Prolog

753 31 1
                                        


Pagi ini nampak seorang wanita yang masih terlelap bersama suaminya, ia merasakan ada cahaya yang masuk melalui celah jendela lalu terbangun dan melirik jam dinakas ternyata sudah jam 06.14
Wanita itu bernama Sarada uzumaki, istri dari Boruto uzumaki yang sudah menikah empat tahun lalu, dan kini mereka telah dikaruniai anak laki laki yang sangat lucu, bernama Ren uzumaki.

Ia segera memindahkan tangan suaminya yang memeluk pinggangnya dengan hati hati supaya suaminya tidak terbangun, kemudian berlanjut mandi dan membuat sarapan.

Kini sarada sudah berada didapur dan bergulat dengan masakan yang akan dibuat sarapan untuk anak dan suaminya.

Saat sedang fokus kemasakan ia merasakan sepasang lengan kekar melingkar diperutnya dan jangan lupa dagu seseorang yang berada dipundaknya. Siapa lagi kalau bukan sang suami, Boruto uzumaki. Ceo besar perusahaan Uzumaki crop.

"Pagi sayang" sapanya dengan nada serak khas bangun tidur

"Pagi juga" balas sarada sambil mengecup pipi suaminya

Boruto yang masih mengantuk pun memejamkan matanya dipundak sarada

"Eh? Sayang, kau tidak ke kantor?" Tanya sarada dengan mata masih berfokus pada masakannya

Boruto semakin mempererat pelukannya

"Hari ini aku libur, sayang. Kau lupa bahwa hari ini hari minggu?" Ucap boruto cemberut

Sarada terkekeh
"Baiklah, maafkan aku. Sekarang kau duduk saja disana" pinta sarada

"Umm, tidak mau" jawab boruto dengan nada manja dan masih setia menejamkan mata

"Oh ayolah, tuan, kalau nanti anakmu melihat bagaimana, hmm?"

Boruto membuka mata dan membalik tubuh sarada

"Ada apa?" Tanya sarada sedikit heran

"Kau lupa vitaminku?" Ujar boruto membuat sarada mengernyit

"Vitamin?" Tanya sarada lagi

Mata boruto bergulir menuju bibir sarada
Sarada yang mengetahui maksud boruto segera mencubit pinggang suaminya membuat sang empu meringis

"Aww" pekiknya sambil memegangi pinggang yang habis dicubit sarada

"Dasar kau, tuan uzumaki mesum"

Boruto terkekeh

Saat hendak melanjutkan acara memasaknya boruto mematikan kompor dan mengunci pergerakan sarada

"Mm, b-boruto apa yang kau lakukan?" Tanya sarada gugup

"Kenapa kau gugup, sayang?" Goda boruto

Boruto mendekatkan wajahnya, semakin dekat sekarang hidung mereka menempel membuat sarada memejamkan mata pasrah. Tinggal sedikit lagi tetapi suara anak mereka menghentikan aktivitas mereka

"Papa, apa yang kau lakukan pada mamaku?" Pekikan cadel ren menginstrupsi kegiatan orang tuanya. Dengan segera sarada membuka mata dan melihat ren sudah didepan pintu dapur membawa boneka beruang warna coklat pemberiannya dulu, sarada pun mendorong tubuh boruto dan segera menghampiri sang putra

'argghh, sial' batin boruto berteriak frustasi
Wajah boruto sekarang sudah masam dan kesal karna sang anak menjadi penganggu kegiatannya, ia mengacak rambutnya sendiri

"Eh? Ren sudah bangun?" ucap sarada saat sudah sampai didepan ren dan menyamakan tinggi dengan sang putra

Ren tak menjawab ia justru memeluk sarada, dan melihat papanya yang sekarang sudah benar benar kesal melihat pemandangan itu
Ren menjulurkan lidah kepada papanya

"Mama, len ngantuk" ujar ren manja

Baru sarada akan menjawab tetapi suaminya sudah menjawab dulu
"Kalau masih mengantuk tidur, kenapa mengadu ke mama mu?" Celetuk boruto masih kesal

Ren menangis

"Huwaa, mama, papa ja'at hiks" tangis pura pura ren

"Sudah, sayang jangan menangis ya cup cup cup, jagoan mama gak boleh na-ngis" ucap sarada masih memeluk ren

"Mama, tium len" rengek ren

' Cup'
' Cup'
' Cup'

Sarada mengecup semua bagian wajah ren bertubi tubi
Ren terkekeh geli diciumi sang mama
Papa nya sudah memasang wajah yang sangat sangat sangat masam dan ditekuk
Boruto melangkah menghampiri mereka lalu menggendong ren

"Berani sekali kau ren, minta cium mama mu, hmm?" Protes boruto pura pura merajuk

"Huwaa, papa tidak, atu mau tulun, ndak mau digendong papa, huwaa" ren mencoba memberontak turun dari tubuh papa nya tapi tak bisa, karna tenaga boruto jelas lebih besar.

"Tidak kau harus dihukum ren" kemudian boruto membawa ren menuju ruang tengah dan menggelitikinya habis habisan

Sang mama yang melihat interaksi kedua laki laki yang ia sayangi merasa sangat bahagia karena diberadakan ditengah tengah keluarga seperti ini

' Tuhan, terimakasih sudah mempertemukanku dengan boruto dan memberikan ren ditengah tengah kami, aku sangat bahagia bisa merasakan keluarga seperti ini semoga rumah tanggaku selalu berjalan dengan baik' batin sarada haru, tanpa sadar sarada menitihkan air mata terharu sambil tersenyum manis



TBC

JANGAN LUPA VOMENT😍

LANJUT GAK?😊

The path of my lifeDove le storie prendono vita. Scoprilo ora