Seorang lelaki tengah berjalan menuju kelasnya. Dia ingin mengambil uang sakunya yang tertinggal di dalam tasnya. Namun, di saat dia di ambang pintu kelas, dia dikejutkan dengan sebuah isakan yang dia ketahui berasal dari dalam kelasnya. Seperti isakan dari seorang perempuan.
Apakah ada kunti disiang bolong?
Hahaa ,,, lelucon macam apa 'itu?
Lelaki ini mencoba menghilangkan pikiran negativenya dan memberanikan diri untuk mengedarkan pandangan kedalam kelas. Dia melihat sekeliling dan terkejutnya dia sama sekali tidak melihat perempuan, namun dapat mendengar suara isakan yang kini berubah menjadi tangisan kecil.
Melangkahkan kaki memasuki kelas mengumpulkan kekuatan iman, raga, dan batin. Ia memasuki kelas dan melihat sekeliling taklupa meramalkan berbagai macam doa didalam hatinya.
''Hiks hikss.''
''Ada orang?'' tanyanya sambil membuka menutup matanya dengan tangannya. Namun, dia tidak melihat apa-apa didalam kelas ini. Pertanyaan yang dia lontarkan pun tak kunjung mendapat jawaban.
Langkah demi langkah dia mendekati bangkunya yang berada dijejeran tengah paling belakang. Tentu saja dengan tekat yang kuat. Dengan penuh keimanan dia mengambil uang.
''Lu ngapain disini?''
''Ha ha han-tuuuuuuuu!!!'' Teriaknya dan berlari tak tentu arah.
Brak!
Suara hantaman keras membuatnya kesakitan. ''Arghhh!!''
Dia merasakan seseorang tengah mendekatinya.
''Bismillahirrahmaanirrahiim.''
''Yaasyiinn.''
''Eh salah, allaahulaa ilaaha illaa huwal--''
''Lu kenapa?'' tanya seseorang yang lelaki itu yakini adalah seorang cewek. Lelaki itupun membuka matanya dan menemukan seorang gadis.
''Lu kenapa?'' tanyanya sekali lagi.
''Lu bukan kunti kan?''
-Antara ego dan perasaan-
YOU ARE READING
Antara Ego dan Perasaan
Romance"Aku mencintainya namun, dia mencintai sahabatku." °°°°° Seorang siswi baru berparas cantik berhasil memikat hati seorang lelaki yang terkenal friendly dan tertutup. Perlahan tapi pasti, seiring berjalannya waktu keduanya mulai dekat. Namun, cinta y...
