Bismillah...
enjoyy..
****
Wanita itu berlari dengan sekuat tenaga yang ia bisa. Melewati beberapa gang juga beberapa pemberhentian bus. Nahla Fania Sania, wanita berparas cantik yang hampir ketinggalan bus untuk jurusannya. Hari ini ia bangun kesiangan dan itu merupakan kesalahan yang sangatt fatal.
"Paaa tungguu!!" Teriak Nahla
Ia tetap berteriak meski tidak akan di dengar oleh pak supir. Namun, siapa sangka ternyata usahanya tidak sia-sia bus itu berhenti.
"Makasih ya pak" Ucap Nahla sembari mengatur nafasnya.
Ia memasuki bus yang bisa dibilang lumayan penuh itu. Nahla di persilahkan duduk oleh lelaki yang sangat tampann alis nya tebal juga bulu matanya lentik. Bola mata yang berwarna hijau ke biruan melengkapi ketampanan lelaki itu.
Ia tersenyum kepada nahla lalu berkata "Satu kosong ya la" ya, dia adalah Nadir Ravindra Argana lelaki yang sangatt menyebalkan. Tetapi ia juga yang mengisi kehidupan Nahla selama 2 tahun ini.
Lelaki yang selalu mengganggu Nahla di setiap harinya namun, ia juga yang selalu ada untuk Nahla baik disaat sedih maupun senang.
"La, lusa gw bakal berangkat ke Mataram" Ucap Nadir
"Alhamdulillah berarti hari gw bakal damai tanpa elu disini" Balas Nahla dengan cengirannya.
Sebetulnya ia juga merasa kehilangan jika tidak ada Nadir ya, secara Nadir doang yang selalu bikin hari Nahla menjadi lebih berwarna eak.
Nahla memandang keluar jendela. Memeperhatikan mobil dan motor yang berlalu lalang. Dulu saat ia berada di titik terendah Nadir selalu menemaninya. Saat mentalnya benar-benar down Nadir selalu menjadi moodboster di kesehariannya.
Maka dari itu, ia tidak bisa kehilangan Nadir.
****
Makasii udah mampir ke cerita pertamakuu
jangan lupa vomentnyaaa
ditunggu lanjutannya paii
~Fayyy🦄~
YOU ARE READING
Hi, Bye Mantan!
Teen Fiction"Tanpa kita sadari ada orang yang lebih mencintai kita" - - - "Bertemu secara virtual, dan sialnya aku jatuh cinta. Mencintai hanya sekedar dengan ketikan dan suara tawa" - - - Butterfly_Busy
