Saat sedang hujan seperti ini memang paling enak jika sambil meminum secangkir kopi atau teh hangat. Tapi, tidak dengan remaja lelaki satu ini, lihat saja sekarang ia sedang berlari menulusuri jalanan kota ini sambil terus berlari memeluk kantong plastik hitam di dadanya. Hingga langkah kakinya berhenti pada apartemen megah dan besar, ia segera berlari masuk ke apartemen tersebut.
"Kenapa pake acara hujan segala sih! Mana sekarang gue basah kuyup lagi...." gumam remaja lelaki ini sambil membuka-hoodie yang ia pakai tadi dan melangkah ke arah kamar mandi untuk membersihkan badannya. Kantong plastik yang ia bawa ia taruh di meja depan TV agar tidak lupa.
Tak butuh lama-lama remaja lelaki ini kembali dengan hanya memakai celana-boxer dan kaos putih polos, ia mengambil kantung plastik tadi dan mengeluarkan benda pipih dan segera mengeceknya.
"Gue mohon jangan rusak ... duit darimana gue kalau mau beli juga, gak! Gue ngga boleh minta ke papah! Tapi, tanpa-handphone gue ngga bisa ngapa-ngapain" tangannya terus mencoba agar-handphone nya bisa hidup. Namun, usahanya sia-sia sudah 30 menit-handphone nya masih seperti tadi hanya menunjukan layar hitam.
Ia melempar benda pipih itu ke sembarang asal. Terhitung sudah 5 kali ia mengganti-handphone nya hanya dalam waktu 5 bulan, dan penyebabnya kecerobohan dia sendiri.
Remaja lelaki ini melangkah masuk ke kamar yang penuh dengan warna-Navy. Ia langsung merebahkan tubuhnya dan memejamkan matanya.
---
19:00 Malam.
Seorang gadis remaja sedang bermain dengan pulpen dan buku di meja belajarnya. Di sampingnya benda pipih bergetar dan menampilkan beberapa pesan dari teman-temannya yang menanyakan kepindahan dirinya.
Kata siapa jadi anak dari seorang polisi itu menyenangkan. No! Dari usia taman kanak-kanak ia terus berpindah-pindah sekolah hingga usianya sekarang menginjak 16 tahun. Begitulah, Kata orang lain itu menyenangkan tapi tidak untuk gadis ini. Mempunyai teman yang baru itu susah, semenjak sekolah dasar ia tak mempunyai teman yang benar-benar selalu ada untuknya semua serasa palsu.
Ia mengabaikan pesan di-handphone nya dan langsung merapikan buku dan pulpen yang sempat di gunakan untuk menulis diary untuk hari ini. Sekarang ia harus tidur lebih awal agar besok ia agak berangkat pagi-pagi ke sekolah barunya di daerah kota ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fawwaz Life Journey
Teen FictionFAWWAZ adalah remaja lelaki yang cukup-Famous di sekolahnya. Ketampanan dan dingin terhadap kaum hawa yang membuat tertarik untuk menjadikan Fawwaz tipe-Boyfriend Material. Fawnia gadis remaja yang selalu cuek terhadap siapa pun. Bagi dirinya hid...
