"Disini senang, disana senang dimana-mana hatiku senang. La..La..La..La..La.." Nyanyian kami yang begitu riang melengkapi perjalanan kami menuju villa favorit keluarga kami.
Ku lihat di balik jendela, pohon-pohon hijau nan rindang berbaris dengan rapi seakan melambai memanggilku untuk selalu terpaku pada mereka.
Ah indahnya...
"Huekk.. uncle J. Evelyn mau muntah. Dari tadi sudah nggak tahan," rengek anak kecil di sebelahku.
"Kenapa J dengan Evelyn?" Tanya kakakku yang duduk di depan kami.
Ya, Evelyn adalah anak kakakku. Saat ini kami sedang berada di bus yang kami sewa untuk membawa kami sekeluarga ke villa keluarga yang ada di puncak.
Namanya anak kecil, jika dia sudah nyaman dengan seseorang dia akan selalu nempel terus-terusan dengan orang tersebut. Sama seperti Evelyn, dia lebih memilih duduk di sampingku daripada harus duduk di samping ayah atau ibunya.
"Ini kak, si Evelyn mau muntah. Mana nggak ada plastik lagi kak, jadi gimana dong kak?" Jawabku.
"Astagaa, iya kakak juga lupa bawa. Oke deh kita berhenti sebentar saja.. Pak supirrrr, menepi sebentar dong pak. Si Evelyn mau muntah.." Teriak kakakku.
"Yuk Evelyn, kita keluar sebentar..." Ucapku sambil menggandeng tangan anak kecil tersebut.
"Loh, nggak papa J? Udah, biar kakak saja yang bawa Evelyn keluar.."
"Nggak papa kak, aku bisa kok... sebentar ya kak," aku pun langsung berlari bersama Evelyn karena wajah anak tersebut sudah memerah menahan mual sedari tadi.
Kami pun sedikit berjalan menyusuri hutan yang ada di pinggir jalan, kira-kira posisi sudah nyaman. Aku pun membantu Evelyn mengeluarkan seluruh isi perutnya yang sudah ditahannya sedari tadi.
Tapi tiba-tiba...
YOU ARE READING
Unforgettable
Romance"Aku mau ibu dan ayahku kembali uncle..." "Hiks.. Hiks.." Tangis seorang bocah 8 tahun itu. "Ssssttt.. tenanglah sayang, ibu dan ayahmu tak pergi kemana-mana, mereka selalu bersamamu..." Ucapku tak kuasa melihat tangisannya. Evelyn Kimberly, tenan...
