Dorr....dorr..dorr...
"Dek bangun dek.." teriak Satriya dari luar kamar sambil mengetuk pintu kamar Dara
"Bentaran bang, masih ngantuk nih..hoam.." jawab Dara yang masih belum sepenuhnya sadar dari alam mimpinya.
Dara dan Satriya memang tinggal berdua saat ini, papa nya sedang kunjungan di luar kota,dan mama mereka sudah meninggal setelah insiden beberapa tahun yang lalu, kini Satriya kuliah di salah satu kampus ternama di Jakarta, dan Dara sekolah di Mentari High school Jakarta.
"Ada Ajun tuh dibawah"
"Yang bener bang?" Dara terperanjat langsung bangun dari tidurnya, pasalnya Ajun jarang sekali menjemputnya ke rumah, jadi ia tidak mau ajun menunggu nya terlalu lama, Ajun adalah pacar pertama adara, mereka sudah satu tahun berhubungan, dan Ajun adalah kakak kelas Adara yang menolong Adara ketika pertama kali Adara bersekolah di Mentari.
"suruh nunggu bentar bang..." Teriak Dara, dengan cekatan, ia bersiap-siap untuk menuju ke sekolah,dasi mana sih..kaos kaki hitam juga lari kemana?jangan Sampek kak Ajun nunggu lama,... gerutu Dara dalam hati, setelah siap segera menuju kebawah.
Ia langsung menuju ruang tamu, namun ternyata kosong tidak ada seorangpun disitu, Kak Ajun mana, apa ngikut sarapan sama Abang kali ya?! Lalu ia menuju meja makan dengan senyum mengembangnya
"Bang..mana kak Ajun nya?kok ga ada?" Tanya Dara pada Satriya dengan wajah cengonya
"Udah berangkat kali, nunggu elu lama dandannya," jawab Satriya dengan santai, dengan wajah tanpa dosa
"Bang, jangan bilang lu boongin gue" tanya Dara dengan tatapan penuh introgasi pada Abang nya itu, Satriya tetap melanjutkan sarapan pagi nya tanpa menghiraukan ucapan adeknya
"Abang.... Bener-bener ya!!! Gue udah gugup banget tadi, ternyata lu boongin,sebel gue sama lu bang...sebel... banget.." Dara menjambak rambut satriya dengan emosi yang memuncak,dan akhirnya terjadilah perkelahian hebat antara kakak beradik ini, hal seperti ini bukan yang pertama,hampir tiap hari pasti ada tontonan seperti ini.
Dengan jurus jitu nya Satriya berlari meninggalkan Dara yang masih mengomel di dalam rumah, dan langsung menyalakan motornya " bang tungguin..." tapi naas Satriya telah meninggalkan nya, "ah elah..hp pakek lowbat lagi, ga bisa pesen gocar dah, alamat naik angkot hari ini.."
~~~~~~~~
"Ra..kok baru nyampek, udah mau masuk loh.." Tanya Ajun yang telah menunggu Dara di parkiran dari satu jam yang lalu
"Maaf kak, aku telat bangun terus supir angkotnya juga lama nyetirnya" jawab Adara dengan mengerucutkan bibirnya karena masih kesal dengan kelakuan Abang nya pagi ini,
"mobil kamu belum dibenerin? Terus kenapa ga bareng sama bang Satriya aja?" Ajun mengelus rambut Dara dengan lembut, Ajun tau pasti pagi ini mood Dara lagi bermasalah, Ajun menatap Dara dengan tatapan teduhnya,tersirat rasa khawatir di sana
" belum kak,aku lagi males ke bengkel, lagi pula aku bisa bareng sama Keisha ataupun Alya pulangnya, tadi aku ada cekcok dikit sama Abang, makanya aku ditinggalin, tapi aku ga papa kok kalo naik angkutan, ga masalah, kakak ga usah khawatir" Dara menatap Ajun menandakan kalau ia baik-baik saja, entah kenapa setiap kali Dara melihat Ajun, hawa sekelilingnya selalu terasa tenang, dan Dara nyaman dengan situasi ini.
hufft... Ajun mengusap wajahnya gusar, ia tak pernah tega membiarkan gadis nya berangkat ke sekolah dengan angkutan umum sendirian,"yaudah, aku antar ke kelas ayo!!" Ajun menggandeng tangan Dara dan menuju kelas Dara yang berada tak jauh dari kelas Ajun.
Di sepanjang koridor, selalu ada yang menatap mereka dengan beragam tatapan, ada yang gumush dengan ke uwuw an mereka, ada yang memandang mereka layaknya pasangan biasa, ada pula yang memandang mereka dengan tatapan iri nya, awal mereka pacaran Dara sempat risih dengan tatapan-tatapan seperti itu, namun kelamaan, ia sudah terbiasa dengan situasi seperti ini.
YOU ARE READING
Efemeral
Teen FictionKarena di dunia ini tiada yang abadi, semua akan sirna pada waktunya #Adara 03-10-20
