Patner Lomba

18 2 0
                                        

'Kenal itu ngak harus sayang'

Indah ⭐️

Kring... Kringg...

Waktu yang dinanti para remaja yang sedang bersolek dengan kertas, menghiasi kertas kosong dengan coretan penuh ilmu, seketika berhenti para siswa-siswi itu lantas mengemasi barang-barang sarana penuntut ilmunya itu, sama halnya Indah yang sedang mengemasi lembar kertas berisi hasil karya curahan hatinya kedalam business file miliknya, hingga hanya tersisa dirinya juga teman seperjuangannya sedari kecil.

SMA Bangsa, Sekolah itu akan mengikut sertakan almamaternya kedalam ajang lomba bergensi di kotanya, Bandung. Dua perwakilan sudah terpilih, Indah lah salah satunya, ia mempersiapkan semuanya dengan baik, tinggal menyerahkan karya tulisnya dan menunggu keberangkatan ke Jakarta. Memang lomba itu diadakan di Ibu Kota Jakarta, sebab memang disanalah tempat lombanya.

Indah melirik teman sebangku sekaligus teman seperjuangannya itu.

"Des, Indah nitip ya sama , soalnya Indah harus ke Bu Wita dulu!?" Ucap Indah kembali fokus pada lembaran-lembaran kertasnya.

"Yaudah, ntar gue pesenin, mau dibawa kekelas apa tunggu di kantin?" Desy berucap sambil menatap Sahabatnya yang sedang fokus pada kegiatannya.

Desy adalah teman Indah sejak duduk dibangku Sekolah Dasar, dan kebetulan juga mereka selalu satu sekolah dan satu kelas hingga sekarang mereka juga masih satu kelas yaitu di kelas X-IPA 1.

Walau baru satu bulan lebih mereka sekolah di SMA tetapi Desy sudah memiliki seorang kekasih yang notabenya adalah kakak kelas. Desyita Niandra, dia memiliki paras yang ayu, ditambah Make-up tipis dan natural,  dengan tubuh mungil dan BB ideal, berbeda dengan Indah yang memiliki tubuh tinggi kira-kira Desy hanya sebatas bahunya saja.

Indah? dia masih setia menjomblo karena prinsipnya yaitu 'Nyenengin orang tua dulu baru nyenengin anak orang lain'  itulah prinsip yang selalu dia pegang, selama sebulan lebih ini sudah terhitung sekitar lima kali dia menolak saat ditembak oleh cowok, entah itu kakak kelasnya atau teman seangkatan. Indah memiliki notabe Good Girls disekolah ini, karena baru satu bulan saja sudah banyak guru yang mempercayainya.

Indah memiliki paras yang cantik, dan juga sifatnya yang mudah akrab dengan orang lain, ceria, ramah, dan sopan yang membuat banyak orang menyukainnya. Berbeda dengan Desy yang masih bisa mengenakan Make-up, Indah sama sekali tidak bisa mengenakan alat pemercantik wajah itu, maka sebab itu wajahnya selalu terlihat baby face, sehingga menampakan kesan gadis polos pada dirinya.

"kalo keburu tunggu di kantin aja kalo ngak, bawain kekelas juga ngak papa, yaudah Aku duluan, ini udah telat tiga detik!!" Indah kewalahan membawa map yang berisi puisi-puisi karangannya, dia segera berlari keluar tanpa menunggu jawaban dari Desy.

Desy yang melihat itu hanya geleng-geleng kepala sambil menghela nafas pelan, karena tingkah sahabatnya. Baru tiga detik aja larinya udah kek tlit apalagi semenit? Memang susah punya temen yang Rajin, pikir Desy. Akhirnya Desy pergi kekantin untuk mengisi perut yang lapar, juga membelikan pesanan sahabatnya.


♥♥♥


Indah berlari kencang agar cepat sampai di ruang BP, dimana ia dan gurunya memiliki janji. Tanpa menyadari kalau salah satu kertasnya terjatuh, tepat saat gadis itu berada di koridor XI.

Di belakangnya, suara orang menginterupsinya agar berhenti, namun gadis tak mendengarnya sebab jarak yang cukup jauh dan dia yang fokus berlari.

REMORSETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang