Prolog R

652 182 121
                                        

Hai! 💖

AKBAR to REYHAN

Semooga kalian suka ya! Jangan lupa klik vote dan komen👻

🎼

----------------------------------Chat

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

----------------------------------
Chat

"Apa yang bisa Papa banggain dari anak yang ngga berguna kaya kamu, ha? "

"Reyhan berhasil dapat juara umum, Pa. "

🎼
----------------------------------
Chat

"Besok gue berangkat ke Belanda, Han. Kalo lo di pukul papa, telpon gue ya. "

"Selamat ya Bar, pasti."

🎼
----------------------------------
Chat


"Via, papa marah lagi. "

"Kita udah putus rey. "

"Mau peluk, Via. Kali ini aja. "

" KITA. UDAH. PUTUS. REYHAN. "

🎼
----------------------------------

Chat

"Via, temenin gue. Gue ngga punya siapa-siapa lagi Via, gue perlu pelukan. "

"Maaf ya Rey, aku lagi sama kak Rama. "

🎼
----------------------------------
Chat


"Kamu udah Mama besarin sampe segede ini, apa pernah Mama lupa kasih kamu makan? Jangan jadi maling Reyhan! Sekarang, minta maaf sama Rama! "

"Bukan gue. "

🎼
----------------------------------
Chat


"Kamu dimana? aku mau ketemu. Aku kangen sama kamu Reyhan. "

"Telat, Via. Gue udah sekarat. "

°°°

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

°°°

Reyhan meringuk di sudut kamar mandinya sambil memegang kepalanya yang pening. Seperti biasa, hari ini Papa nya kembali memukulnya,

"Maafin Rey, Pa. Reyhan janji ulangan selanjutnya nilai fisika Reyhan ngga 96 lagi. Rey janji bakal belajar lebih giat lagi, biar bisa dapat nilai 100 kayak Akbar. "

Ia mencoba meraih gagang pintu, namun selalu kembali terjatuh.

"Han, lo didalem kan? "

Suara Akbar. Orang ini selalu saja datang ketika Reyhan sudah babak belur. Maksudnya, dia dari tadi kemana aja gitu loh.

"Gue buka ya? " Suara Akbar kembali terdengar membuat Reyhan mengangguk mengiyakan dari dalam. Sedikit menggeserkan tubuhnya agar tak lagi menahan gerakan pintu untuk terbuka.

Lagi-lagi seperti biasa, ketika Akbar membuka pintu kamar mandi, mimik muka pemuda itu melihatnya dengan tatapan tak percaya dan matanya menyorotkan rasa iba.

Ia berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan posisi Reyhan.

"Lo ngga papa?" Tanya Akbar membuat Reyhan menyunggingkan senyuman.

"Lo kemana aja?" Tanya Reyhan lagi sambil cekikan. "gue sakit bar. " lanjutnya sambil meringkuk meraih tubuh Akbar agar bisa ia peluk, mencari rasa aman dari dada bidang nya.

"Maaf, Han. Gue telat lagi. "

"Gue udah belajar, Bar. " Potong Reyhan. "96 nilai yang tinggi kan?" lanjutnya sambil menguraikan pelukan, lalu memungut kertas ulangan yang sebelumnya di lempar oleh Ayahnya.

"Iya han, lo keren. Percaya sama gue itu nilai udah paling perfect. " Ucap Akbar mengulas senyum paling tulus nya untuk Reyhan, lalu menuntun Reyhan untuk berdiri, "Keluar dulu yuk? lo bisa sakit kalo disini dan kayak gini terus. "

Reyhan mengangguk, melingkarkan tangannya di pundak Akbar lalu berdiri,

"Tapi gue udah terlalu sakit bar. " Ucapnya lagi.

Setelahnya tubuh pemuda yang sebelumnya telah lunglai itu terjatuh, di depan pintu kamar mandi yang telah terbuka lebar.

"Kenapa semua orang jahat sih bar ke gue?, termasuk lo juga demikian. Haha, lo semua selalu pergi ninggalin gue sendiri." Lanjutnya sambil kembali menangis, memeluk tubuhnya sendiri di lantai yang sangat dingin pada malam itu.

Sebelum hanya deting jam yang terdengar dan sebelum gelap benar-benar menguasai penglihatannya, Reyhan kembali melihat sosok itu, sosok yang selalu menatapnya bagai pecundang.

Shit.

-Batas Ngongeng-

See u, chapter selanjutnyaaa! 🔥🔥

REYHANWhere stories live. Discover now