cowo idiot:"

7 2 0
                                        

07.58 WIB

Semua siswa dan siswi berlarian menuju lapangan sekolah,namun berbeda dengan  cowok yang kini berjalan dengan santai sambil memainkan ponselnya.

Yaa.. Itu Angkasa siapa lagi kalo bukan dirinya,dengan style urakan ia berjalan kearah kantin bertemu dengan sahabatnya dan membolos secara  berjamaah saat upacara bendera pagi hari ini.

"UWWIIHH...... BOSS gwa cakep bener!, nyokap lo ngidam apaan sih boss.., punya anak nyerot kecakepan anaknya orang lain". Ucap Rio sambil melebih-lebihkan agar seperti aktor dramatis.

Mendapat pujian seperti itu bukan merasa bangga apalagi terbang,tetap dengan ekspresi yang sama Deko duduk disamping Bastian,sedangkan Amruna menjitak kepala Rio dengan sangat keras sampai terdengar bunyinya.

"ktaak..!, Mata lo pakee, mata lo...,sore-sore ngereceh. Pengamen loo??! "

Seketika Rio menganga dan mengelus kepalanya yang berdenyut akibat ulah Amruna.

"shitt..,otak lo kemana sih Am, sakit bego!,  mata lo tuh katarak,  mulut lo lamis kek emak-emak minta di cilok! "

Bastian tertawa melihat kedua sahabatnya itu, mereka memang seperti anjing dengan kucing yang ngga akan pernah akur dimanapun mereka berada, namun jika salah satu dari mereka ngga bersama lebih menakutkan daripada bertemu hantu kutub utara.

"bngsat..... Cipok, bukan cilok!, GOBLOK. "protes Bastian yang mendengar ucapan Rio.

Deko berdiri dari duduknya yang membuat ketiga sahabatnya menghadap kearahnya,

"mau kemana lo? "tanya Rio

"baru aja nongol, dah mau cabut! "

Deko memberi tasnya kepada Bastian.

"mau ikut?" tanya Deko kepada ketiga sahabatnya itu.

"kemana??!,anjir... Bangke, dari tadi ditanyain membisu kek patung kuda lumping lo. "

"yaudah...!! "

Mereka bertiga tak heran jika sahabatnya cenderung cuek seperti itu. Hati mereka bertiga telah kebal dengan keadaan seperti ini.

"bangsat.... Mau kemana loo...!! "

Deko menghadap ke arah Bastian lalu Amruna dan terakhir Rio.

"aish.. Bacott, mau ngikut ke kamar mandi loo pada!"

Anjirr.... Ketebak!

Rio menghadap kearah Amruna.

"ngena  boss??" ucap Amruna dengan kalimat sange-sangeannya.

"mataloo....,gwa punya temen sange bener...,Pinter lo kalo ngomong, lambe lo pakek  filter apan Am?!"

Seketika tawa Bastian menggema dikantin.

Deko tak menggubris pertanyaan Amruana karena pasti kedua temannya itu sudah menjawabnya duluan.

"lambe... Lambe..., congor loo kek kenalpot motor!,"  respon Amruna sambil menatap Rio dengan tatapan sinis dan membunuh.

"aiish..Am gwa bercanda broow, lagi pula kan lo emang rajanya sange diantara belahan tante girang! "

Ucapan Rio membuat Bastian tertawa terbahak-bahak  sedangkan Amruna berkali-kali menjitak kepala Rio dengan tangannya bahkan menyumbat mulut berasap Rio dengan tisu yang berada dikantin.

:):):):):):):):):):)

Deko berjalan menuju kamar mandi didekat kantin, namun disaat berada dibelokan ia merasa jika tangannya di genggam oleh seseorang dan membalikkan badannya.

"lo ngga denger gue?? " tanya cewek yang berada didepanya itu.

Deko menaikkan  alisnya mengapa ada anak Anugrah di Bretanda?? apakah dia salah masuk sekolah,

" ada yang salah sama gue?, Biasa aja liatinnya!"

