Aku Fiona Andria, ketika aku berpikir Tuhan sudah tak lagi bersamaku karena aku terlalu banyak menyakiti hati orang tuaku. Ketika aku rapuh dan hancur tanpa seorangpun disampingku. Ketika alasanku untuk bangkit telah tiada.
**
“Fio cepat bangun! ” suara gebrakan pintu disertai lengkingan suara selalu mengiringi pagiku.
“Iya ma! ” aku membuka mata yang terasa panas, wajar saja semalam aku baru tidur jam dua pagi, pacarku menanyakan kabarku.
“Fio udah bangun belum sih” Teriakannya terdengar lagi, Mama akan kembali ke kamarku jika aku tidak segera ke bawah dan membantunya di dapur.
“Iya ma ini juga bangun”
“Cepetan, matahari udah keliatan tuh."
Aku anak tunggal, tapi nasibku tak seperti anak tunggal bisanya yang selalu dimanja oleh orang tuanya. Orang tuaku berbeda.
Aku yang baru sampai di dapur, langsung mengambil alih pekerjaan mama, memotong wortel, entahlah masak apa dia hari ini.
“Eh Fio! Mama ada pilihan buat dikenalin sama kamu! ”
“Ahh ” darah segar mengalir dari ujung jariku, perkataan mama benar-benar mengalihkan konsentrasiku. “Ma, mau sampai kapan sih ma? Ini udah ketiga kali dalam bulan ini mama jodohin aku. Aku muak ma! ”
Raut wajah mama berubah, tatapan cerah sudah tak terlihat seperti tadi. “Ini juga demi kebaikan kamu, pacar kamu itu nggak baik buat kamu Fio, nurut sama mama! ”
“Tolong ma hargai keputusanku, aku tau mana yang baik dan nggak buat aku, aku udah bukan anak kecil lagi ma. ” tanpa sadar air mataku mulai turun. “Daripada mama malu karena aku nolak mereka, lebih baik mama berhenti, aku capek ma, tolong ngerti aku ma. ” Aku berlari menuju kamarku, terdengar teriakan mama yang seperti mengancam.
Aku meraih ponselku, aku menghubunginya. Dia yang menjadi alasan aku menolak semua pilihan mama.
“Halo? ” suara lembutnya di seberang sana, membuat isakanku semakin keras.
TBC
Masih awal nafas dulu.
:)
KAMU SEDANG MEMBACA
Positive Thinking
General FictionApa yang terjadi jika kita membantah perintah orang tua? Apa benar tuhan tidak akan bersama kita lagi? Ini aku dengan semua keputusanku tanpa mengikuti orang tuaku. Cerita ini terinspirasi dari kisah nyata.
