"Plak"
"Braak"
Seorang gadis kecil sedang bersembunyi di balik lemari kumuh yang sudah keropos kayu nya. Gadis kecil itu mengintip dan menyaksikan bagaimana sang Ibu di perlakukan dengan sangat tak wajar. Ia benar-benar tak bisa berbuat apa-apa saat orang-orang bertubuh besar nan tegap itu mulai menjambak, menampar, bahkan menendang sang ibu yang kini hanya terkulai lemas tak berdaya sembari meringis kesakitan.
"Door"
"Door"
"Haah, haah"
Seorang gadis baru saja terbangun dari alam mimpi nya dengan keringat yang sudah berkumpul di area wajah nya.
Bahkan piama yang ia kenakan sudah sepenuhnya basah akibat keringat yang terus menerus mengucur deras.
Matanya bahkan memerah menahan tangis yang siap meledak kapan saja. Ia bergegas mengambil segelas air mineral yang ada di atas nakas lalu segera meminun nya hingga kandas. Menarik nafas dengan dalam, lalu di hembuskan, ia lakukan sampai dirinya merasa tenang
"Huuh, mimpi itu lagi." Ucap nya sendu sembari mengusap wajah.
Memperhatikan jam beker yang ada di atas nakas kamar nya, lantas melompat kaget saat melihat jam sudah menunjukkan pukul 05.42 wib.
"Oh tidak, bahkan waktu sholat subuh pun hampir berlalu, aku harus bergegas."
Dengan sangat tergesa dia langsung memasuki kamar mandi, pastinya untuk mandi sekaligus berwudhu.
Selang 10 menit gadis itu pun akhir nya keluar dari kamar mandi, sudah lengkap dengan pakaian casual nya.
Bergegas berjalan menuju samping tempat tidur-sembari membentangkan sajadah. Lantas mengambil sepasang mukenah lalu mengenakan nya.
Memperbaiki shaf, lantas si gadis tersebut langsung menunaikan ibadah sholat subuh nya, rakaat demi rakaat di lewati nya dengan Khusyu' .
"Assalamu'alaikum warahmatullah, Assalamu'alaikum warahmatullah"
Di akhiri dengan salam tersebut, selesai lah sholat subuh yang sudah di laksanakan oleh gadis itu.
⊱ ──── {.⋅ᴿⁱˢᵉ ᵒᶠ ᴹᵉ⋅.} ──── ⊰
Nama gadis itu adalah Husna. Ya, lebih tepat nya adalah Arisha Husna. Husna adalah gadis yang periang sekarang, tapi tidak dengan sebelumnya.
Biar ku beritahu satu rahasia tentang nya. Masa lalu yang terus menerus membuat nya terserang panik berlebihan, masa lalu yang terus menerus menjerumuskan nya pada luka lama, masa lalu yang selalu membuat diri nya terpuruk tak berdaya.
Masa lalu nya yang kelam lah yang membuat dia terus saja berada di ambang kepasrahan, masa lalu nya lah yang membuat ia menjadi tak percaya atas diri nya sendiri, masa lalu nya lah yang membuat ia sesal berlebihan, masa lalu yang membuat ia tak percaya akan kuasa Allah, masa lalu yang membuat ia tak percaya akan kebahagiaan yang akan di berikan Allah.
Tapi, itu tak berlaku untuk hidup nya yang sekarang.
Sekarang, Husna percaya, bahwa setiap orang memiliki porsi kebahagiaan nya masing-masing. Husna juga percaya kebahagiaan itu tidak instan. Dan Husna yakin, Allah akan memberikan dia suatu kebahagian itu, walau tak sekarang dan hari ini.
Husna-Dia telah menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelum nya.
Dia benar-benar belajar dari masa lalu nya. Jika masa lalu yang membuat nya jatuh, maka masa sekarang lah yang membuat nya bangkit. Juga masa sekarang lah yang menjadi obat dari luka lama nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
RISE OF ME
Teen Fiction"Tidak ada kehidupan yang sempurna. Karena sedih dan bahagia akan selalu hadir dan menyapa. Maka, jadikanlah sabar dan syukur sebagai penyempurna semua rasa yang ada." Sederet kalimat itu lah yang selalu Husna lontarkan saat mendapati diri nya terba...
