Awal dari segalanya

9 2 0
                                        

Assalamualaikum...
Selamat siang.

Happy reading.
Jangan lupa vote dan komen.

☘️☘️☘️

" Aaaaaaaakkkkhhhh... Mas Langit" teriak seorang wanita dari dalam kamar mandi dengan suara khasnya.

Sedangkan pria bernama Langit langsung terjengkit kaget karena mendengar teriakan istrinya dari kamar mandi, tanpa babibu pria bernama Langit itu langsung berlari ke arah kamar mandi dan mendobrak masuk kedalaman kamar mandi.

" kamu kenapa sayang? Jatuh? Mana yang sakit?" tanya Langit sambil Memegang bahu istrinya dan meneliti setiap jengkal bagian tubuh istrinya yang kini sedang berderai air mata di hadapannya.

" Mas harus tanggung jawab" jawab istrinya yang semakin membuat Langit bingung.

Karena tiada satu pun pertanyaan yang dia ajukan ke istrinya di beri jawaban, justru kini malah istrinya meminta tanggung jawab padanya memangnya dia telah berbuat salah apa! Pikir Langit.

" Iya Mas akan tanggung jawab, tapi sebenarnya kamu kenapa sayang? Jatuh atau apa?" tanya langit yang masih benar-benar bingung di buat oleh kelakuan istri mungilnya.

" Aku nggak jatuh" jawab istrinya dengan suara tersendat akibat menangis,
" Mas harus tanggung jawab karena ini" sambungnya sambil menyodorkan beberapa benda pipih ke hadapan Langit.

Dengan gerakan cepat Langit langsung meraih benda pipih tersebut dan melihatnya dengan serius dan beberapa menit kemudian dia langsung merengkuh tubuh mungil istrinya masuk kedalam pelukannya.

" ini benar kan sayang?" tanya Langit masih di selimuti rasa tak percaya.
Karena jujur saja sudah lama dia menantikan momen seperti ini, akhirnya setelah 4 tahun pernikahannya dia dapat merasakan momen wah seperti ini juga.

" masa sudah 5 Tespek Mas masih gak percaya juga" jawab istrinya masih dengan linangan air mata.

" iya Mas percaya, terima kasih sayang. Terima kasih karena telah mengizinkan dia untuk hadir di rahim kamu" ucap Langit dengan di akhiri kecupan sayang di pucuk kepala istrinya.

" sudah dong jangan nangis lagi, kita ke kamar yuk" ajak Langit karena sejak tadi istrinya masih saja meneteskan air matanya.

Sedangkan istrinya hanya bisa menurut dan mengikuti titah suaminya meskipun masih ada rasa yang berkecamuk di hati dan pikirannya.

" Mas Langit harus tanggung jawab pokoknya" ucap istrinya lagi dan lagi.

Langit sendiri merasa sedikit geli saat mendengar ucapan istrinya, karena tanpa istrinya minta pertanggungjawaban atas kehamilannya pun ya kan dia sudah bertanggung jawab atas diri istrinya bahkan jauh sebelum istrinya itu hamil.

" Mas kan sudah tanggung jawab sayang, bahkan sebelum kamu hamil juga Mas sudah tanggung jawab atas diri kamu."

" bukan itu maksudnya"
Dahi Langit langsung menampilkan beberapa kerutan karena mendengar jawaban sang istri, lalu jika bukan itu apa maksud istri mungilnya itu.

" terus maksud kamu apa sayang, Mas gak mengerti" tanya langit lagi meminta penjelasan lebih dari istrinya.

" iya Mas harus tanggung jawab, kan Mas tahu aku baru saja merintis Karier di perusahaan kakek terus kalau hamil aku berarti gak bisa kerja" jelas istrinya masih dalam deraian air mata.

Langit-nya EgaHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora