Kim Namjoon
Pemilik perusahaan properti paling tersohor di Seoul.
•
Kang Hana
Gadis dari desa yang bisa berada di Seoul karena dijual oleh Ayahnya sendiri.
*cast akan bertambah seiring waktu
Bahasa : Semi-Baku
🔞rate : Mature🔞
Mengandung kata-kat...
¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.
Author pov.
Busan, 5:30 kst.
Matahari bahkan masih mengintip malu dari tempatnya berada, tetapi suara orang-orang di pinggir pelabuhan ini sudah terdengar riuh.
Beginilah kehidupan penduduk desa di dekat pantai, ada nelayan yang baru pulang membawa hasil tangkapannya, ada pedagang ikan yang menanti dan menata barang dagangannya,
pun ada pemilik kedai makanan yang ikut mengantri demi mendapatkan bahan-bahan masakan yang segar nantinya.
Seperti salah satu gadis yang juga sedang ikut menunggu membawa beberapa ember. Tampaknya ber-usia sekitar 20 tahunan, karena wajahnya terlihat seperti yang paling muda ketika berdiri diantara bapak-bapak dan ibu-ibu lainnya.
Kang Hana, gadis yang selama ini terlatih hidup mandiri. Karena sejak kecil, ia hanya dibesarkan oleh ayahnya, yang memiliki sikap keras dan kasar.
Contohnya seperti sekarang, saat Hana baru menginjakkan kakinya di teras depan kedai. Ayahnya sudah menunggunya di depan pintu dengan tangan dilipat di dada..
.. mengintip sedikit isi ember yang dibawa oleh Hana "Lagi-lagi kau hanya membawa pulang satu ember saja! Kali ini apalagi alasanmu, memberinya kepada nenek-nenek itu lagi?" tunjuknya pada salah satu kedai di seberang rumah.
"Bukan ayah, nelayan bilang hari ini memang cuma ada sedikit hasil tangkapan" Hana terus menunduk, tidak berani menatap lurus ke arah Ayahnya.
*plak* "Alasan saja kau ini! Kau memang selalu membawa sial di keluarga! Apa kau tidak bisa sekali saja melakukan hal dengan benar!" lalu terdengar suara tamparan sekali lagi.
Hana hanya menunduk menahan air mata nya. Sebenarnya ia juga tidak mau terus seperti ini. Hana juga sebenarnya ingin menyerah dan pergi saja.
Tapi Hana tau, ayahnya sebenarnya adalah orang baik. Hana yakin Ayahnya bisa kembali seperti dulu lagi.
Hana juga tau, kenapa ayahnya bisa berubah menjadi seperti orang yang tidak Hana kenali lagi.
*flashback on*
. . Hari ini Hana bangun sangat awal, ketika ditanya oleh Ibunya "Hei, kenapa bangun? Ini masih pagi sekali, Sayang"
"Aku sudah tidak sabar ingin pergi ke sekolah bu!" katanya dengan melompat-lompat untuk mengekspresikan rasa semangatnya.
"Begitukah? Kalau begitu bangunkan Ayah dulu, katakan kepada Ayah untuk mengambil ikan di pelabuhan lalu mengantarmu ke sekolah"
Mata gadis kecil itu jadi semakin berbinar, "Apakah aku juga boleh ikut Ayah ke pelabuhan, bu?"
Ibunya mengangguk "Karena itu cepat bangunkan Ayah sekarang juga, Ibu akan membuka kedai dulu"