Aku ingin membuat kamu terbang, merasakan betapa indahnya berada di atas sana.
Aku ingin mengetahui fakta, bahwa kamu tesenyum saat membacanya.
Silahkan berdoa, semoga aku tidak menjatuhkan angan - anganmu.
Walaupun aku sudah tau akhir dari cerita...
Seorang lelaki bertubuh tinggi tegap yang memiliki ketampanan seperti dewa yunani. Ah!! itu terlalu berlebihan, dia memang tampan semua orang akan bilang bahwa itu adalah sebuah fakta. Tapi menurutku dia tidak hanya tampan tapi juga maniss, hingga membuatku tak pernah bosan memandang wajahnya. Mungkin bukan hanya aku saja tapi kamu, dia dan mereka akan merasakan hal yang sama ketika bertemu dengan Raka.
Dia ketua basket di SMA Pancasila. Yup! kita satu sekolah, di sekolah ini aku bertemu dengannya, dan di sekolah ini juga aku mengenalnya tapi mungkin dia tidak mengenalku. Sejauh ini aku mengenalnya sebagai pribadi yang baik. Dia juga memenuhi kriteria lelaki idamanku, tidak banyak bicara tapi bijak aslinya.
Lahir dari keluarga yang berkecukupan. papanya seorang ahli kontruksi sedangkan mamanya merupakan pemilik dari salah satu event organizer di Indonesia. Hal ini memberi satu nilai plus lagi dalam dirinya dan hal ini juga yang membuatku semakin tidak percaya diri untuk bisa memilikinya.
• • •
"Zara Pratista"
Semua orang manggil aku Zara. Gak ada tuh yang manggil Ara, padahal pingin banget di panggil Ara. Tapi ya sudahlah, mungkin mereka sudah terbiasa memanggilku Zara. Bagaimanapun cara mereka memanggilku, itu tidak akan merubah kepribadianku. Aku tetap menyukainya.
Orang bilang aku anaknya pendiem, kalem dan sabar. Tapi semua itu salah, kalau gak percaya tanya aja sama keluargaku atau sama teman deketku. Jujur nih ya! aku tuh orangnya bermuka dua, aku sadar banget akan hal itu. Di depan orang baru aja kalem banget, tapi kalo udh sama temen deket kayak cacing kepanasan. Dasar Aquarius!!
Berbeda dengan Raka, aku tumbuh dari keluarga yang lebih sederhana. Ayahku seorang pegawai di salah satu kantor swasta, inget yah pegawai bukan pemiliknya. Bundaku seorang ibu rumah tangga, yang sekarang menjelma sebagai seorang pembisnis online kecil-kecilan. Mereka selalu bekerja keras agar aku bisa tumbuh dengan baik dan berkecukupan.
• • •
Oke... oke... Udah selesai peekenalannya. Aku akan menulis kisahku dengan Raka, dan aku memutuskan untuk menulis sebagai orang ketiga, biar kalian lebih enak aja bacanya.
Oh iya... Satu fakta lagi. Saat aku menulis cerita ini, aku sedang berada di tahap akhir dari cerita ini. Walaupun aku tidak yakin akan ada yang membaca ceritaku ini atau tidak, tapi setidaknya aku telah mengabadikannya.
Semoga, ekspetasi kalian tidak hancur yahh... Selamat membaca.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.