Chapter 1

8 2 2
                                        


" nanti jam 7 malam aku jemput ya, siap – siap o" kata Agam.

Setelah mengatakan kalimat tersebut Agam langsung menyalahakan motor sportnya berputar arah dan bunyikan klakson tanda pamit dengan ku.

Sudah menjadi kebiasaan Agam mengantarkan aku pulang ketika habis jalan-jalan ataupun kekampus meski kampus kita berbeda. Aku memandangi Agam yang perlahan menghilang di belokan perempatan dekat kosku. Iya aku adalah anak rantau dari desa yang mengadu nasib untuk pendidikan di kota. Setelah Agam menghilang akupun melangkah memasuki kos-kosanku sambil senyum senang.

Hm, pake baju apa ya? Batinku sambil memikirkan pakaian yang akan ku kenakan.

Pukul 07.00

Drrtt drrtt

Ponselku berbunyi menandakan ada panggilan masuk, segera ku angkat.

"hallo" kataku

"udah didepan ni aku, udah siapkan kamu?" jawab disebrang telepon

" ah iya, tunggu bentar aku keluar kamar kunci pintu dulu." Klik ku tutup teleponnya. Setelah menutup telepon aku menghadap cermin untuk melihat penampilanku udah cocok atau malahan kampungan. Meskipun aku berasal dari kampung tapi aku berusaha menyesuaikan mode fashion masa kini tanpa harus menghilangkan kesan sederhanaku.

" not bad, cantik" kata pada diriku sambil melihat cermin. Malam ini aku hanya menggunakan jeans dan sweeter HnM serta tas slingbag harga murah tapi berguna banget.

Setelah puas melihat cermin lalu aku keluar kamar dan segera kunci pintu kos dan menghampiri Agam yang sudah menunggu bertengger diatas motor gantengnya itu.

"hai, lama nggka?" sapaku

"nggk terlalu, dah yuk cabut" jawab Agam

Ku naiki motor sport Agam dengan bantuannya. Bayangkan motornya sendiri tinggi banget agak susah untuk menaikkinya. Setelah mendapatkan posisi nyaman di bangku boncengan motor Agam, lalu dia men-starter motornya dan melajukannya dengan pelan. Refleks aku langsung menghimpit mendekati dia dan ku peluk pinggangnya sebab hal tersebut sudah biasa aku lakukan jika diboncengkan oleh Agam. Selama perjalanan akupun tidak tau kemana tujuannya, paling-paling nongkrong ataupun makan.

" Gam, kita mau kemana si?" tanyaku dari belakang

"enaknya kemana?" jawabnya

"ishh, kamu kan yang ngajak gam" timpalku dengan nada sebal.

Agam pun tidak menjawab kataku melainkan memandangiku sebentar dari spion yang diarahkan kewajahku, ia melihat wajahku yang agak sebal dan Agam pun hanya tersenyum.

"sayang?" tiba-tiba Agam bersuara

"hmmm" aku jawab dengan deheman,

"sayang?"

"ish agam, apasih?" jawabku dengan kesal. Dan agampun hanya ketawa gajelas sambil memegang tanganku yang sedang memeluk perutnya.

"ga jelas deh kamu gam" kataku

Setelah beberapa menit melaju dijalanan dengan kecepatan standar, kamipun sampai diparkiran suatu tempat yaitu parkiran mall.

"kita nonton ya ta." Kata agam sambil membantu aku turun dari motor,

"ish bilang kek kalau mau nonton sok-sokan misterius bikin penasaran. Btw baju aku nggak saltum kan gam?" kataku memandang Agam

"nggak, kamu jelek" kata agam dengan datarnya dia

"ish masak jelek aku? Nggak cantik?" agak sebal dengan Agam

"hm, jelek banget" balasnya

"A..." belum selesai menuntaskan sumpah serapahku terhadap Agam, malah dia sudah mendahuluiku dengan mengampitkan kepalaku di ketiaknya sambil menuju lift menuju loby mall. Aku pun meronta-ronta minta dilepaskan sambil memanggil namanya "Agammm..." tetapi hanya dihiraukan olehnya.

"lepasss bau agam" masih dengan usahaku melepaskan himpitan ketiaknya Agam.

"gamm.." sambil mencubit-cubit perutnya, tetapi yang kurasakan adalah keras "hah? Keras perut agam? Agam makan apasih? Apa perutnya ada kotak-kotak kek iklan L-men? Ah masak si?"pikirku hingga Agam melepaskan kepalaku dari ketiaknya di loby mall. Bayangkan dari basemant sampai loby mall naik lift bersamaan orang-orang banyak posisi aku dihimpit ketiaknya Agam haduhh, malu banget guys. Tapi mau gimana lagi Agam itu susah untuk dirayu, ngeselin tapi bikin cinta haduehhh.


To be continue


Jangan lupa di vote dan komen, menerima kritik dan masukan temann...

Lepaslah Berjuang DengankuStories to obsess over. Discover now