Hal Bermula dengan suara derap langkah berat dari sebuah koridor. Gelap, Dingin, Sesak, bahkan jantung ini terasa berdetak begitu kencang.
"Sial!! Jangan diam saja! Dobrak pintunya!" teriak kencang sebuah suara yang membuat aku membuka kedua mataku.
Dimana ini? Kenapa terdapat banyak darah. Dan.... banyak mayat yang tergeletak disana-sini.
"Cepat Lakukan!" teriak sebuah suara sama, seorang laki-laki..... aku seolah mengenal laki-laki ini. Aku seperti pernah melihat laki-laki ini di suatu tempat.
Aku mencoba menilik-nilik fiturnya dengan baik. MJ? Albert? Tunggu... Hira? Aku mulai dapat melihat mereka dengan baik. Yuna, Alia, bahkan Natasya ada disini. Tunggu a-apa yang kami lakukan disini?.
Aku tidak mengerti apa yang terjadi, yang jelas, mereka semua terlihat panik setengah mati. Ada apa ini?.
"Jangan teriak saja! Bantulah kami dengan pintunya! Cepat, sebelum monster-monster itu dapat menerobos masuk!" timpal seorang gadis ber-iris kecoklatan tersebut. Monster? Apa maksud mereka?.
"Ayo dobrak bersamaan! Nasya jangan diam saja seperti orang sinting! Bantu kami!" seorang lelaki ber-iris sehitam arang tersebut sambil menunjuk ke arahku. Aku mengikuti perintahnya dan membantu mereka mendobrak pintu besi itu, jelas saja itu mustahil.
"Ini di kunci dari dalam" ujarku begitu hambar. Aku tidak tahu harus berekspresi seperti apa, aku sendiri tidak paham apa yang terjadi disini.
Sontak hal itu membuat semua orang terlihat sangat kelelahan dan sangat begitu putus asa dengan keadaan.
"Grrrooahhh!!!" terdengar secercah suara geraman yang begitu ramai dari kejauhan.
"Suara apa itu?" tanyaku pada gadis bersurai seputih salju yang kini terduduk frustasi dan terlihat hampir setengah gila.
"Terlambat... pintu bagian depan itu tidak akan mampu menahan semua monster bertubuh busuk yang tidak pernah kenyang itu" ujarnya tanpa menatap kearahku. Monster bertubuh busuk? Sebenarnya ada apa ini?!. 'BRAKK!!'. Terdengar suara sebuah benda yang terbanting begitu keras. 'GRUDUK, GRUDUK, GRUDUK'. Dan langkah ramai nan berat terdengar dari lorong lain.
"Grrrrooooahhhhh!!!!" geraman yang sama terdengar.
Tiba-tiba saja... segerombolan puluhan mungkin ratusan manusia dalam kondisi yang tak dapat aku jelaskan datang menghampiri kami semua dan mengerumuni kami. Mereka semua menggigit, mencabik, merobek, memakan, dan mencakar tubuh kami sampai ke tulang. Kemudian-.
Beep... Beep... Beep
Pukul 06.30
Di sinilah aku, terbangun dari mimpi aneh sekaligus menyeramkan tersebut. Keringat dingin membasahi tubuhku, rambut hitam ku sudah tidak berbentuk lagi, nafasku bahkan tersenggal-senggal. Tidak bisa aku jelaskan lagi, dan ini memanglah sudah terlihat begitu jelas. Aku ketakutan.
"Tenanglah Nasy... itu Hanyalah mimpi. Tapi kenapa terasa begitu...Nyata?" tuturku lemah.
Sadar tidak sadar aku lupa mematikan alarm ku. Melihat pukul berapakah sekarang membuatku menepis segala hal mengenai mimpi itu sejauh mungkin dan kembali ke realitanya.
"SIAL... SIAL... SIAL..! 20 MENIT SEBELUM BEL BERBUNYI!!" ujarku terkejut dan melompat dari kasurku.
"IBU!! KENAPA TIDAK MEMBANGUNKANKUU!" rengekku.
"Jangan berteriak! Ini masih pagi!" balasnya berteriak.
"Aku sudah berusaha membangunkanmu! Tapi kau tidak mau bangun!" lanjutnya lagi.
Tak ada waktu untuk berdebat dengan Ibu, kini aku harus segera bersiap untuk melakukan rutinitasku sebagai seorang murid SMA.
______________________________________
Thanks for reading the prologue guys!! (≧▽≦)
I purple you💜💜💜
KAMU SEDANG MEMBACA
Survive The School
Mystery / ThrillerNOTICE!! ✓We're not the owners of the cover above! Deskripsi : "Anasya Edwardson, Siswi berumur 16 tahun di Sekolah SMA Earlington. Menjalani kehidupan sederhananya bersama Ibu tercinta di sebuah apartemen murah. Namun, segalanya berubah ketika mew...
