[FOLLOW DULU SEBELUM BACA]
TINN TINN
BYURR
"ASTAGA SERAGAM GUE" mata Keysa membelalak lebar saat melihat seragam sekolah serta atribut yang ia kenakan kotor terciprat air dari genangan di sebelahnya. Rugi gadis itu memasang atribut rumit di tubuhnya...
Seorang laki-laki berjalan angkuh melewati koridor ramai dengan murid yang mengisinya. Sesekali laki-laki itu membenarkan tatanan hoodie bergambar Serigala yang ia kenakan.
Tap.. tap.. tap.
Setiap kali kaki jenjangnya melangkah, membawa aurah sesak disekelilingnya. Koridor yang tadinya ramai, mendadak sepi seiring laki-laki itu melangkah menelusuri salah satu koridor sekolah elit yang sudah ia gunakan untuk menimba ilmu selama 2 tahun belakangan.
Mata elangnya menyapu setiap penjuru koridor. Bibir tebalnya menyunggingkan senyum mengerikan saat menatap seorang siswa yang tengah berdiri di depannya.
"See, kita bertemu lagi kan Tio" laki-laki ber hoodie dengan gambar Serigala di punggungnya tersenyum remeh melihat Tio. Tio hanya diam dan menatap lurus ke mata Arken.
"How dare you wake the sleeping lion." ["Berani-beraninya kamu membangunkan singa yang sedang tidur."] Arken menyunggingkan senyum manis mematikannya pada Tio.
"You made a mistake by intruding my life too deeply, Tio." ["Anda membuat kesalahan dengan mengganggu hidup saya terlalu dalam, Tio."] Arken mengangkat kaki kanannya bersiap menendang kepala Tio detik itu juga, tapi malah dada Tio yang Arkan terjang.
BUGHHH!
Tubuh Tio terlempar beberapa meter kebelakang setelah terkena pukulan mendadak seorang Arkenzo. Tio mulai terbatuk-batuk seraya memegangi dadanya yang mendadak sesak. Pasukan oksigen disekitarnya terasa melebur, meninggalkanya karena aurah Arken yang sangat menyesakkan.
"Ampun bang! Maaf. Gue janji gak bakal ulangin lagi!" Ucap Tio memohon seraya memegangi dadanya yang terasa sesak
"Sorry you said? Whether your apology can bring back the destroyed afheter headquarters?!" ["Maaf katamu? Apakah permintaan maaf Anda dapat mengembalikan markas yang hancur setelah itu?!"] Nada suara Arken meninggi mengingat bagaimana tempat yang selama ini menjadi rumah keduanya hancir begitu saja hanya karena kesalahan beberapa oknum kurang bertanggung-jawab.
BUGHHH!
Arken menendang dada Tio sekali lagi. Ia tertawa mendengar rintihan Tio yang terdengar merdu di gengang telinganya.
Arken berjongkok menyamakan tinggi badannya dengan Tio yang terduduk di lantai koridor.
"I think my friends want to punish you too" ["Kurasa teman-temanku juga ingin menghukummu"] Arken berdiri lalu melangkah sedikit mundur, memberikan ruang pada teman-temannya untuk menampakan diri ditengah keramaian Koridor SMA Garuda.
Beberapa saat kemudian, sudah terlihat Lima laki-laki termasuk Arken berdiri dengan gagah mengelilingi Tio yang tergeletak di Lantai tidak berani berkutik.
"Is this our toy today? Ini orang kelihatan payah. Not out opponent." Laki-laki berwajah tampan ber name tag di seragam SMA 'Zionyus Anggara' itu memandang remeh Tio. Gelarnya menjadi Co leaders di AGWOLD, membuatnya sombong Hati.
Namun itu memang kenyataannya. Laki-laki pengecut modelan Tio memang bukan tandingan AGWOLD yang notabenya adalah penguasa jalanan.
AGWOLD sendiri adalah sebuah Geng motor yang suda berdiri sejak tahun 1995. Geng motor ini mencapai puncak popularitas sejak awal tahun 2002 dan sampai tahun ini pun masih sama. Banyak peminat. Justru semakin berkembang pesat di dunia anak SMA.
Dengan susunan kepemimpinan 5 Anggota inti, saat ini Agwold kembali meraih puncak masa emasnya. Dibawah kepemimpinan Arkenzo Goldwelsen, laki-laki berwatak tegas dan beringas yang berhasil membawa Agwold kembali pada masa kejayaannya.
Arkenzo Goldwelsen. Siapa yang tidak mengenal laki-laki multitalenta keturunan keluarga Goldwelsen yang sialnya dikaruniahi ketampanan di atas rata-rata.
Sekarang laki-laki berdarah Amerika-Indonesia itu berdiri menjulang disamping kepala Tio. Dia menatap satu persatu temannya.
Dimulai dari Zionyus Anggara sang wakil.
Berlanjut pada Geopano Mandara Tactician Of Agwold.
Lalu Arkanzi Goldwelsen kembarannya juga Exchequer 1
Dan yang terakhir Marzel Al-Waldrik Caska Exchequer 2
Dilanjut dengan dua kata meluncur dengan mulus melewati bibir Arken. Yang membuat bulu kunduk orang disekitarnya meremang. Aurah kepemimpinan Arken semakin menonjol.
"Kill him."
Dia Arkenzo Goldwelsen. Salah satu dari sekian banyak manusia yang tidak suka ada yang menganggu hidupnya. Sekalipun ada, keesokan harinya orang itu akan lenyap. Bagai ditelan bumi.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.