Episode 1 : Cops, Drugs and Blood

31 8 1
                                        


Pagi hari yang cerah Eleazar dan timnya masih membahas kasus sebelumnya, mereka masih tidak percaya bahwa ada orang tua yang sangat kejam dan membuat anak menjadi seorang pembunuh namun obrolan mereka terpotong karena Astrid tiba - tiba masuk ke dalam ruangan dan mengatakan bahwa mereka mendapat kan kasus baru "guys, kita mendapatkan kan kasus baru" Katanya dan mereka pun bergegas menuju ruang briefing.
Diruang briefing Astrid menjelaskan kasus yang akan mereka selidiki kali ini "Pagi ini seorang tuna wisma menemukan sesosok mayat laki - laki dan mayat tersebut menggunakan baju dinas kepolisian namun kita belum mendaptkan informasi apakah mayat tersebut benar-benar polisi atau bukan", " Baiklah Aku dan Sam akan pergi ke kantor kepolisian New York, Rizo, Akan dan Shi Qi pergilah ke tkp untuk mencari beberapa petunjuk lain yang mungkin tertinggal disana.Hobs dan Mary kalian periksa saksi-saksi yang mungkin melihat kejadian pembunuhan tesebut dan Astrid, aku ingin kalian mencari informasi tentang korban kita" Perintah Eleazar lalu mereka pun membubarkan diri.
Di TKP Rizo, Akan dan Shi Qi langsung memeriksa mayat dan sekeliling tkp, "3 tembakan dikepala namun 1 tembakan berada di belakang dengan posisi agak ke atas" Ujar Shi Qi memeriksa mayat tersebut, "Seperti di eksekusi?" Tanya Akan lalu di jawab oleh Shi Qi "Sepertinya begitu tapi aku belum yakin" Dan tiba - tiba Rizo memanggil "Guys, aku menemukan sesuatu katanya lalu Shi Qi dan Akan mendatangi Rizo untuk melihat petunjuk yang ditemukan oleh Rizo.Disana Rizo menemukan sebuah tulisan di dekat tong sampah tidak jauh dari tempat mayat tergeletak yang bertuliskan " Kalian akan membayar semuanya", Rizo juga menemukan 3 buah bekas selongsong peluru di dekat korban dan juga melihat sebuah kamera CCTV di ujung lorong yang mengarah kepada korban.mereka pun membawa Jenazah dan bukti-bukti di tkp ke lab untuk diperiksa lebih lanjut.Di kantor kepolisan New York Eleazar dan Sam bertemu dengan kepala polisi disana dan kepala polisi mengatakan bahwa benar yang tewas di tkp adalah anggotanya yang sedang patroli malam, kepala polisi juga meminta agar Intelejen membantu kepolisian dan menangkap pelaku yang membunuh anggotanya tersebut. Karena tidak mempunyai petunjuk apapun mereka kembali ke kantor untuk mendiskusikan lagi langkah apa yang akan mereka lakukan."saat penembakan terjadi tidak ada satu pun orang disana, hanya ada satu orang saksi yang mengatakan dia mendengar suara tembakan namun dia tidak berani untuk memeriksanya" Ujar Hobs, "Selain Selongsong peluru, CCTV dan tulisan di dekat tong sampah kita tidak mempunyai petunjuk apapun" Kata Eleazar memotong lalu Astrid datang dan berkata "Aku juga sudah memeriksa CCTV namun tidak menemukan apapun selain korban yang sudah tergeletak karena saat kejadian ditempat itu memang sedang terjadi pemadaman listrik." namun Rizo terlihat sedang memikirkan sesuatu lalu Eleazar bertanya kepadanya "Apa yang kau pikirkan" Lalu dijawab oleh Rizo "aku memikirkan tulisan yang ada di tembok itu, apa maksud dari kata-kata itu, apakah si penembak mempunyai dendam dengan polisi atau kah hanya untuk mengelabui polisi?" Dan tiba-tiba radio polisi yang berada di ruangan itu berbunyi "10-33(Keadaan darurat) saya ulangi 10-33 (keadaan darurat) terjadi penembakan di daerah sektor 7 Silver-West, 1 petugas terluka, seluruh unit segera merapat ke tkp" Lalu Eleazar dan tim nya langsung pergi menuju TKP.
