"wei.. Lihat apaan tu? seru banget!". Tanya cowok berambut hitam itu setelah sampai di salah satu meja yang di kerumuni oleh beberapa orang siswi.
"ini nih.. Oppa-oppa korea gue baru ngeluarin album terbaru, gue pengen beli tapi mahal banget". Jawab salah satu siswi berambut hitam nan panjang.
"gw kira apaan ". Cowok itu berdecak pelan melihat kelakuan teman-teman nya itu.
" kesurupan apa lo? Tumben gak telat? ". Ujar cewek yang sedari tadi masih fokus dengan ponsel pintar nya itu.
" kalau lagi ngomong, lihat lawan bicara nya. Gak sopan kalau kayak gitu". Cowok itu langsung merebut benda persegi itu.
" Sam, lo apa-apaan sih? Balikin gak? ". Cowok yang di panggil dengan nama 'Sam' itu mengangkat benda berlogo apel itu semakin tinggi.
" ambil aja kalau bisa. Makanya kalau tumbuh itu keatas gak ke samping". Akhirnya cewek itu menyerah dan kembali duduk di kursi nya dengan wajah di tekuk.
" udah lah Sam, balikin aja. Masih pagi, jangan cari masalah sama singa betina". Ucap cewek berginsul itu kepada Sam.
" yaelahhh, gitu aja ngambek. Nih HP lo, gw balikin. Aman, gak ada lecet sedikit pun". Sam menyerahkan ponsel itu kedapan wajah cewek yang mendapatkan gelar singa betina tadi.
Dengan sigap, ia langsung mengambil ponsel nya itu. Dan kembali melanjutkan kegiatan nya yang tertunda tanpa menghiraukan Sam yang masih berdiri di samping mejanya.
"nih, gw kasih. Gratis buat lo". Tiba-tiba Sam mengeluarkan sebungkus coklat dan menaruh nya di meja singa betina itu.
"kalau gini mah, gue gak bisa nolak". Cewek itu kembali tersenyum dan langsung mengambil coklat berkemasan ungu itu.
"nahhh.. Gitu dong, jangan ngambekan mulu. Nanti lo makin jelek". Sam mengacak rambut cewek itu, dan langsung pergi dari sana.
"SAAMMM". Teriak cewek itu kesal karena rambut nya berantakan.
"Cara, jangan teriak-teriak. Lo pikir ini hutan? ". Cewek yang di panggil 'Cara' itu cuman nyengir membalas teguran ketua kelas nya.
" lo kesel atau seneng sih sebenernya? ". Tanya Violla yang sedari tadi memperhatikan kejadian antara Sam dan Cara.
" kesel lah.. Lo gak lihat rambut gue udah kayak apa? ". Jawab Cara sambil mengerucutkan bibir nya.
" gak usah digituin bibir lo. Mau gue sentil? ". Otomatis Cara langsung menutup bibir nya setelah mendapat ancaman dari Sheilla.
" yakin kesel nih? Udah di kasih coklat lho". Sheilla menaik-turunkan alisnya sembari menatap Cara yang terlihat salah tingkah.
"Y-ya-yaaa.. Kesel lahh. Lo pikir gue bisa di sogok sama satu coklat? Dimana harga diri gue? ". Ucap Cara sembari mengipaskan tangan ke wajah nya. Gugup sebenarnya.
" ohhh.. Jadi, lo gak mau nerima coklat nya nih?? Kalau gitu, kasih ke gue aja". Tangan Violla sudah sedikit lagi akan mencapai coklat itu, namun Cara langsung menyembunyikan nya di belakang badan nya.
"enak aja. Ini tuh nama nya rejeki. Gak boleh di tolak". Ucap Cara.
"Halahhh.. Bilang aja kalau lo sebenarnya seneng kan dikasih coklat sama Sam? ". Ujar Violla sembari mencolek pipi Cara yang sudah memerah entah kenapa.
" kalian kok bacot sih? Udah lah.. Balik gih ke kursi kalian". Yang diusir pun masih senyum-senyum gak jelas sembari menaik-turunkan alis mereka untuk menggoda Cara.
