan dkk," sahut Dehaan.

"Gue sama Dehaan juga udah kenal sama si Marjan dkk ini," kata Yogas.

"Karna prinsip kita, temen Ace temen kita juga, begitu juga sebaliknya," Dehaan menimpali.

"Udahlah ini murni kesalah pahaman aja, mendingan sekarang maaf-maafan," ujar Yogas.

"Gue tau, semua orang bakal ngira gitu juga. Padahal mereka gak tau apa-apa, mereka cuman melihat dan menilai. Gak ada orang yang berhak menilai seseorang, karena gak ada orang yang sepenuhnya tau tentang kenyataan pahit yang dialami seseorang itu. Karena mereka gak pernah ngerasain ada diposisi itu." Ace bersuara, kata-katanya agak bijak kali ini.

"Iya gue tau, gue harusnya gak usah nyimpulin secepat itu," jawab Cessie.

"Tapi it's okay, gue maafin Lo," ujar Ace.

"Thankyou Ace," balas Cessie ketika laki-laki itu memaafkannya semudah itu.

"Nah, udahalah masalah clear! Ini cuman kesalahpahaman. Cessie udah minta maaf dan si Acey udah maafin," sahut Yogas berdiri dengan semangat yang membara.

"Cey! Lu harus berterimakasih sama kita-kita ye ga?" Kata Dehaan sambil merangkul pundak Ace. "Kalo enggak hubungan Lo gak bakal berujung sama Shanetta!"

"Cukup dengan semangkok bakso aja ya Cey," celetuk Yogas.

"Seblak lah seblak," Dehaan menyahut.

"Ternyata Lo bantuin gue ada mau nya ya!" Ace menggelengkan kepalanya.

"Yaiyalah!" Jawab Yogas maupun Dehaan kompak.

"Tapi jangan dulu deh, kawal dulu si Acey sama Shanetta sampe balikan!" Perintah Dehaan sambil berdiri penuh semangat.

"AYO KAWAL SI ACEY SAMA SHANETTA SAMPE BALIKAN!" Yogas mendukung tak kalah semangat.

Melihat itu, Ace hanya terkekeh. Lalu tiba-tiba saja, tangannya ditarik oleh kedua temannya agar mendekat ke arah Shanetta lalu mereka menyuruh Ace duduk disamping gadis itu. Rhea dan Cessie yang duduk disamping Shanetta langsung menyisi, memberikan tempat untuk Ace.

Berakhirlah mereka duduk berdua dengan canggung.

Ace menggaruk tengkuknya yang tidak gatal lalu tersenyum kikuk, "h-hai, An," sapa nya agak kaku.

"M-mmm, hai," Shanetta membalas tak kalah kaku.

"Yaelah canggung amat, yang romantisan lah kayak biasa!" Komentar Yogas.

"Mmmm, An," panggil Ace.

"Iya?"

"Eeee... Ada yang mau aku tunjukin," kata Ace lalu ia langsung berdiri. Laki-laki itu kemudian membuka Hoodie yang sedari tadi membalut tubuh Ace.

"Baca, An," setelah Hoodie itu terlepas dari tubuhnya dan hanya menyisakan kaos hitam. Ace menunjukkan kaos itu pada Shanetta agar dibacanya.

Shanetta terkejut karena dikaos itu ada foto dirinya dan diatas foto itu ada tulisan; i love you till the end, An.

Lalu Ace membalikkan badannya, dibelakang kaos itupun masih ada tulisan.

Balikan yuk, An.

Hanya tiga kata, tapi berhasil membuat jantung Shanetta jedag-jedug.

To be continued...

.

.

.

HAII AKHIRNYA AKU KEMBALI MENYAPAAA

MULAI SEKARANG AKU BAKAL UPDATE SEPERTI BIASANYA YA, KALO KOMEN UDAH NYAMPE TARGET AKU BAKALAN UP. GA BOHONG LAGI SEKARANG MAH SUER!!!

MAKA DARI ITU AYO SPAM 5K KOMEN KALO MAU UP BESOK!

KALO ENGGA YAUDAH KAPAN-KAPAN LAGI BABAY!!!

OHIYA JANGAN LUPA, FOLLOW INSTAGRAM:
@ANISHATY
@AINGLAPTOP
@SHANETTAMAURA

OK, THANKS🥰

Continue Reading

You'll Also Like

39.1K 4.8K 61
** "Eh, ini aku dulu yang lihat." "Tapi gue dulu yang ambil." "Tapi aku yang buka kulkasnya." "Kalau gitu makasih." ** "Kenalin. Dia pacar gue. Naman...
Milova By kitrin

Teen Fiction

432K 30.6K 60
"Biasanya tuh nggak begini. Biasanya lancar jaya, lah ini kok jadi deg-degan begini ya..." Milo mengacak-acak rambutnya dengan kasar. "Lo ngomong apa...
72.1K 1.7K 53
SEBAGIAN PART DI PRIVATE. SILAHKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA⚠ Proses Revisi 🗂 "BANGS*T" umpatnya, "dan lo semua bilang sama si ketos sialan itu gak usa...
6K 820 65
[REVISI] "Iya pacar pura-pura gue pinter" goda Melati "Gak usah pake pacar pura-pura juga Mel! Nyesek!" Jawab Zaka cemberut "Ya masa pacar beneran? k...
Wattpad App - Unlock exclusive features