Awal

14 2 0
                                        

"Woi Bayu,bayyy denger gak sih!?"

"Udahlah dia gabakal denger!" ucap Rangga kesal.

Dari tadi telinganya hampir pecah karena Radit terus saja memanggil Bayu,si manusia cuek berbadan tinggi yang selalu membawa gitar di punggungnya.

"Dipanggil temen aja gak nyaut, gimana mau dapet cewe," ucap Radit sambil menendang batu kecil yang dari tadi dimainkannya.

"Cuek cuek gitu banyak yang suka anjir."

"Yaiyalah, cewe kan demennya sama cowo cuek," balas Radit ketus.

"Hahaha ada ada aja,yaudahlah biarin,ayo masuk ke kelas bentar lagi bel."

*Sementara di Ruang Seni

"mereka marah ga ya gue cuekin," batin Bayu sambil mengeluarkan gitar dari tasnya. "Ah bodoamatlah," ucapnya tegas pada dirinya sendiri.

Bayu mulai memainkan gitarnya,petikannya terdengar lebih jelas karena ia kini hanya sendiri di Ruang Seni. Ia berniat membolos untuk jam pelajaran pertama.

"Arghh...kenapa si gue selalu mengingat orang itu," ucap Bayu sambil memasukkan gitarnya ke tas.Ia mengurungkan niatnya untuk membolos dan kembali ke kelas.

Jarak kelasnya dari Ruang seni tidak terlalu jauh, sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai ke kelas.

"Dari mana sih lu bay, kok baru dateng?" ucap teman sebangkunya Deo.

"Ruang seni," ucap Bayu dingin.

Deo tidak membalas. Deo sudah terbiasa dengan Bayu yang dingin.

Sepanjang pelajaran,Deo melihat Bayu dari tadi terus melamun.

"Kenapa sih ngelamun terus,ada yang dipikirin?" ucap Deo yang sudah dihantui penasaran.

"Ngga ada," balas Bayu singkat.

Hufft...
Deo menghembuskan nafas.
"Bodoh banget sih gue, nanya ke orang kaya Bayu, jawabannya pasti gitu lah,"
batin Deo dalam hati.

Kringgg,,,
Bel pulang sekolah berbunyi, seluruh anak pulang ke rumah masing masing. Terlihat ada yang membawa motor, mobil, naik angkot dan antar jemput orang tuanya.

Brakk!
Lisa kaget ketika buku buku yang dibawanya jatuh. Sepertinya ada seseorang yang menabraknya dengan keras. Tanpa melihat siapa yang menabrak, Lisa langsung mengambil buku bukunya yang jatuh.

"Siapa sih yang nabrak gue,semogaa kaya di film film deh, kalo ada yang nabrak,pasti cowonya ganteng" ucap Lisa dalam hati sambil membereskan bukunya.

"Maaf,tadi gue jalannya cepat cepat."
Dengan nada serak dan dingin.

Lisa langsung mengangkat kepalanya ke atas,ingin melihat wajah siapa yang menabraknya tadi.

"Bjirrrr ganteng banget," gumam Lisa sampai tidak mengedipkan mata.

"Ngapain liat gue gitu?" ucap Bayu memecahkan angan angan Lisa.

"Ah malu banget, ucap Lisa dalam hati.

"B-bantuin dong, kan lo yang nabrak," ucap Lisa gugup.

"Gabisa, gue ada urusan," balasnya sembari pergi begitu saja.

"Iss ngeselin banget sih, baru kali ini gue nemu orang kaya dia."
"Tapi ganteng, udah gitu auranya cuek, suka main gitar juga kayaknya,tipe gue banget tuh hahaha."
ucap Lisa pada dirinya sendiri.

*Di parkiran sekolah

Di parkiran sekolahnya sudah sepi, tinggal beberapa motor yang masih terpajang, mungkin pemiliknya sedang ada kegiatan.

"Eh sa gue tadi liat lu sama Bayu,,ngapain sih? Gue udah nunggu lama ni" ucap Dira kesal.

"Jadi itu tadi namanya Bayu?" ucap Lisa dengan wajah penasaran.

"Senolep apasi lu, nyampe orang terkenal di sekolah aja lu gatau, yaudah ayok pulang." balas Dira yang dari tadi sudah kepanasan.

Dengan cepat Lisa menyalakan motor dan bersiap untuk pulang.

******


Manusia cuekWhere stories live. Discover now