Pertama: Terjebak Déjà Vu

1K 105 10
                                        

<ʷnͬoͥtͭeͤʳˢ>

Before you read, please leave a trace by pressing the star icon (vote)! That'll mean a lot!

SEJAK pukul 20:13, bar dan lounge ini rasanya semakin ramai oleh suara botol yang berdenting

Oups ! Cette image n'est pas conforme à nos directives de contenu. Afin de continuer la publication, veuillez la retirer ou mettre en ligne une autre image.

SEJAK pukul 20:13, bar dan lounge ini rasanya semakin ramai oleh suara botol yang berdenting.

Irene melirik jam yang ada di dinding. Ia melakukannya sama seperti tiga menit yang lalu, seolah-olah ada hal penting. Rasanya ia ingin menggelinding, berteriak kencang sambil menutup kuping. Ia ingin bercerita sekalipun pada orang asing, bahwa ia bisa saja tahu, kapan kau akan melakukan sesuatu.

Ia ingin kau tahu, bahwa ia bisa saja tahu, kapan anak kecil itu akan menumpahkan es krim setrup yang dipesan di lounge dan ditaruh di mejanya beberapa menit lalu. Kapan ibunya yang berpakaian ekstra nyentrik dan teler karena alkohol akan memarahinya melulu di hadapan anak kecil itu yang terus berlidah kelu.

Sehabis ia melirik jam dinding untuk kesekian kalinya, Irene menyaksikan semuanya dengan mata dan lengkap dengan kepala. Kini, bukan hal yang asing baginya, kalau semua orang seolah-olah melakukan adegan yang sesuai dengan skenarionya.

Dunia serasa ada di dalam kontrolnya.

Irene mengidap sesuatu yang sulit dijelaskan bahkan untuk kaum sains terkemuka. Ia mengalami déjà vu yang berjangka lama. Itulah penyebabnya ia punya kemampuan mengetahui hal-hal yang akan terjadi beberapa waktu ke depan─yang kadang Irene merasa kelimpungan setengah mati dibuatnya.

 Itulah penyebabnya ia punya kemampuan mengetahui hal-hal yang akan terjadi beberapa waktu ke depan─yang kadang Irene merasa kelimpungan setengah mati dibuatnya

Oups ! Cette image n'est pas conforme à nos directives de contenu. Afin de continuer la publication, veuillez la retirer ou mettre en ligne une autre image.

Semuanya dirasakan pertama kali oleh Irene yang berumur 7 tahun. Ia menonton televisi di atas sofa merah marun. Ketika itu, televisi sedang menayangkan iklan baru produk makanan.

Irene tahu setiap rincinya. Ia tahu bentuk dan desain bungkus terbaru yang ditunjukkan di akhir iklan mereka. Irene telah hafal slogan yang dilontarkan model iklan itu di televisi.

Ia merasa sudah pernah melihat iklan itu berulang kali, meskipun Irene baru saja melihatnya kali ini.

Irene tahu, kalau setelah iklan itu berakhir, Heechul─kakaknya yang berumur enam tahun lebih tua darinya─akan masuk ke dalam ruangan dan duduk di sebelahnya sembari bernyanyi, membawa koin-koin yang ditaruh di cangkir. Hampir serupa seperti orang fakir.

fast-forwarded, slow-motioned.Où les histoires vivent. Découvrez maintenant