Sesampainya di tkp terlihat 2 orang polisi terluka, satu orang diantarnya l tergeletak di tengah jalan namun tidak ditemukan adanya si penembak, Shi Qi langsung memeriksa 1 orang polisi yang tergeletak tersebut ternyata petugas tersebut sudah meninggal dengan luka tembak di kepala.Ditempat lain Rizo dan Mary mendatangi rekan dari polisi yang tewas tersebut untuk meminta keterangan dari nya. "Apa kau mengenali penembak nya? Tanya Rizo lalu dijawab polisi tersebut "tidak, aku tidak mengenalinya karena saat itu dia menggunakan jaket hoodie dan masker tapi yang aku tau dia berkulit putih dan tingginya sekitar 180cm" Lalu Rizo bertanya lagi "bagaimana kalian bisa terlibat kontak senjata?" Lalu dijawab lagi oleh Polisi tersebut "saat kami sedang berpatroli tiba-tiba dia menghadang mobil kami dan saat itu rekan ku yang keluar sedangkan aku menunggu di mobil lalu tiba-tiba di menembak rekan ku dan aku yang ada di dalam mobil, karena aku panik aku langsung mengegas mobil hingga menabrak mobil lain dan saat keluar dari mobil dia sudah menghilang" Dan tiba-tiba Hobs memanggil "Hei, aku menemukan sesuatu" Katanya lalu mereka mendatangi Hobs dan ternyata Hobs menemukan sebuah tulisan yang tidak jauh dari tkp yang bertuliskan sama dengan yang ditemukan oleh Rizo yaitu "kalian akan membayar semuanya" Dan disaat itu juga mereka yakin bahwa yang membunuh polisi tersebut adalah orang yang sama dengan pembunuh polisi dimalam sebelumnya.
Keesokan harinya saat dikantor Astrid tiba-tiba berkata "Sepertinya kejeniusan ku ini tidak ada duanya" Lalu dengan nada bercanda Eleazar bertanya dengan Astrid "Ya aku tahu IQ mu diatas rata-rata" Dan membuat seluruh timnya tertawa lalu Astrid menunjukkan sesuatu di komputernya dan menjelaskan "Bukan itu maksud ku, yang ku maksud adalah aku memeriksa tentang kedua orang polisi itu ditambah dengan petunjuk tulisan yang kalian temukan di dua tkp sebelumnya dan kalian tahu apa yang aku temukan, ini dia aku menemukan informasi bahwa kedua polisi tersebut ikut dalam menggagalkan transaksi narkoba terbesar yang terjadi 5 tahun lalu." Lalu Rizo memotong pembicaraan "Lalu ada kemungkinan 2 orang polisi tersebut menjadi target balas dendam dari gembong narkoba itu karena dia mengalami kerugian yang besar" Dan Astrid kembali berkata "Ya itu benar, setelah aku memeriksa tentang penggrebekan tersebut aku menemukan bahwa seorang kurir tewas tertembak dan kurir tersebut bernama Connor" Lalu Eleazar memerintahkan Astrid "Astrid, periksa kembali tentang Connor, apakah dia menjalin hubungan dengan seseorang atau dia punya keluarga" Lalu dijawab oleh Astrid "Baik, akan ku periksa".Tidak lama kemudian Astrid dan Alan muncul membawa 2 buah berkas " Aku sudah mengautopsi kedua jenazah dan penyebab kematiannya karena luka tembak dikepala" Ujar Shi Qi lalu Alan juga menjelaskan yang ditemukannya "aku juga sudah mencocokkan selongsong peluru yang ditemukan di dua tkp dan kedua peluru itu sama, aku juga memeriksa uji balistik kedua peluru tersebut dan aku menemukan bahwa senjata yang digunakan oleh si penembak berjenis glock 20" Lalu Eleazar berkata kepada Alan "Tolong kau ambilkan berkas tentang penggagalan transaksi narkoba yang terjadi 5 tahun lalu, mungkin kita bisa mendapatkan petunjuk lebih disana." Lalu Alan pergi mengambil berkas tersebut.
