awal

395 13 100
                                        

*author pov

Gadis 17 tahun yang sedang piknik santai bersama keluarganya, seorang gadis yang sangat manis, cantik dan periang.

Gadis itu menatap langit cerah dengan penuh kebahagiaan, dia hari ulangtahunnya yang ke 17 keluarganya berkumpul utuh. Hadiah yang sangat indah bukan??

Karena pekerjaan yang mengharuskan ayahnya hanya bisa pulang setahun sekali, membuat ini adalah momen paling bahagia gadis itu karena ayahnya bisa hadir.

Dia, ayahnya, ibunya, dan juga kakak nya menikmati familly time mereka.

Sang kakak Vincent Louis corado, biasa dipanggil louis adalah kapten camp barat, camp barat dikenal dengan keganasan mereka dalam menangani musuh. Mereka sudah memenangkan banyak perang kecil, dan juga beberapa perang besar dalam waktu kurang dari setengah bulan.

Sang ayah Marquis corado, jenderal tertinggi di negara A. Jendral yang sangat dihormati, karena kesabaran dan ketelitiannya dia masih tetap menjabat sebagai jendral di usia senja.

Sang ibu Alenor Margarita corado, adalah seorang ahli forensik dan seorang profesor di universitas militer. Meski beliau adalah ahli forensik dan seorang profesor di universitas militer, tidak membuat dia kehilangan waktu untuk merawat putrinya.

Dan sang gadis itu bernama Alena Leandra corado, di usia 7 tahun dia bermimpi untuk sama seperti kakaknya.
Dan diusia 13 tahun dia mewujudkannya, dia berhasil masuk ke academy militer.
Sekarang Alena akan segera Lulus dari academy itu, rencanannya dia akan menyusul kakaknya yang sekarang menjabat sebagai kapten camp barat.

....

Tidak terasa sudah hampir senja, Alena dan sekeluarga sedang dalam perjalanan pulang. dalam perjalanan mereka berhenti, Alena meminta untuk bertukar kursi dengan kakaknya, Alena ingin mengendarai mobil yang sedang mereka tumpangi.

"Kak, berhenti!" Pinta Alena

"Ada apa sayang?" Tanya Alenor, ibu Alena dan Louis.

"Lea ingin mengendarai mobil ini apa boleh?" Tanya Alena, sekeluarga mereka sering memanggilnya Lea.

Ayah, ibu , dan Louis saling menatap, kemudian mengangguk tanda setuju. Kemudian Louis turun dari mobil dan bertukar tempat dengan Alena.

"Hati hati bawanya ya" ucap Louis sambil tersenyum, kemudian Alena mengangguk.

Alena menyalakan mesin nya dan membawanya dengan sangat hati hati, namun Alena merasakan sesuatu akan terjadi jika mereka terus berada di mobil ini.

"Mama, papa. Bagaimana kalau kita mencari penginapan saja?" Tanya Alena.

"Kenapa sayang?, Apa kau kelelahan??. Kau bisa bertukar tempat dengan kakak Louis kalau kau lelah" ucap Louis, namun Alena menggelengkan kepalanya.

Alena melanjutkan membawa mobilnya, saat sedang menuruni gunung, Alena tidak bisa mengerem mobilnya. Ternyata mobil yang di kendarai alena blong.

"Kak rem mobilnya tidak bisa digunakan!!" Teriak Alena, semuanya tiba tiba menjadi panik. Namun dengan aba aba dari Marquis, mereka semua harus tenang.

"Semuanya tenang, ini bisa diatasi. Lea kau bertukar tempat dengan louis, biar Louis yang menanganinya" ucap Marquis

Kemudian dengan cepat Alena dan Louis bertukar tempat, Louis langsung memegang kendali dan membuat laju mobilnya berkurang.

Namun tiba tiba ada seseorang yang menembaki mobil mereka sehingga bagian depan menciptakan asap, mobil itu akan segera meledak namun mobil masih terus berjalan.

"Semuanya lompat dari mobil!!" Panik Louis.

Alena dan ibunya sudah berhasil membuka sabuk pengaman mereka dan melompat dari mobil.

NO MERCYWhere stories live. Discover now