RL||prolog

263 113 52
                                        

Arsen Pov

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Arsen Pov

Sudah dua tahun semenjak lulus kuliah, aku dan Calvin mendirikan perusahaan yang diberi nama Cars Technology ini, namanya adalah penggabungan dari namaku dan Calvin.

Meski baru sebentar tetapi aku dan Calvin bangga karena telah berhasil melewati banyak rintangan.

Oh ya ... Aku adalah Bos dari Cars Techno, walaupun modalnya dari Calvin tetapi ia memilih untuk menjadi bawahanku saja. Calvin bilang, ia tak bisa menjadi pemimpin, berhubung aku selalu menjadi ketua Osis dan saat kuliah menjadi ketua BEM, Calvin memutuskan untuk menjadikanku Boss diperusahaan Cars Techno.

Begitulah awal terbentuknya perusahaan kecil ini, lalu kami mulai membuka lowongan pekerjaan untuk Fresh Graduate.

Pertama Axel, S1 jurusan IT. Axel adalah teman kuliahku dan Calvin dulu, tiba-tiba ia meminta pekerjaan padaku karena Axel tau aku dan Calvin membangun perusahaan sendiri.

Kedua Abigail, Fresh graduate jurusan ADM.

Ketiga Jeff, Fresh Graduate jurusan Rekayasa Perangkat Lunak.

Keempat Ratu, lulusan S1 Multimedia.

Kelima Vanesha, lulusan S1 Perkantoran.

Dan yang terakhir Calvin, dia tetap bawahanku bukan?

Calvin adalah lulusan S1 Designer Graphis.

Lalu aku? Yang pasti bukan jurusan Tataboga.

Aku sendiri lulusan S1 Bussiness.

Staf ku memang hanya ada 6 orang, tetapi aku bersyukur karena mereka mau bekerja sama denganku dari nol.

Ngomong-ngomong, Calvin belum membayar uang sewa bulan ini. Tabunganku sudah terkuras dan tersisa sedikit untuk membayar tagihan listrik Apartemen. Meskipun dibayarkan, itu tidak akan cukup.

Sialnya, tiba-tiba ATM Calvin diblokir Papanya, padahal kalau dipikir-pikir uang di ATM Calvin adalah uang jajan yang ia kumpulkan sejak kuliah semester 4 hingga lulus.

Aku dan Calvin saling tatap, kami bingung harus bagaimana? Si bodoh Sanders itu kekeuh, kami harus membayar uang sewa nya besok. Calvin sudah membayar uang sewa nya selama 2 tahun, apakah tidak bisa memberi waktu sedikit untuk kami mengumpulkan uang? Toh, kalau ada juga kami langsung membayarnya, selama 5 tahun kalau perlu, jadi kami tenang dalam bekerja.

"Papa gue jahat, masa dia bilang gue gaboleh pake uang jajan gue sendiri? Apa-apaan dia? Annoying banget." Calvin terus mencibir Papanya.

Aku hanya diam dan bingung, Papa Calvin begitu karena Calvin tidak mau mengelola perusahaan Papanya. Seperti yang tadi aku katakan, Calvin tidak bisa menjadi pemimpin. Kalau bisa mungkin dari dulu dia yang jadi Bos di Cars Techno ini.

"Jadi gimana nih?" tanya Calvin.

Aku mencoba mencari cara agar bisa membayar uang sewa nya besok.

Tiba-tiba aku terpikir untuk melakukan sesuatu, mungkin ini sedikit menyebalkan untuknya, tapi bagaimana lagi? Kali ini aku harus menyelamatkan perusahaan yang sudah lama aku dan Calvin dirikan.

"Bilang sama mereka gausah khawatir. Tetap bekerja dengan tenang, gue yang urus masalah ini." ucapku sambil keluar ruangan.

Sepertinya Calvin masih melongo, anak itu memang hobi sekali menunjukkan ekspresi konyol didepanku.

Lantas bagaimana kisah Arsen selanjutnya? Apa ia berhasil menjadi pemimpin yang baik untuk mereka?

Kemudian bagaimana dengan kisah cinta nya? Akankah Arsen mampu melewati berbagai macam rintangan demi mendapatkan cinta sang pujaan hati?

Swipe up for more!































Hi guys jangan lupa add cerita ini ke reading list kalian yaa:) semoga kalian suka dan menikmati cerita ini.

Hi guys jangan lupa add cerita ini ke reading list kalian yaa:) semoga kalian suka dan menikmati cerita ini

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Remember Love || [Revisi]Stories to obsess over. Discover now