Part 1

9 1 0
                                        

Nur Intan Az-Zahra. Gadis 18 tahun, yang sedang menempuh pendidikan SMA kelas 12. Ia sangat menyukai langit, jika langit itu sedang cerah. Katanya dengan menatap langit yang sedang cerah, seperti melihat dirinya di masa yang akan datang.

Nur di dalam Al-Qur'an bermakna cahaya.  Tidak hanya itu, sebagai perempuan ia harus bisa menjaga dirinya. perempuan itu mahal, dan berharga, seperti layaknya berlian-berlian. Intan nama yang cantik dan indah. Nama pemberian dari orang tuanya. berharap, kelak anak nya bisa menjaga seperti sayidah Fatimah Az-Zahra putri kesayangan Rasulullah SAW. Bukan kah nama itu adalah sebuah do'a untuk sang pemilik nama?

Orang tuanya sangat berharap agar anak nya kelak bisa tumbuh seperti namanya Nur Intan Az-Zahra 'cahaya berlian' dan Az-Zahra  bermakna sebagai 'bunga' yang akan selalu mengahrumkan nama dikeluarganya. Tidak hanya itu, nama Az-Zahra diselipkan agar sosok anak bisa meneladani sosok putri kesayangan Rasulullah SAW.

Nur sering kali berdoa agar suatu saat masa depannya akan seperti makna namanya, bercahaya. Masa depan yang akan selalu menampakan cahaya dan sinarnya tanpa ada kegelapan yang menghampirinya. Tetapi itu tidak akan pernah mungkin, di dunia ini di ciptakan dengan berpasang-pasangan. Laki-laki dan perempuan, langit dan bumi, bahkan cahaya dan gelap.

Seharusnya, di umur 18 tahun itu, adalah masa-masa seseorang sedang menikmati masa remajanya. Masa terakhir ia menjadi siswa/siswi. Tetapi itu tidak berlaku bagi Nur. Sejak kejadian 1 tahun yang lalu. Nur di tuntut menjadi seorang yang mandiri. Sosok yang harus menghabiskan masa remajanya dengan mencari nafkah untuk menghidupi dirinya.

Di luar sana anak-anak yang seumuran dengannya, sedang sibuk dengan bersenang-senang. Menikmati masa remajanya, berleha-leha menghanburkan uang orang tuanya. Tapi tidak dengan Nur, dirinya sibuk dengan penderitaannya, mencari uang demi bisa menghidupi dirinya. Ia sangat iri kepada mereka yang bisa menikmati masa remajanya. Ia menginginkan kehidupan seperti di luar sana. Kehidupan penuh dengan kasih sayang, bahkan dapat merasakan rasa dimanja oleh keluarga sendiri. Tetapi, itu tak mungkin bisa terjadi. Karena kebahagiaan nya yang selama ini sudah berakhir semenjak satu tahun yang lalu.

Orang tua yang menjadi prioritasnya selama ini, kini sudah menghadap Sang Illahi semenjak  setahun yang lalu. Adik satu-satunya yang ia sayangi, juga ikut menyusul ke dua orang tuanya. Sekarang ia sebatang karang, pihak keluarga ibu, dan ayahnya tidak ada yang ingin merawat nya. Mereka menyalahkan Nur atas kejadian itu. Mereka menganggap Nur adalah si anak pembawa sial.

"Heyy, kan bener pasti kamu sedang berada disini. Dari tadi aku nyariin kamu loh, Nur. Ternyata kamu ada di sini," ujar Rinda. "Kenapa, Nur?"

Rinda Alesya, sosok yang menjadi sahabat Nur selama  setahun ini. Semua teman-teman di sekolahnya mengucilkannya, bahkan sampai ada yang membenci dirinya. Mungkin karena dirinya si yatim piatu, atau mungkin karena dirinya adalah anak yang tidak bisa seperti mereka, yang bisa berleha-leha menikmati masa remajanya. Tapi, itu tidak berlaku kepada perempuan yang bernama Rinda, gadis cantik, pintar, dan baik, bahkan sosok anak yang terlahir dari keluarga berada. Entah kenapa Rinda mau berteman dengan dirinya, yang miskin, dekil, tidak ada keluarga yang mau menganggapnya, bahkan tidak layak jika ingin dikatakan teman untuk sahabat nya itu.

"Gak apa-apa kok, Rin." Sekarang mereka sedang duduk di belakang kelas. Belakang kelas adalah tempat favorit nya, Nur. Dari sini ia bisa mendapatkan ketenangan, melupakan hinaan hinaan terhadap dirinya, bahkan bulian dari teman-temannya.

"Yaudah, yuk kita masuk. Bentar lagi kan try out bakal dimulai. kamu jangan sedih lagi ya, kan masih ada aku!" Hibur Rinda.

"Enggak, kok. Siapa bilang aku sedih, aku enggak apa-apa kok, Rin."

"Beneran kamu enggak apa-apa?!"

"Iyaa Rinda cantik. Aku enggak apa-apa kok. Yaudah, katanya tadi mau masuk kelas! Kok jadi ngobrol, sih," Ujar Nur dengan tawanya.

Secerah LangitDove le storie prendono vita. Scoprilo ora