"Woi elah cepetan napa jalan nya kaya garry lo, udah malem nii!!." Teriaknya sambil berlari-lari kecil.
"Ck, iyaiya sans aja kalek kaya dikejar setan aja."
"Hussshh, mulut Lo mau gue gampar Lo." Ucapnya sinis.
"Bodo." balasnya takperduli.
Kedua remaja wanita itu, tengah berjalan pulang dari Supermarket didekat rumah mereka. Karna jarak supermarket dan kediaman mereka hanya berkisar beberapa rumah saja, mereka memilih untuk berjalan kaki saja.
Karna jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, suasana saat itu sepi dan tempat tinggal mereka berada di kompleks yang keamanannya sangat ketat, hanya beberapa kendaraan yang lewat sesekali.
Saat sedang sibuk berjalan dengan langkah cepatnya, salah satu diantara mereka tidak sengaja tersandung batu karna mereka hanya memfokuskan perhatian ke depan.
"AKKKHHH,,MAAMAAA." jeritnya membuat temannya terkejut refleks berbalik badan, menemuka temannya sudah terduduk dijalan sambil memegang kaki nya yang terluka dan sedikit meringis "sstts, aw".
"HAHAHA MAMPUS HAHAH." Tawanya pecah.
Yang terjatuh menatap sinis temannya itu,"Anjing, orang jatoh bukan ditolongin malah diketawain."
"Hahah, ngakak siapa suruh Lo jalan kek dikejar setan." sambil menyodorkan tangannya kebawah, bermaksud membantu temannya untuk berdiri.
"Heh, gue jalan cepet itu soalnya udah malem Lo gak liat nih jalanan udah kaya kuburan sepi gini, kalo ada apa-apa gimana kalo kita diculik trus organ kita diambil mending dah uang nya dibagi dua ini udah nyuri ngebunuh tamak lagi, malaikat auto geleng geleng kepala, nereka udah ngelambai-lambai gue penasaran orang yang kaya begitu ntar kalo bereinkarnasi wujud nya jadi anjing atau babi ya?." ocehnya yang membuat temannya menatap tidak percaya dengan apa yang ia dengar barusan.
"Gila Lo Dit, disaat kaya gini sempet-sempetnya Lo bahas dosa orang, lagian Lo tau dari mana kalo orang reinkarnasinya jadi anjing atau babi?"
"Yakan kita gak tau, manusia tapi sifat nya kaya binatang siapa tau kedepannya keinginannya buat jadi binatang terwujud, lagian kemaren gue denger kalo kita jadi jahat reinkarnasi kita jadi anjing atau babi, ntar kalo Lo jadi babi gue bakal jadi majikan Lo deh, kalo beneran Lo jadi babi beri gue clue ngok tiga kali ya biar gue tau kalo itu Lo heheh." cengirnya polos.
"Anjing." makinya.
"Elah santuy mba Meimei cans unch unch manjah mwuach."
"Bodo. Lagian siapa sih yang bilang orang jahat reinkarnasi jadi babi ngadi-ngadi sih lo."
"Jang man woel." jawab nya enteng.
"Otak Lo dangkal."
"Makanya gue nonton drakor itu bukan cuma sekedar nonton aja tapi gue dapet pelajaran tentang kehidupan juga." Ucapnya dengan nada bangga.
"Bodoamat" Meisya melanjutkan langkahnya ia tak mau berlama-lama dengan Dita bisa darah tinggi dia jika berdebat dengan temanya itu.
Tanpa disadari dari kejauhan tampak beberapa orang tengah memperhatikan mereka, memandang kedua orang tersebut dengan senyum yang tampak mengartikan sesuatu.
"Sekarang?" Tanya satunya Yang masih memperhatikan keduanya dari jauh.
"Tapi mereka cuma berdua, bos pasti bakalan marah kalo kita cuma ngebawa dua orang"
"Kita tunggu aja sampai mereka dirumah, Aku yakin mereka pasti tak ingat akan hari ini" ucapnya penuh seringai.
"baik!"Jawab mereka serentak.
•••••••••••••
Saat tengah berjalan tiba-tiba handphone salah satu dari mereka berdering dan seketika membuatnya berhenti dengan cepat menggeser ikon telpon hijau dan mendekatkan benda pipih itu ketelinganya.
"Halo Ris? kenapa? mau nitip? Telat telat telat gue sama Meimei udah mau nyampe nih."
"Cepetan pulang!!!." bentak nya dari sebrang sana
Mendengar teriakan tersebut, ia refleks menjauhkan hp nya dari telinganya dan kembali mendekatkan benda itu ketelinga lagi.
"Sans dong ini juga udah mau sampai , gue juga tau Lo butuh banget sama ni benda, tapi sabar dulu apa, udah dibeliin juga."
"ITU BENDA GAK PENTING YANG PENTING SEKARANG LO BERDUA SAMA MEISYA CEPETAN BALIK."
" Emang nya kenapa sih?ngebet banget nyuruh orang cepet pulang kangen Lo? baru juga ditinggal kesupermarket."
"See what date is it now."
Mendengar ucapan temannya membuat nya bingung sekaligus penasaran, "Wait".
Deg
Jantungnya berdegup kencang, wajah nya pucat kaki dan tangan nya bergetar hebat raut wajahnya yang berubah menjadi khawatir dan takut .
Melihat perubahan raut wajah temannya, Meisya pun penasaran apa yang dibicarakan nya ditelpon tadi, "Kenapa Dit? Ada masalah apa?."
Dita menatap Meisya dengan mata yang berkaca-kaca, menampilkan raut wajah yang 180° berbeda dengan raut wajah nya tadi.
"Me-meii ki-kita dalem bahaya." mendengar penuturan Temanya itu membuat Meisya bingung sekaligus tidak pahaman apa maksud temannya ini.
"24"
Deg
Satu kata yang mampuh membuat mereka sukses menegang, untuk beberapa saat mereka terpaku disana berdiam diri, seakan tak akan ada yang terjadi dengan mereka padahal dari tadi sesosok mahluk sudah mengincar mereka dari saat keduanya keluar dari kediamannya.
Detik kemudian, dengan cepat Meisya meraih tangan Dita dan mengajak nya berlari sekencang kencangnya, hingga mereka tiba dikediaman mereka segera masuk dan mengunci pintu mematikan lampu sehingga rumah mereka tampak seperti rumah tak berpenghuni.
•••••••••••••••••••••••••••
to be continued....
•••••••••••••••••••••••••••
3 Juli 2020
Timanu.
•••••••••••••••••••••••••••
