Harapan itu tak akan pernah bisa hilang dari hidup kita.Karna hidup ada untuk mewujudkan apa yang kita harapkan.
***
Tak terasa enam tahun sudah Kezira bersekolah di jenjang sekolah dasar.Sekarang saat nya Kezira melepaskan kebersamaannya bersama keluarga dan para sahabatnya.
Meski terasa berat Kezira tetap menerimanya.Toh ini pun adalah keputusannya untuk pergi jauh.Lantas mengapa Kezira harus menyesalinya?
Selama sebulan ini Kezira selalu memegang erat kata kata itu.Berjaga jaga jika waktu yang tepat sudah hadir menjemputnya.Tapi,nyatanya selama itu juga Kezira merasa bimbang.Ia harus memilih antara Menetap atau beranjak pergi.
Kezira kecil memutuskan bahwa ia akan pergi saja.Seperti apa yang di lakukan sahabatnya.Tina dan Elsa.
Kezira pun sudah memantapkan niat itu sejak lama mungkin saat ia duduk di kelas enam awal.
Persetan dengan itu.Hari ini Kezira menangis tersedu sedu.Mengapa di saat sudah waktunya ia malah tak ingin beranjak pergi?Mengapa di saat sudah waktunya ia malah menangis seperti saat ini?
Sudahlah tak ada waktu memikirkan itu.Kezira yang merasa sedih pun lantas memeluk tubuh ibunya.Berniat mencari kehangatan di setiap inci nafasnya.
"Ma,Kezira ijin pergi,"ucap Kezira tak lupa dengan isakannya.
Mala selaku ibu dari Kezira pun tersenyum.Kemudian mengelus lembut pucuk kepala Kezira.
"Selagi itu baik buat zira.Mama ijinin."jelas Mala lembut.
Ia tak bisa berbuat apa apa karna ini adalah keinginannya sendiri.Mungkin di dalam ucapanya Mala seperti rela melepaskannya.Tapi dalam lubuk hatinya.Ia sama sekali tak ingin jauh dengan anak semata wayangnya itu.
Kezira masih menangis.Namun tangisan itu sudah sedikit mereda kala ibunya berucap.
Sungguh,jika Kezira bisa memutar waktu. ia ingin menarik kata katanya untuk pergi jauh.Tapi apalah daya nyatanya sekarang nasi sudah menjadi bubur.
****
Waktu berlalu,seperti sebuah ombak di tepian pantai.Kezira yang beberapa bulan lalu menangis tersedu sedu.Kini sudah tumbuh menjadi seorang anak yang mandiri.
Selama ia tinggal di pondok pesantren ini.Kezira banyak mendapatkan pelajaran berharga.Hidupnya pun mulai terjaga sekarang.
Hari demi hari banyak hal yang Kezira lalui.Kadang suka maupun duka silih berganti.Layaknya air sungai yang mengalir.
Namun selama itu,Kezira selalu bersyukur atas apa pun yang menimpanya.Apapun itu ia yakin bisa melewatinya.
Sampai sampai Allah mengiriminya sebuah sahabat.Seseorang yang Cantik yang sampai detik ini tidak pernah meninggalkannya.
Kezira tersenyum,mengingat semua itu membuat hatinya berdesir kencang.Ia tak menyangka bisa sampai di titik ini dengan begitu mudahnya.
Kezira kecil pun lantas bersujud di sela sela lamunanya.Dengan hati yang lapang ia berdoa di saat sujudnya.
"Terimakasih ya Allah,"
****
Assalamualaikum,
Apa kabar semuanya 👐
Semoga kalian suka ya
Semangat terus kalian 💞🙂
YOU ARE READING
Kezira
Short StoryKezira meyra,seorang siswi yang selalu berharap bisa dekat dengan guru nya di sekolah. Sampai suatu waktu ia tak sengaja melihat guru itu berjalan di hadapannya.Kezira yang merasa senang pun lantas berkata "Aku ingin,bisa dekat dengan guru itu." tan...
