"Ikhlas itu sulit tapi kalau nggak ikhlas itu sakit... Jadi lebih baik berproses melewati kesulitan daripada terus-menerus menahan rasa sakit... Belajar melepaskan harap dan menerima rencana-Nya... Hingga Allah mengganti kesulitan dan rasa sakit dengan bahagia."
In Syaa Allah... Believe?
--------❣️❣️❣️❣️---------
Happy Reading...
Humaira Rhisa Nur Al-Basir, yang sering dipanggil dengan sebutan Humaira. Humaira wanita cantik yang memiliki kelembutan hati membuat para kaum Adam diam-diam mengagumi-Nya akan akhlak-Nya. Humaira adalah wanita Sholeha, Putri dari kiyai Besar di sebagian Kota Jakarta sekaligus guru di Pondok Pesantren Hussein Mutahar. Beliau bernama Faruq Abdul hafiz lebih tepatnya Humaira memanggil dengan sebutan Abi Faruq. Sedangkan, Ummi-Nya bernama Hana Khairunnisa seorang Ustadzah yang biasanya mengisi kajian musyawarah Ibu-ibu dimasjid.
Humaira juga memiliki seorang Kakak dan Adik yang saling menyayangi satu sama lain. Seorang kakak yang selalu mendampingi Humaira setiap saat. Ia bernama Kharisa Mashidatus Husna, Putri pertama dari Abi Faruq dan Ummi Hana. Dan adiknya yang bernama Aqila Azizatus Zahra, usia yang tak jauh dari Humaira kakak ke-2 nya. Mereka bertiga Memiliki kesamaan perbandingan usia, Kharisa yang kini menginjak Usia 21 th dan Humaira kini menginjak usia 19 th sedangkan adik bungsu-Nya Aqila berusia 17 th.
Namun, Allah telah mengubah segalanya. Keharmonisan yang dulu selalu terpancar kepada sang kakak adik kini telah tergantikan menjadi kesedihan bagi Kharisa. Kharisa harus rela melepaskan pria yang sangat ia cintai bahkan berharap suatu saat ia lah yang akan menjadi pendamping hidup nya. Namun, Allah tidak meridhoi nya untuk hidup semati dengan kekasih-Nya itu. Adanya permasalahan itu, membuat Humaira meratapi kesalahan besar yang ia lakukan kepada sang Kakak-Nya yaitu Kharisa. Ia telah menikahi kekasih kakak-Nya sendiri.
~~~❤️❤️❤️~~~
"Bagaimana apa kamu mau menerima perjodohan ini, nak?" Tanya Abi ketika semua keluarga berkumpul diruang tamu untuk menyaksikan jawaban Humaira.
"Tapi, mengapa harus Humaira yang dijodohkan? Apakah Humaira akan melangkahi Kak Kharisa juga, kelak?" Ucap Humaira menatap Kharisa yang tengah berdiam seribu bahasa, tak ada kata sepatah pun yang keluar dari mulut Kharisa.
Kharisa pun menghembuskan nafasnya secara perlahan dan membalas tatapan Humaira, Kharisa tersenyum manis "Humaira, Kakak tidak apa-apa jika kau akan menikah terlebih dahulu. Kakak juga harus menyelesaikan cita-cita Kakak" Ucap Kharisa sembari menangkup wajah Humaira dengan kedua tangannya dan tersenyum manis kearah Humaira.
"Apa Kak Kharisa yakin?" Tanya Humaira memastikan.
Deg...
Hati Kharisa seakan teriris, ketika mendengar ucapan 'yakin'. Tetapi, jika Kharisa bilang tak yakin maka hati sang adik lah yang akan terluka, dan itu takkan pernah Kharisa biarkan. Biarlah Ia yang menanggung semua luka-Nya.
"In Shaa Allah, Kakak yakin dan ikhlas" Humaira tersenyum dan memeluk erat kakak nya. Ia sangat bersyukur dianugerahi seorang Kakak dan Adik yang sangat menyayangi-Nya.
"Baiklah Abi, Jika memang ini yang terbaik buat Humaira In Shaa Allah aku siap menerima perjodohan ini" Ucap Humaira membuat semua keluarga yang ada diruang tamu tersenyum bahagia terutama Abi dan Ummi-Nya. Namun, ini juga kehancuran bagi Kharisa. Pria yang selama ini ia selipkan namanya dalam doa disepertiga malamnya ternyata adalah jodoh Adiknya. Selama ini ia telah menjaga jodoh sang Adik.
"Alhamdulillah, Nanti malam pertemuan silaturahmi dengan keluarga Fahri yaitu Calon suami-Mu" Ucap Abi.
Humaira tersipu mendengarkan ucapan Abi nya yang akan bersilaturahmi dengan Keluarga calon suami-Nya.
YOU ARE READING
Takdir Cinta
Teen FictionSesampai didapur, tangisan Kharisa pecah hatinya sangat terluka melihat semuanya. Menyaksikan sang adik yang akan dikhitbah oleh Fahri kekasih yang sudah 3 th menemani hidup-Nya. Kharisa terduduk lemas dilantai sembari memeluk lututnya dengan kedua...
