Prolog

9 1 0
                                        

   "Bodoh bodoh gw bener bener tolol" Keluh kesal Ryan.

Ia hanya bisa menghina dirinya di depan jasad Wanita yang sudah terbujur kaku.

"Gw mohon tolong maafin gw, andai waktu bisa di ulang pasti gw gak akan pernah tinggalin lo" Tangisnya sembari menggenggam Tangan wanita itu.

"Penyesalan yang lo ucap sekarang sudah tidak ada artinya lagi, sekarang lebih baik kita mendoakan Kyla agar dia tenang di sana" Ucap kakak Kyla sembari menenangkan Ryan.

Ryan yang hanya bisa menangis sembari melihat Kyla yang hanya tertidur dan sudah tak bernyawa, Ia hanya berharap ada mukjizat agar Kyla bisa bangun lagi, tetapi tentu saja itu tidak akan pernah terjadi.

"Seandainya dulu gw gak pernah nyia" in lo, seandainya gw sadar perasaan gw yang sebenarnya ke lo, pasti gw gak akan se menyesal ini sekarang" tangisan Ryan sembari menggenggam tangan Kyla dan tak tahu sampai kapan ia akan melepasnya.

Suasana duka pun semakin menyelimuti ruangan itu, Ryan yang terus menangis dan menyesali perbuatannya yang dulu ia lakukan kepada Kyla, sampai suatu waktu ia harus melepaskan genggamannya karena harus segera mengkremasi Kyla, duka dalam hati Ryan terus bertambah saat Kyla harus di kuburkan.
   Ia hanya bisa memeluk tanah kuburan yang masih basah itu sembari terus menerus menangis karena ia terlambat mengatakan bahwa ia sangat mencintai wanita itu ia menyesal karena telah menyia"kan cinta Kyla yang dulu tidak ia balas.

"Kyla aku berjanji di kehidupan selanjutnya aku akan terus mencintaimu walaupun kau mungkin akan mengabaikan ku atau membenciku aku akan selalu mencintaimu, aku berjanji" ucapnya sambil terus mengusap batu nisan kuburan itu.

"Aku mencintaimu Kyla"

Naabot mo na ang dulo ng mga na-publish na parte.

⏰ Huling update: Jul 06, 2020 ⏰

Idagdag ang kuwentong ito sa iyong Library para ma-notify tungkol sa mga bagong parte!

All With You Tahanan ng mga kuwento. Tumuklas ngayon