Satu buku tulis tepat mendarat di jidat paripurna Violla dan Sheilla. Siapa lagi pelakunya kalau bukan Cara.
"Hahahahahhaahhah".
Bukannya merasa sakit, mereka berdua justru tertawa dengan sangat kencang nya.
'sahabat gila. Gw pukul malah ketawa'. Batin Cara.
"CIEEEEEE". Violla dan Sheilla langsung kabur dari bangku Cara, setelah puas menggoda nya.
Cara mengacuhkan mereka berdua dan menatap sebentar kearah coklat itu. Seketika ia teringat sesuatu.
"SAM. MAKASIH YAA". Teriak Cara kearah Sam yang sedang bermain game di pojok kelas. Sontak Cara langsung menjadi perhatian satu kelas karna teriakan nya barusan, Cara hanya menyengir sambil mengucapkan kata 'sorry'.
Sam yang sedang fokus dengan game nya hanya membalas dengan mengangkat jempol nya saja tanpa melihat kearah Cara sedikit pun.
"tadi bilang nya kalau lagi ngomong, harus lihat lawan bicara nya. Tapi, sekarang gue malah di kacangin. Emang dasar tuh orang. Untung gue sayang". Gumam Cara sembari melanjutkan kegiatan nya yang sempat terhenti sembari menunggu Guru yang akan mengajar datang.
Itulah dia. Caramel Rajaya. Cewek manis berambut sebahu dengan kulit kuning langsat nya. Sebenarnya dia tidak terlalu pendek. Ukuran tinggi nya sekiran 158cm. Mempunya alis yang lumayan tebal dan bulu mata yang lentik. Hidungnya mancung? Gak!. Hidung nya biasa aja, tidak terlalu mancung dan tidak terlalu pesek.
Samuel Adam. Mempunyai mata sipit bak orang Korea tapi, tak punya darah campuran Korea sedikit pun. Dia Indonesia Asli. Hidung mancung, alis nya yang tebal sangat cocok dengan kulit putih nya. Tinggi nya 174cm. Tinggi bnget ya? IYA.
Cerita tentang persahabatan dua insan beda jenis. Yang di dalam persahabatan itu tidak hanya ada rasa saling menyayangi antar sahabat. Melainkan, ada perasaan lain yang tumbuh disana.
'bagi Caramel, Samuel itu kesialan dan kebahagiaan nya. Satu-satunya cowok yang ia Percaya setelah ayah nya. Samuel akan selalu melakukan apapun agar Caramel bahagia. Kesialan nya adalah, Caramel tak bisa menahan perasaan lain yang tumbuh terhadap Samuel. Caramel ingin mengungkapkan, tapi tak ingin merusak persahabatan mereka yang sudah terjalin dari mereka menggunakan seragam putih merah'.
'Caramel itu adalah sahabat pertama bagi Samuel. Sahabat yang harus ia jaga bagaimana pun caranya. Ia sangat menyayangi Caramel yang sudah ia anggap seperti SAUDARA nya sendiri. Bagi Samuel, Caramel itu hanya wanita lemah yang terlihat galak dan ceria. Samuel tau semuanya. Kepedihan yang disimpan rapat-rapat oleh Cara, Samuel tau semuanya. Hanya satu yang Samuel tidak tau. Perasaan Caramel kepada nya. Bukan sebagai sahabat ataupun saudara. Tapi, sebagai seorang wanita kepada Pria. Orang-orang sering menyebut sebagai CINTA"
*****
Hyyy guysss..
Ini novel terbaru aku..
Jangan lupa Vote, Comment and share ke teman-teman kalian yaa...
Salam Manis Author
_dlaxoo
YOU ARE READING
LaRa (Labirin Rasa)
Mystery / ThrillerCover by : Faiiza Putri Codia Cerita tentang persahabatan dua insan beda jenis. Yang di dalam persahabatan itu tidak hanya ada rasa saling menyayangi antar sahabat. Melainkan, ada perasaan lain yang tumbuh disana. 'bagi Caramel, Samuel itu kesialan...
