Halo halo hai...
Senengnya ada yang baca:*.
Happy reading:)
___
Malam ini tetesan demi tetesan yang berasal dari langit yang gelap mulai membasahi permukaan bumi dan membuat cuaca saat ini menjadi dingin. Mengabaikan bajunya yang akan basah karena air hujan dan angin dingin yang terus menerpa kulit nya.
Seorang gadis dengan kantong plastik ditangannya itu menatap caffe yang tak terlalu jauh tempat ia berdiri sekarang, sehingga ia dapat melihat begitu jelas seorang wanita yang sangat ia kenal sedang duduk berhadapan dengan seorang pria. Terlihat mereka berdua saling melempar candaan dan menatap tak biasa satu sama lain.
"Dasar jalang. "Desisan lirih keluar dari mulut gadis itu. Ia segera mengeluarkan ponselnya dari saku celananya dan mengarahkan kameranya mengarah ke dalam caffe tempat wanita itu duduk.
Ia menatap puas hasil jepretannya, kali ini ia harus bisa membuktika semua. Ia sudah capek jika terus menerus membiarkan wanita licik itu memfitnahnya, kali ini ia harus berusaha membuktikan bahwa wanita itu licik.
"Chayra, Lo ngapain disni?"
Ya, gadis itu bernama Chayra Ainin.
Chayra menoleh ke samping dan mendapati seorang pemuda yang sedang berjalan mendekat ke arahnya saat ini. Dia kenal pemuda itu, dia adalah Ael, teman sekolahnya di SMAnya saat ini.
Karena tak mendapat jawaban dari Chayra, Ael hanya terkekeh pelan. Sudah biasa menurutnya, Chayra memang begitu, jika ditanya dan menurutnya itu tak penting maka jangan harap kalian akan mendapat jawaban dari gadis itu.
Tanpa memperdulikan Ael, Chayra segera melangkah pergi untuk ke tempat tujuannya dari awal, ia tak ada urusan dengan laki laki ini, begitulah fikirannya. Sepertinya ia terlalu lama berdiri disini.
Di perjalanan ia merasa di ikuti oleh seseorang.
Chayra berbalik dan mendapatkan Ael yang sudah berdiri tepat di belakangnya. Chayra menatap Ael bingung, ingin bertanya tapi ia terlalu malas harus mengeluarkan suara. Chayra yakin Ael bukan orang bodoh yang tak tau maksud dari ekspresi nya.
"Kenapa berhenti?"
Sial, Chayra menarik fikirannya jika seorang Ael itu tak bodoh, ternyata Ael itu bodoh.
Chayra memutar bola matanya malas, ia kembali berbalik dan melangkah kembali. Sejujurnya, ia sangat tak nyaman dengan keberadaan lelaki ini yang terus berada di belakangnya.
___
Chayra telah sampai_ ralat maksudnya mereka berdua telah sampai di tempat tujuan Chayra.
Chayra memasuki ruang rawat seseorang yang telah tidur dengan nyanyak di dalam. Ia meletakkan kantong plastik yang ia bawa tadi di atas meja yang berada di dekatnya.
Chayra berdiri di samping seseorang yang tertidur dengan nynyak itu, ia memegang tangan kurus itu dengan hati hati dan terus seperti itu.
Ael menggeleng takjub pada seorang Chayra, ya ia takjub karena sedari tadi ia di abaikan.
"Untung dia Chayra," gumamnya pelan.
Karena terus di abaikan oleh Chayra, ia pun memilih duduk di sofa yang berada di ruangan itu.
Ael bingung harus melakukan apa, ia benar benar tak suka di abaikan. Tapi__huh, ya sudah lah ia memilih bermain ponsel nya saja. Belum semenit ia fokus ke ponselnya, ia merasa seseorang sedang duduk di sampingnya.
"Ga pulang ?"
Bukannya merasa tersindir tapi Ael malah tersenyum mendengar suara Chayra. Ia terkadang bingung, padahal suara milik gadis itu tak buruk tapi kenapa sangat jarang sekali untuk mengeluarkan suara.
"Ntra aja, gue mau jaga Lo dulu. "
Chayra tak menanggapi ucapan Ael, ia malah berdiri dan mengambil sesuatu dari kantong plastik yang tadi ia bawa, lalu menyodorkan itu pada Ael.
"Oh, makasih. " Ujar Ael lalu membuka minuman yang di berikan Chayra padanya.
Chayra menagguk dan ikut membuka minuman jeruk miliknya.
Ael melirik kearah Chayra yang sedang menatap minuman di pangkuannya itu.
"Gimana perkembangan Mama, lo ?" Tanya Ael pelan pada Chayra.
Chayra tak menoleh pada Ael, melainkan menoleh kepada seseorang yang sangat ia sayang sedang tertidur di ranjang rumah sakit.
Gadis itu hanya menggeleng.
Ael sedikit menghela nafas, bukannya tak pusa dengan jawaban gadis itu tapi ia kesal pada dirinya karena tak bisa membatu apa apa untuk Chayra. Setiap ia ingin membantu, Chayra terus menampilkan ekspresi datarnya. Atau gadis itu akan menggelengkan kepalanya.
___
TBC
Makasihhh udah baca:).
5,oktober 2020
YOU ARE READING
SILENT
Teen FictionFollow me:). ___ "Gue_, ga butuh." Perempuan itu berucap sangat lirih namun terkesan dingin. "Tapi kenapa? Gue pengen selalu ada di dekat lo, ngelindungin lo semampu gue. " Perempuan itu menatap pemuda di hadapannya dalam, seperti ingin menjelaskan...
