PROLOG

32 5 1
                                        

11 tahun silam

Seorang bocah laki laki berumur 6 tahun telah siap memakai baju rapi ia menghampiri wanita berumur 30 an

"Mama ayo kita pergi" ucap bocah itu

"Iya sayang,ayo nak panggil dulu papa nya" ucap wanita itu

Bocah itu Anggara Elvan Bramantyo ia menghampiri seorang pria yakni ayahnya

"Papa ayo kita pergi jalan jalan Angga udah siap nih" ucap bocah itu seraya mengerucut bibirnya

"Iya ayo nak kita pergi" ucap pria tersebut

Mereka bertiga keluarga yang harmonis tak pernah terlihat merenggang


                                 *  *  *


Di dalam mobil suasana sangat ceria Angga yang terus menerus bercerita tentang di sekolah dan kedua orang tua nya yang sesekali tertawa karna lelucon bocah tersebut

Tiba tiba suasana sedikit canggung ketika Mira,ibu Angga bicara soal kematian

"Angga kalo mama nanti udah gak ada  Angga harus yang rajin ya ibadahnya dan jangan pernah nyakitin hati orang" ucap Mira dengan senyum mengembang

"Ra,kamu apaan sih ko ngomongnya gitu" ucap pandu sedikit marah

Sedangkan Angga sudah berkaca kaca ia takut sang ibu pergi disaat umurnya yang masih kecil seperti saat ini

"Mama gak boleh pergi,mama harus tetep di sisi Angga,mamah gak boleh meninggal" ucapnya dengan terisak

"Angga,dengerin mama sayang kita gak bisa lari dari takdir kita gak tau kapan kita bakal engga ada di dunia ini,mungkin besok atau sekarang? Kita engga tau Angga,yang tau cuma Allah" jelas Mira

Sedangkan pandu yang mendengar sang istri berbicara seperti itu membuat perasaannya tidak enak

"Angga udah nak jangan nangis,apa kata papa anak ganteng gak boleh nangis nanti jelek" rayu pandu seraya fokus menyetir

Angga yang sedari tadi menangis pun telah mereda digantikan senyum manisnya

Dan tawa pun menghiasi suasana di dalam mobil

Tak berapa lama sebuah truk melaju dengan cepat dan melaju dengan keadaan zig zag

Angga yang melihat hal itu sudah gemetar takut

"Astagfirullahh mas" panik Mira

Dan Angga sudah menangis ketakutan dalam pelukan mira

Pandu berusah meghindar dari truk tersebut

"Berdo'a nak" perintah Mira pada Angga

Angga merapalkan do'a² yang sudah ia hafal.sedangkan pandu masih berusaha menghindar dengan tangan sudah gemetar

Tapi...
Takdir tak mengijinkan keluarga itu utuh

Mobil yang mereka tumpangi menabrak sebuah pohon ketika pandu menghindar

Dan..
Mobil itu mengeluarkan asap

Angga sudah tidak sadarkan diri tapi Mira dan pandu masih sadar

Dengan susah payah mereka berdua keluar dari dalam mobil itu

"Mas Angga masih ada di dalem" ucap Mira seraya mengeluarkan air mata

"Kita cari bantuan" ucap pandu

"Mas nanti Angga keburu meninggal"

Mira akan kembali masuk ke dalam mobil dan pandu berusaha melerainya

Tapi pada akhirnya Mira masuk mengendong Angga

Saat akan keluar ia melempar Angga keluar bermaksud supaya ia tak keberatan ketika akan keluar

Seketika itu mobil meledak mengeluarkan api

Pandu yang melihat itu hanya diam terpaku semua terasa mimpi

"MIRAA!!!!!!!!!!!!!" teriak pedih pandu

Sejak saat itu pandu benci Angga
Angga buah hatinya sendiri
Angga anak laki laki nya yang selalu ceria

Pandu benci Angga yang sudah membunuh istrinya

Ini bukan salah Angga hey! Ini takdir sudah ketetapan semesta

Sejak itu Angga menjadi remaja yang penuh dengan luka

Bagaimana tidak? Ayah kandung kalian membenci kalian bagaimana perasaanmu tentu sakit bukan tetapi Angga berusaha menyembunyikan luka tersebut dengan senyum manisnya

'Biarkan ayahnya yang membencinya tapi ia tak akan pernah membenci balik ayahnya' seperti itu katanya


                                * * *

Hiii welcome to new story!!!!
Semoga kalian suka ya kalo ada typo² Mon maap aja yaa

Happy reading!!!!

Rabu,24 Juni 2020






BROKENWhere stories live. Discover now