Keesokan harinya mereka tengah memeriksa berkas perkara tersebut lalu Eleazar menemukan sesuatu "Ternyata ada 5 orang polisi yang terlibat dalam penggagalan transaksi narkoba 5 tahun lalu dan 2 diantarnya sudah meninggal berarti tinggal 3 orang lagi" Lalu Mary berkata "Berarti si penembak akan mengincar 3 orang tersebut tapi kita tidak tahu siapa yang akan ditargetkan selanjutnya".15 menit kemudian Hobs menemukan sesuatu " Sepertinya ini penyebab pembunuhan 2 orang polisi tersebut.Di sini dijelaskan bahwa saat penggagalan transaksi narkoba itu terjadi para polisi dan kurir narkoba tersebut sempat terjadi tembak menembak yang mengakibatkan seorang kurir yang bernama Logi tewas di tempat dan setelah di telusuri lebih lanjut ternyata Logi mempunyai 1 orang anak laki - laki bernama Santos, semenjak kematian Logi, Santos hanya hidup sendirian dijalanan karena istri Logi yang pergi meninggalkan mereka berdua." Lalu datang Astrid menyela "itu benar, aku sudah memeriksa tentang Logi dan juga Santos, Logi menikah dengan seorang perempuan dan dikaruniai seorang anak namun pada saat anak mereka berumur 7 tahun perempuan itu meninggalkan mereka dan saat Logi meninggal, Santos yang saat itu baru berusia 10 tahun sempat mengatakan kepada para polisi bahwa mereka akan membayar perbuatannya dan itu sama seperti bukti tulisan yang kita temukan di tkp, aku juga sudah memeriksa keuangan Logi yang di pegang oleh Santos dan yang ku temukan adalah 1 bulan yang lalu Santos menarik sejumlah uang dan dihari itu juga dia pergi ke toko senjata dan membeli pistol jenis glock 20 yang sama dengan yang dipakai oleh si penembak tersebut", "berarti benar, Santos adalah pelakunya" Ujar Sam lalu Mary bertanya "Lalu siapakah yang akan menjadi target selanjutnya?" Dan Eleazar memerintahkan Astrid untuk melihat jadwal sift malam di kepolisian New York "Astrid, tolong kau cari siapa yang akan berpatroli malam ini, siapa tahu Santos akan beraksi malam ini" Lalu Astrid langsung mencari data tentang jadwal patroli di Kepolisian New York.Beberapa menit kemudian Astrid memberitahukan hasil pencariannya "Oke, aku sudah menemukannya, sepertinya kita beruntung karena yang akan mendapatkan jadwal berpatroli malam ini hanya petugas Leon" Lalu Eleazar berkata "Baiklah aku akan menemui Petugas Leon dan kalian tunggu perintah dari ku!".
Pada malam harinya terlihat petugas Leon dan rekannya sedang berpatroli di kawasan Silver-East dekat bekas gudang sepatu yang memang daerah itu rawan kejahatan karena tepatnya yang lumayan sepi.Disana Eleazar dan timnya yang telah bekerja sama dengan Petugas Leon dan rekannya telah berada disana, mereka mencintai dari dalam mobil yang Terparkir 10 meter dari petugas Leon beserta rekannya dan tiba - tiba ada seorang berjalan menuju ke arah Petugas Leon dan rekannya dan itu terlihat oleh Hobs dan Mary yang mengintai dari dalam mobil yang terpakir di arah berlawanan dari Eleazar "aku melihat seseorang mendekat" Ujar Hobs memberi laporan kepada timnya melalui radio lalu Rizo dan Alan yang juga mengintai dari dalam gang kecil di balik kotak sampah besar di dekat petugas Leon dan rekannya berdiri memberikan laporan lewat radio "kami juga melihatnya dan benar itu Santos" Ujarnya dan Eleazar pun memberikan perintah "Kalian bersiap dan tunggu perintahku, ku ulangi, bersiap dan tunggu perintahku!" dan tiba-tiba Santos mengeluarkan pistol dari balik jaketnya dan mencoba menembak Petugas Leon, melihat hal itu Rizo dan Alan keluar dari persebunyiannya sambil menodong senjatanya ke arah Santos "Intelejen, Angkat tangan, jangan bergerak!" Perintah Alan disusul dengan perintah dari Rizo "Turunkan senjatamu dan tiarap di tanah!", melihat dirinya terdesak, Santos mencoba melarikan diri namun percuma, Eleazar, Sam, Hobs dan Mary sudah mengepungnya.Bukannya menyerah Santos malah menembak Petugas Leon dan mengenai lengannya petugas Leon, karena tidak ingin sesuatu yang tidak di inginkan terjadi Alan dan Rizo pun mengambil tindakan tegas dengan menembak Santos sebanyak 3 kali dan mengenai perut dan bagian dada Santos sehingga menyebabkan Santos terjatuh.Melihat hal itu Eleazar langsung berlari ke arah Santos dan memeriksa denyut nadi di leher Santos, setelah itu Eleazar melihat ke arah timnya sambil menggelengkan kepala yang menandakan bahwa Santos sudah meninggal.Keesokan harinya Eleazar dan timnya membahas kembali kasus Santos "Sebenarnya aku kasihan dengan Santos, dia menjadi korban dalam peredaran gelap narkoba" Ujar Eleazar."ya, itu benar, ternyata narkoba bukan hanya membunuh pemakai nya namun dapat membunuh orang yang terlibat di dalamnya, seperti Logo contohnya, dia hanya diperintah untuk mengantarkan Narkoba tersebut tapi malah mati ditangan polisi karena ulahnya dan rekannya yang mencoba menembak polisi, coba jika mereka menyerah pasti Logi masih akan bertemu dengan Santos." Ujar Mary lalu Eleazar mengambil nafas panjang dan berkata "Ya, itulah mengapa narkoba harus di berantas, agar tidak ada korban lain seperti Santos".

Kasus pun ditutup.

INTELLIGENCE : THE BEGINNINGTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang