-perlu digarisbawahi, dicerita ini tidak akan ada sex scene meski ada tag 21+. Cerita hanya berfokus pada romansa yang sedikit manis, kekerasan, penganiayaan, dan pertarungan antar mafia besar.-
Ps: hapus dulu dari perpustakaan, baru kemudian ditambahkan lagi, kalau mau baca yang sudah direvisi.
-◇-
Moskow di musim dingin selalu tampak seperti lukisan yang membeku. Lampu kota berkilauan, menimpa jalanan basah yang dipenuhi salju tipis. Dari lobi butik perhiasan yang megah, Herrera Sofía Cárdenas melangkah keluar. Mantel bulu putih membalut tubuh rampingnya, sementara tangan kirinya menggenggam kantong belanja berlogo emas yang memantulkan cahaya lampu jalan.
Ia tidak sedang mencari perhatian, tetapi sulit bagi siapa pun untuk tidak memperhatikannya. Rambut hitam panjangnya menjuntai kontras dengan kulit eksotis khas Latin yang pucat sempurna di bawah cahaya lampu malam. Tatapan matanya yang tenang sekaligus dingin membuat kepala menoleh dua kali ke arahnya.
"Nona, ada hal yang harus saya beritahukan pada anda." Suara berat seorang pria berjas hitam terdengar di sampingnya. Alexei, asisten kepercayaannya, menunduk sedikit dengan sikap hormat.
Sofía menoleh, pandangannya penuh tanda tanya. Alexei segera melanjutkan dengan suara rendah dan terkontrol.
"Tuan besar memerintahkan saya untuk memberitahu Anda bahwa lusa akan ada acara penting di Bogotá. Beliau meminta Anda untuk segera kembali besok pagi agar Anda dapat menghadirinya." Jelas Alexei.
Sofía terdiam sejenak, lalu mengangguk pelan. "Katakan pada Ayah, aku akan kembali besok pagi."
Alexei kembali menunduk sopan. "Satu lagi, Nona." Katanya sedikit meragu.
"Hm?"
"Mobil jemputan akan datang sedikit terlambat." Katanya memberi tahu.
Sofía mengangkat satu alis, tatapannya bergeser tanpa benar-benar menoleh ke arah Alexei. "Mengapa?"
"Ada gangguan di Jalan Tverskaya. Andrew bilang dia akan tiba sekitar sepuluh menit lagi." jawab Alexei hati-hati.
Sofía mengembuskan napas, merasa sedikit kesal. Ia menyerahkan sebagian besar kantong belanja pada Alexei, yang segera menerima dengan senang hati. Kini Sofía hanya menyisakan satu kantong kecil di genggamannya.
"Aku akan ke toko sebelah," ucapnya datar. "Jika Andrew sudah datang, hampiri aku."
Tanpa menunggu balasan, Sofía berbalik, melangkah menuju toko kue kecil yang persis di samping butik. Aroma manis yang menguar dari dalam langsung menyergap, membuatnya teringat, sejak awal ia memang ingin mampir ke sana, hanya saja urusan di butik lebih mendesak. Kini, kesempatan itu datang, dan ia tidak ingin menyia-nyiakannya.
Namun langkah Sofía mendadak terhenti. Tepat ketika tubuhnya bersenggolan dengan seseorang. Kantong belanja di tangannya hampir jatuh, tetapi sebuah tangan besar dengan refleks menahannya lebih dulu.
Sofía mendongak.
Seorang pria tinggi menjulang berdiri di hadapannya. Rahang tegas, sorot mata abu-abu yang dingin menusuk, dan aura berbahaya yang tidak bisa disembunyikan bahkan di balik jas mahalnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ODERZHIMOST'
Romansa[21+] Herrera Sofía Cárdenas hanya ingin menikmati liburannya di Rusia. Namun sebuah senggolan kecil mempertemukannya dengan Vladislav Roman Sergeyev, pangeran mafia yang namanya mampu membuat dunia bergetar. Sejak saat itu, Sofía bukan lagi hanya s...
