"Rasa cinta itu wajar saja terjadi, namun orang terbaik adalah orang yang mampu menahan rasa cintanya sampai allah mempersatukan"
Suasana Desa yang masih sangat asri ditambah pemandangan sawah menguning, gunung hijau rindang, pepohonan besar, petani petani pergi ke sawah untuk memanen.
Nur memandangi nya dengan tatapan kagum dan senang lewat kaca mobil yang ia tumpangi, seakan dia takjub.
"Ummah, kayak nya aku bakal betah deh tinggal disini, Suasana nya.. Masya Allah bagus dan adem gitu" ujar Nur dengan nada senang nya sambil melihat lihat dari kaca mobil.
"waduh, belom tinggal aja udah ngomong betah,, alhamdulillah, berarti ummah ga salah milih tempat kan?" tanya ummah sambil fokus menyetir mobil.
"iya ummah, ummah ga salah lagi kok" jawab cahaya sambil tersenyum lebar dan kembali memandangi tempat tempat yang ia lewati.
ummah hanya tersenyum bahagia melihat anak nya sebahagia itu. Mereka pun lanjut menuju rumah yang rencana nya akan di tempati mereka sekarang.
****
Perjalanan jauh akhirnya telah berakhir. Nur dan ummah nya sampai di tempat tujuan. Mereka bergegas turun dan mengeluarkan barang barang dari garasi mobil untuk di pindahkan ke dalam rumah barunya.
"kring kring" suara sepeda seakan menyapa Nur dan ummah nya. Nur pun menoleh dengan heran,ia melihat pemuda berpakaian dalang dan memakai blangkon di kepalanya menghampiri dirinya. Nur hanya tersenyum menyautnya.
"assalamu'alaikum, maaf kalau mengganggu, mbak warga baru disini?" tanya pemuda itu dengan sopan dan sambil menundukkan kepalanya sedikit.
"ah iya mas, ada yang bisa saya bantu?" Jawab Nur dengan heran.
" iya mbak, ini saya membawakan surat dari lurah untuk mbak, oh iya nama mbak Khadijah Laraswati Digdoyo?" Tanya lagi pemuda itu sambil melihat isi berkas yang ia bawa.
"Itu kan nama ummah?"umpat nur dalam hati.
"ohh itu nama ibu saya mas, bentar saya panggilin" jawab Nur sambil mencari ummah nya.
pemuda itu hanya bisa tersenyum dan mengangguk menandakan iya .
Nur mencari ummah nya. ia cari di sekitar rumah tak ada tanda tanda ke beradaan ummah, Dengan khawatir Nur mencari di dalam rumah baru nya. setelah di depan pintu, ternyata pintu tersebut sudah terbuka, dengan cepat Nur masuk dan menemukan ummah tergeletak pingsan di ruang tamu tersebut.
Sontak Nur kaget dan teriak minta tolong. pemuda yang berada di garasi rumah tersebut langsung bergegas kedalam rumah.
"ada apa mbak?!" Tanya pemuda itu.
" Tolong mas, ibu saya pingsan, saya ga tau tadi pingsan karena apa , pas saya masuk, ibu udah tergeletak disini" jawab Nur dengan nada khawatir dan hampir mengeluarkan air mata.
" Ya sudah mbak, kita pindahkan ke kamar dulu, nanti saya cari bantuan" ujar pemuda sambil membantu mengangkat tubuh ummah yang pingsan tersebut.
setelah di pindahkan, pemuda itu langsung bergegas memanggil dokter. karena Tempat nya tidak jauh dari rumah Baru Tersebut, dengan hitungan menit, dokter pun datang dengan membawa peralatan medis seadanya.
dengan cepat dokter tersebut memeriksa keadaan ummahnya yang sedang pingsan.
"Gimana dengan ummah saya dok?" tanya Nur dengan nada khawatir dan mengeluarkan sedikit air mata.
"Ibu mbak hanya kecapean, mungkin si ibu kurang istirahat akhir akhir ini, saya sarankan 2 atau tiga hari, si ibu jangan di paksa mengerjakan pekerjaan rumah yang berat,dan juga saya kasih obat vitamin biar daya tahan si ibu terjaga." jelas dokter sambil membereskan alat medis nya.
YOU ARE READING
"Pengorbanan Cinta demi Negara"
Teen FictionNur langsung menaruh buku, tiba tiba Nur tersandung kaki kursi yang berada di samping nya, sontak nur kaget dan terjatuh, Cokro yang berada di depan nya langsung menopang Tubuh nur agar tak terjatuh ke lantai. Tangan mereka saling berpegangan,Nur b...