Deko melepaskan genggaman tangan cewek tersebut,saat ingin melangkahkan kaki cewek itu menggenggam tangannya lagi,lalu dengan cepet dilepas oleh Deko.

" lo punya mulut jawab, lo tuh harusnya bersyukur kalo punya mulut yang masih bisa berfungsi..., Liat diluar sana banyak orang yang ngga bisa ngomong tapi masih bisa bersyukur lhaa... Lo malahan sok bisu! " ucap cewek itu panjang lebar.

Deko menatap name tag di seragam cewek Anugrah tersebut bernama "Selin Anantadipura"

" mau lo apa?" tanya Deko dengan singkat.

" lo tau kelas XII IPA 1 " tanya cewek didepannya.

Deko mengangguk lalu berjalan meninggalkan cewek Anugrah tersebut, ia merasa bingung mengapa cewek Anugrah bisa ada disini saat jam pelajaran seperti ini.

"hey..... Lo belum ngejawab pertanyaan gueee...!! ", teriak Selin sangat keras namun tak diperhatikan oleh Deko,ia malas berinteraksi dengan orang asing, apalagi yang sok kenal sok dekat ditambah suka ngoceh ini itu...

"tuh cewek anugrah kenapa sampe sini?, amnesia apa ngga punya otak!"ucap Deko sebelum masuk kedalam kamar mandi,

seketika Deko memikirkan perkataan cewek yang bernama Selin Anantadipura yang menasihatinya tepat didepan matanya,Deko menggelengkan kepalanya lalu berjalan kearah wastafel dan mencuci tangannya.

"cewek gila!" ucapnya sebelum keluar dari kamar mandi.

"LO! " ucap Deko sambil menunjuk Selin dengan jari telunjujnya

"iyaa...gue ngapa?,ada masalah cowo idiot?!" Selin meresponya dengan sangat santai bahkan tak merasa takut dengan Deko setelah mengucapkan kalimat idiot tepat didepannya.

Deko meremas pergelangan tangannya,sungguh cewek dihadapannya sekarang sangat ....aish

"lama banget sih lo,  gue nunggu sampe lumutan!"

Deko menaikkan satu alisnya, siapa yang suruh nungguu.

"lo tuh... Di ajak ngomong dijawab ngapa sih.." rajuk Selin  seperti anak kecil yang menginginkan sesuatu namun tidak dikabulkan, sungguh  manis jika dilihat oleh seorang cowok namun bukan oleh Deko,  ia merasa terganggu oleh keberadaan cewek disampingnya ini.

Deko berdecak.

"mau lo apa! " ucapnya dengan ekspresi yang sangat datar.

"lo jadi cowok ngga ada manis-manisnya, ngga ada peka-pekanya, ngga ada rasa kasi... Mm.." kalimat Sekin terpotong karena mulutnya telah di bekap oleh Deko.

"banyak omong!, gue lepasin lo diem,"

Selin mengangguk,Dengan segera Deko melepas tanganya dari Selin.

"bego loo...., ngga ada otak! " ucap Selin sambil menghirup napas melalui mulutnya

Ingin sekali  Deko menghajar semua orang yang membuatnya tak nyaman dengan keadaan apalagi yang membuang-buang waktunya , namun yang mengganggunya sekarang cewek akstral yang entahlah...

"buang-buang waktu"

"TUNGGU....!! "

Selin menghentikan langkah Deko dengan berdiri didepannya.

" gue minta tolong sama lo, dimana kelas XII IPA 1,gue ngga tau!!"

Deko melihat kearah jam tangannya menunjukan pukul  08.35 WIB.

" sorry,  gue ada kelas"

Selin berdecak, sia-sia ia menunggu beberapa menit didepan pintu kamar mandi laki-laki jika tidak dapat jawaban atau bahkan bantuan sama sekali.

"COWOK IDIOOTTT!!", teriaknya entah mengapa selin berbuat seperti itu namun dengan segera ia mencari seseorang yang dapat mengantarkannya ataupun memberitaunya dimana kelas barunya itu.



:):):):):):):):):):):)



Maaapin gua yaa guys... Kalo semisal ada typo2.. :)











































My Loser is My Boyfriend Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang