1.Cotton Candy

20 1 0
                                        

Rindu. Hanya sebuah kata yang sangat sederhana dan mudah untuk di ucapkan siapa saja. Namun tidak bagi seorang An. Ia mendiskripsikan rindu sebagai rasa yang membuatnya merasa sesak yang sanggup menghimpit dadanya bahkan bisa membuatnya menangis tanpa sebab.

Benar kata Dilan, rindu itu berat.

Sudah setahun berlalu tapi rasa itu selalu hadir kedalam celah hatinya. Membuat hatinya terasa sangat sesak.
5 tahun yang lalu ia harus kehilangan Bintang Orion, sahabat nya yang memiliki sakit jantung sejak lahir. Dan kedua orang tua Rion harus membawanya ke Singapura untuk berobat dan tinggal disana.

Ditahun-tahun pertama mereka masih saling berkomunikasi. Tapi seiring berjalannya waktu karena kesibukan Rion menjalani perawatan komunikasi mereka menjadi jarang.
Dan sejak satu tahun yang lalu Rion tidak pernah mengirim kabar. Karena saat itu Rion sempat mengalami penurunan kesehatan. Bahkan sering Anfal.

An terpaksa harus membuka matanya lebar-lebar saat suara gaduh yang berasal dari rumah tetangga yang tepat berada di sebelah rumahnya masuk kependengarannya. Berkali-kali ia menutup telinganya dengan bantal, tapi tetap saja tidak mengurangi suara berisik itu. An mendudukkan dirinya di tengah-tengah tempat tidurnya. Seolah ia seperti sedang mengumpulkan nyawanya yang sempat pergi kealam mimpi. Ia melirik jam weker yang ada diatas nakas sebelah tempat tidurnya. Baru jam enam pagi.

An segera melompat dari atas tempat tidurnya setelah ia benar-benar mendapatkan kesadarannya. Ia berdiri mengadapa keluar jendela kamarnya.
Ia mengamati beberapa orang yang tampak sedang menurunkan barang-barang dirumah tetangganya itu. Rumah yang sudah tidak ada penghuninya selama 5 tahun, tapi masih sangat terawat karena ada orang yang disewa oleh pemilik rumah untuk selalu membersihkannya,rumah yang pernah menjadi tempat ia dan Rion menghabiskan waktu untuk bermain bersama. Rumah yang bahkan didesign khusus satu kamar menghadap ke kamar An dengan design jendela berhadapan atas permintaan tuan muda pemilik rumah agar mereka bisa saling berkomunikasi dengan bekas kaleng susu dan benang.

Ah rasanya menyenangkan sekali

Rumah yang akan terasa menakutkan jika tengah malam dokter datang kesana. Karena sudah bisa dipastikan keesokan harinya  sahabatnya akan terbaring di Rumah Sakit.

An masih mengamati beberapa orang yang keluar masuk mengangkut barang dirumah itu. 'Mereka mengganggu sekali' batin An. Padahal ini hari minggu, seharusnya ia bisa menikmati tidurnya yang panjang. Lihat saja setelah mereka selesai berisik begitu aku akan melanjutkan tidurku lagi. Kekeh An pada dirinya sendiri.

"Hem... Aku rindu sekali Cotton Candy"
Gumam An menghembuskan nafasnya pelan.

'Tunggu dulu! Apa rumah itu akan ada yang menempati? Siapa yang akan menempati rumah itu? Apa itu artinya Cotton Candy akan kembali kerumah itu?' Berbagai pertanyaan kini berkelebat di pikiran An.

Senyum sumringah terbit di bibir An, bahkan hanya memikirkan nya saja rasa sesak yang selama ini bersarang dihatinya menguap begitu saja.

An segera berlari menuju lantai bawah rumahnya. Ia sangat ingin segera bertemu dengan orang yang selama ini ia rindukan. Orang yang selalu membuat dadanya terasa terhimpit dan sesak. Orang yang selama ini selalu membuatnya menangis tanpa sebab saat ia memikirkannya. Bintang Orion. Ya dia adalah satu-satunya sahabat sekaligus laki-laki yang telah menempati ruang dihatinya. An begitu yakin bahwa Rion akan kembali. Karena ia tau rumah itu tidak pernah di jual.

"Mah... mamah !" Seru An masih sambil berlari mencari keberadaan sang mama.

"Apa pergi kepasar?" Gumam An sambil terus berjalan karena tidak menemukan mama nya didalam rumah.

Lalu ia membuka pintu rumahnya dan benar saja tampak mamanya sedang berbicara dengan seseorang yang tidak An kenal di halaman rumah tetangganya yang kemungkinan akan menempati rumah itu sebentar lagi.

An memicingkan matanya saat melihat wanita paruh baya sedang berbicara dengan mama nya itu.

"Deg... "

Jantung An serasa berhenti berdetak saat yang ia lihat bukan mama sahabatnya.

"Itu bukan tante Sofie? Jadi artinya bukan keluarga Rion yang akan tinggal disana?" Gumam An.

An menghembuskan nafasnya pelan dan menekan rasa kecewa yang tiba-tiba menderanya. Saat mengetahui bukan Rion yang menempatinya.

💫

MALAIKATKUStories to obsess over. Discover now