Zaktualizowaliśmy nasze Wytyczne Treści.
Zapoznaj się z najnowszymi wytycznymi, aby nadal bezpiecznie udostępniać historie.

1. Kejutan kecil.

300 11 3
                                        

Kinara pikir bangunan yang sudah di tinggalkannya selama 2 tahun ini akan berbeda ternyata masih tetap sama.

Hari ini Kinara kembali menginjakkan kakinya didepan rumah yang sudah ditinggalkannya. Kinara sebenarnya masih sedikit takut. Takut ketika ia pulang, ia tidak mendapat kedua orang tuany beserta kakak tercintanya dan takut jika ia akan bertemu seseorang yang sudah lama ia hindari.

Kinara sekarang bukanlah Kinara yang dulu. Jika dulu ia adalah Kinara yang manja maka sekarang ia adalah Kinara yang dewasa.

Kinara mulai menekan bel yang ada didepannya ini. Tidak lama seseorang keluar.

"Non Kinara? Astaga non.. ini beneran non... ya tuhan non sudah banyak berubah ya" kata kata itu yang keluar saat seseorang yang tidak lain dan tidak bukan adalah Bi Ina membukakan pintu.

Kinara hanya tersenyum menanggapi.

"Iya bi hehehe.. masa Kinara kecil terus sih.. oh iya mama sama papa mana bi?" Tanyanya.

"Belum pulang kerja non" jawab bi Ina.

"Kalo kak Rey bi?" Kinara sebenarnya kecewa atas jawaban bi Ina tapi ia tetap tersenyum. Padahal ia sudah bilang pada mami papinya bahwa hari ini ia akan kembali ke Jakarta.

"Anu.. mmmm.... itu den Rey blm pulang kuliah.. ah iya belum pulang kuliah.." jelas bibi dengan nada yang sedikit mencurigakan menurut Kinara.

"Oh yaudah bi.. aku bisa masuk sekarang kan masa dari tadi kita ngobrol disini sih.." Katanya dengan kekehan di akhir.

"Oh iya non.. silahkan masuk" bi Ina membuka pintu. Kinara sebenarnya bingung kenapa tadi bi Ina menutup pintu, sedikit mencurigakan memang tapi Kinara tidak mengambil pusing.

Kinara melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah yang ditinggal selama 2 tahun. Banyak sekali memori yang ada dipikiran Kinara. Mulai dari yabg sedih hingga bahagia. Kinara tersenyum tipis saat mengingat ketika ia pulang dengan mata sembab dan langsung minta pindah ke Bandung.

Disaat itu orang tuanya tidak setuju karena bagimana pun ia adalah anak perempuan tetapi Kinara tetaplah Kinara. Sehingga mau tidak mau papanya menyuruh orang membersihkan rumah mereka yang ada di Bandung. Saat kecil Kinara memang tinggal di Bandung tapi sejak masuk SMP orang tuanya memutuskan untuk pindah ke Jakarta.

Kinara melanjutkn langkahnya ia sedikut bingung kenapa rumahnya penuh dengan balon, Kinara berusaha bodo amat pada saat ia akan menaiki tangga.

Kinara mendengar suara orang orang yang ia rindu kan. Ia berbalik dan melihat disana ada mami, papi, dan abangnya. Ia melihat maminya yang memegang kue. Kinara berjalan mendekati mereka.

"Anaknya papa makin gede aja ya.. sini sayang peluk papa dulu baru peluk yang lain" Kinara langsung menghaburkan pelukan kepada papinya. Papanya bernama Nando Johnshon Smith.

Jangan salahkan Kinara jika ia menangis. Salahkan saja air matanya yang keluar begitu saja.

Setelah dirasa cukup Kinara melepaskan pelukannya dan menuju maminya yang memegang kue ia langsung mengambil kue dan memberikannya kepada kakaknya. Rey yang siap langsung menerima kue tersebut.

Kinara langsung berali pada mamanya yang tersenyum, ia menarik mamanya kedalam pelukannya. Mamanya bernama Naura Devianti Smith Ia tidak peduli dengan papa dan kakaknya yang terkekeh yang sekarang ia pikirkan adalah bagaimana cara agar rindunya terbalas. Setelah dirasa cukup ia melepas pelukannya dan berbicara.

"Aku kangen mama" katanya dengan senyum bahagia.

"Kakak gak nih?" Tanya Rey.

"Kangen.. sini peluk" Kinara langsung menghambur pelukan ke kakaknya setelah kue itu diberikan kepada maminya. Kanira rindu semua tentang kakaknya. Ia rindu jahil kakaknya, perhatian, pokoknya semua tentang kakaknya Karina rindu. Nama lengkap abang Karina adalah Reynard Vando Smith.

KENARAOpowiadania do pokochania. Odkryj je teraz