Hallo Readers, aku datang dengan membawa cerita baru nih ^^
Eits. . . Tapi hati-hati ya, karena cerita ini bertema 21+
Dan, aku juga ingin memberitahu kalian, untuk selalu berkomentar dengan menggunakan Bahasa yang Baik dan juga Sopan, walaupun komentar itu ditujukan untuk para tokohnya. Jadi, kalau misalnya nanti aku melihat, ada yang berkomentar dengan tidak menggunakan, bahasa yang baik dan juga sopan, maka jangan marah, kalau aku bakal hapus komentar tersebut
Dan selamat membaca ^^
______________________________________
"Arghhhhhhh sshhhhhh Dae Won"
"Aahhhhh yeahhhhhh Dae Won"
"Assshhhhhhhh lebih kuat Dae Won"
Aku langsung meremas sebuah gelas kosong, yang berada di dalam genggamanku, saat mengingat kejadian menjijikkan, sekaligus menyakitkan itu.
Sungguh, aku masih tak menyangka, jika Dae Won tega melakukan hal tersebut padaku. Padahal, aku sangat mencintainya, dan selalu ingin bersama dengannya.
Ya, hari ini hubunganku dengan Dae Won, baru saja kandas. Karena tadi aku tak sengaja, melihat dirinya yang sedang menghisap payudara, dari seorang model. Melihat hal tersebut, tentu saja membuatku langsung begitu marah, bahkan murka. Hingga akhirnya, aku memutuskan Dae Won begitu saja, walaupun aku masih begitu mencintainya.
Bahkan, niatku untuk mengundurkan diri dari perusahaannya pak Kwang Ho, malah menjadi batal. Karena sehabis memutuskan Dae Won, aku langsung pergi begitu saja, dan pulang ke apartementku.
"Hey, kenapa malah melamun?"
Aku pun langsung menoleh saat mendengar suara tersebut, dan dapat kulihat, seorang pria berwajah Korea, yang sedang berdiri di sebelahku.
Segera kugelengkan kepalaku, dan memalingkan pandangan ke depan, "Ah, tidak apa-apa" jawabku.
"Bolehkah aku duduk di sebelahmu?" tanyanya.
"Iya, silahkan" jawabku, sambil mengganggukkan kepalaku, tanpa menoleh ke arahnya.
Tanpa mengatakan apa-apa lagi, ia pun langsung mendudukkan tubuhnya, di sebelahku. Lalu ia berkata, "Jika kulihat, sepertinya kau sedang memikirkan sesuatu. Apakah benar?".
"Iya benar" jawabku acuh, sambil menatap ke arah lantai dansa.
"Dan, kau memesan whiskey?" ujarnya, sehingga membuatku langsung menoleh ke arahnya.
"Iya, karena aku sengaja ingin mabuk" jawabku dengan datar, sambil mengganggukkan kepalaku.
Segera ia beralih menatapku, dan berkata, "Kalau aku boleh tahu, masalah apa yang sedang kau hadapi? Sampai-sampai kau ingin mabuk seperti ini".
"Aku baru saja putus dengan kekasihku" jawabku, sambil memalingkan pandanganku.
Mendengar jawabanku, membuat pria itu langsung menghela nafasnya dengan kasar, "Pantas saja, kau ingin mabuk. Pasti, karena kau ingin melupakan mantan kekasihmu itu, kan?" ucapnya, dan hanya kujawab dengan anggukkan saja, sehingga membuatnya kembali menghela nafasnya, "Kalau begitu, bagaimana kalau kita berdansa saja? Ya. . . Mungkin saja, dengan berdansa kau bisa melupakan masalahmu sejenak" sambungnya.
"Berdansa?" tanyaku, sambil menoleh ke arahnya, dan mengerutkan dahiku.
"Iya, berdansa" jawabnya, sambil mengganggukkan kepalanya.
Aku pun langsung memalingkan pandanganku, dan berpikir sejenak. Sebenarnya, ide pria ini boleh juga. Dan mungkin dengan berdansa, aku bisa melupakan kejadian tersebut.
YOU ARE READING
Stuck With Him
ChickLitWarning : Adult Content! 🔞 "Aku tidak mengerti dengan perasaan ini, di satu sisi aku begitu membencinya. Tapi di sisi lain, aku masih sangat mencintainya, dan tetap ingin bersama dengannya" - Daveeka Setelah memutuskan mantan kekasihnya, Daveeka ma...
