"Lun, cepetan, udah beres blom?" Tanya seorang laki² yang sedang membawa tas besar di depannya.
"Ini dikit lagi, sabar dulu sebentar" ucap seorang gadis yang kini tengah memasukkan barang² nya ke dalam sebuah tas besar.
"yaudah gue sma yang lain tunggu di bawah. Jangan lama lama lo" balas sang pria lalu pergi, Yang di bals sang gadis dengan deheman.
Namanya Aluna Natasya Brawija. Gadis yang ga soft dan ga tomboy. Gadis yang terkesan cuek tapi b aja.
Anak dari pasangan Alardo Brawija dan Atasya Casey Brawija. Mempunyai saudari laki laki yang lebih tua 3 tahun dari nya dan saudari perempuan yang berbeda 4 tahun dari diri nya. Altas Egara Brawija dan Alika Natasya Brawija.
Kini, aluna sudah selesai mengemasi barang² nya ke dalam tas yang sangat besar bagi nya.
Lalu ia pun turun dari lantai atas menuju halaman depan.
Saat akan menuju halaman, ia melihat ruang tamu dan dapur benar2 telah kosong, bagai di telan bumi saja rasanya.
Ya, Aluna dan sang keluarga akan pindah entah kemana, Papa nya bilng, tidak terlalu jauh dari rumah lama nya, jadi Ia tak perlu pindah sekolah.
Saat sudah mengunci pintu utama rumah itu. Ia segera berlari menaiki mobil keluarga yang sudah menunggu nya sejak tadi.
Baru saja Ia masuk, sudah di hadiahi tatapan menghunus dari sang kakak dan adik nya.
Sedang kan yang dilihat hanya memberi tatapan bingung nya.
"Lama bnget tau gak!" Ujar Sang adik, Alika.
"Tau nih. Kelamaan lo!" Lanjut Altas sinis.
"Ya, sorry kali. Gila aja gue bawa tas sebesar itu lari. Yng ada gue ketimpa tas yang berat nya melebihi tubuh gue" balas Aluna tak kalah sinis.
"Udh sih kalian, ini juga udh jalan kita nya" ujar Sang Bunda Atasya.
"Lagian ya Bun, kita sebenar nya mau pindah kemana sih. Bikin repot aja tau" ujar Alika kesal.
"Pokonya ada deh, ga terlalu jauh juga dari sini. Yang pasti kalian bakalan suka" jawab sang Bunda riang.
Alika yang sudah kesal hanya bisa berdehem menanggapi.
Sedangkan Aluna hanya mendengar, tak berniat untuk bergabung. Dan juga Altas sedang fokus menyetir. Sang Ayah sudah sampai di sana kata nya.
30 mnt berlalu, akhir nya mereka sampai di perumahan yang terkenal akan kemewahan nya. Hmm wajar sih. Holkay_-
"Al, ayo bangun. Sudah sampai" panggil sang Bunda dgn menggunjangkan tubuh Aluna.
Aluna yang terbangun, tersadar lalu mengucek mata nya sambil menguap lebar. "Udah sampe ya?"
"Iya, ayok masuk" ajak sang Bunda.
Aluna pun akhir nya turun dgn mata yang masih menahan kantuk nya. Ia pun mengambil barang² nya di dalam bagasi mobil yang di bantu Pak Adi, selaku penjaga rumah baru nya.
"Trima kasih pak" sopan Aluna. Yang di balas senyuman oleh Pak adi.
Aluna melihat Bunda dan Ayah nya sedang mengobrol dgn salah satu satpam di komplek, lalu menghampiri mereka dan meminta izin untuk masuk duluan.
Sedangkan sang adik dan sang abang sedang selfie² di halaman rumah baru nya. Memang sangat eksis adik dan abang nya itu.
Aluna yang tak bisa menahan kantuk nya, langsung memasuki rumah baru nya, dan berucap salam.
Setelah nya, dia naik ke lantai 2 dan mencari kamar nya. Ayah nya bilang, kamar² di rumah ini sudah di bereskan, jadi mereka tinggal menempati saja, hanya baju² dan peralatan pribadi yang mereka bereskan sendiri.
YOU ARE READING
Gengsi [on going]
Teen Fiction[BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA!] Ini bukan tentang permasalahan anak broken home yang kesepian lalu jatuh cinta. Ini cerita tentang Aluna si gadis cuek yang bertemu sesosok laki-laki irit berbicara seperti Arkan. Memiliki gengsi yang terlalu ting...
![Gengsi [on going]](https://img.wattpad.com/cover/244690459-64-k517125.jpg)