Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

Kerjaan siapa?

96 19 9
                                        

"Tuan putri gue mohon sama lo jangan jahat sama gue. Gue ngga salah apa-apa sama lo. Dia juga ngga salah, yang salah itu Matahari. Kenapa ngga nongol-nongol. Please.... balikin!"

"Udah gue buang."

"Dimana?"

"Tong sampah."

"Kenapa lo buang? Dia ngga salah tuan takur, yang salah itu Bulan. Ambilin dong?" rengek cewek itu.

Wah.. Minta di perpanjang ini cewek masalahnya. Tadi bilang Matahari yang salah, sekarang Bulan. Besok-besok ular yang salah karna udah makan katak.

Busyetdah...

"Udah bau soalnya. Gue kagak tahan. Jadi gue cuss buang gitu di tong sampah."

"Oh Tuhan..... Sepatu FILA gue."

Kali ini aku berulah lagi dan lagi. Rasanya hari tanpa usil itu hambar. Sama kayak kehidupan kalian hambar tanpa cinta, yakan?

Nama ku Melon Meat, kadang teman sekelas memanggiil ku Meat. Tapi kalau Lee Min Hoo yang manggil sebutan nya berubah jadi sayang. Jangan iri loh, aku pernah bertemu Lee Min Hoo di dalam drama yang ia bintangi. Jangankan bertemu memimpikan dia pun aku pernah, mungkin kalian tidak!

Ok. Cukup untuk nama, sekarang postur tubuh ku yang paling kenyal dari sisi manapun. Kalian harus tau, pipi empuk yang ku miliki se-empuk daging kurban. Yah, sesuai nama. Meat arti bahasa inggris nya daging, mungkin Mami melahirkan aku pada saat kurban daging, dan sapi nya mungkin sehat. Jadi daging nya empuk deh kayak pipi ku.

Kenapa daging? KEPO sis. Aku itu walau lama ngejomblo tapi tetap kenyal, empuk, seperti Meat alias daging.

Seisi sekolah tau bahwa aku, cewek cantik tapi jail. Hobi nya jahil pada semua benda hidup, terkecuali benda mati. Aku sendiri tak pernah peduli mau dari kaum muda hingga lansia. Habis mereka semua ku jahili.

"Eh cowok ganteng. Tuh gebetan lo ngajak jalan katanya," ucap ku ketika melihat target celingak-celinguk di ambang pintu kelas nya.

"Gebetan gue? Serius dia ngomong gitu sama lo? Lo siapa nya?"

"Gue kakak angkat dia. Udah lo datengin aja, dia nunggu di parkiran katanya."

"Ok makasih."

Aku mengangguk merasa menang, "Rasain. Emang enak gue kibulin."

Aku tertawa renyah. Target kaum muda sudah ku jahili dan masuk perangkap. Sekarang giliran yang tua. Serasa ada yang kurang di dalam hidup kalau belum menjahili orang lain. Dan itu tadi salah satu cara aku menjahili kaum muda. Sekarang giliran yang tua. Liat saja apa cara yang ku keluarkan untuk aksi selanjutnya.

Sekarang aku telah berdiri tepat di depan seorang bapak yang sedang memarut es batu menggunakan alat kuno. Merk jualan nya itu, pas di baca di grobak yang bapak gunakan tertulis " Es Nona ". Es batu nya di parut dengan perjuangan dan kerja keras bercampur peluh, di kasih susu, terus apalagi aku tak pernah tau nama yang aneh-aneh, selain susu dan coklat.

"Pesan tiga ya pak!"

"Jangan kasih es batu, jangan di beri susu, jangan kasih itu.. Terus itu.. Terus semuanya jangan di kasih."

"Lalu mbak, mau pesan apa?"

"Ngga jadi pesan pak."

"Loh mbak. Gimana sih?"

"Sampai jumpa pak!"

Ibarat nya yah! Aku itu hanya numpang berteduh di sana. Karna bapak yang menjual Es Nona memakai payung yang lumayan besar untuk menampung tubuh ku sementara, sedangkan aku hari ini tidak menaiki mobil pribadi. Saat ini aku sedang menunggu angkutan umum, lumayan dapat tempat berteduh sebentar kan?

Melon Dan CalonStories to obsess over. Discover now