-D e s t i n y -
Sampai saat ini masih banyak sekali makhluk bumi yang tak mempercayai kalau Dunia Astral itu ada, apalagi mempercayai kalau ada makhluk lain di luar angkasa sana. Bagi makhluk bumi itu adalah sebuah mitos, hanya sebuah cerita-cerita hiburan yang di buatkan untuk anak-anak.
Namun..
Han Jisung–seorang bocah lelaki berwajah manis dan cantik bagai seorang bocah perempuan mempercayai hal itu, dia sangat yakin di luar angkasa sana ada kehidupan lain sama seperti di Bumi.
Dia mulai mempercayai itu ketika membaca sebuah cerita dongeng dari buku yang di belikan Ayahnya tepat ketika di hari ulang tahunnya yang ke-7 tahun, rasa percaya Jisung kini semakin bertambah ketika suatu malam sebuah cahaya besar dari atas langit sana jatuh tepat di taman belakang rumah Jisung.
Kejadian itu terjadi tepat tengah malam ketika semua makhluk bumi telah memejamkan matanya dan jatuh ke alam mimpi, Jisung yang saat itu terbangun karena mimpi buruk yang menggangu tidurnya terbangun.
Berniat untuk mengambil air mineral di nakas, namun manik kelam milik Jisung justru teralihkan keluar jendela tepat di taman belakang dimana ada sebuah cahaya yang cukup besar berada di sana.
Jisung yang saat itu berniat akan mengabaikannya justru di buat terkejut begitu manik kelamnya kembali melihat beberapa lelaki berambut putih, serta pakaian yang sama putihnya keluar dari dalam cahaya besar itu dengan dua orang bocah laki-laki sebaya dengan Jisung.
Jisung tentu saja terkejut saat itu, terlebih ketika dua lelaki berambut putih yang mengendong dua bocah laki-laki itu menempelkan sesuatu yang bercahaya di dahi kedua bocah tersebut, dan lebih anehnya lagi cahaya itu hilang seperti meresap ke dalam dahi dua bocah itu.
Jisung baru saja hendak berjalan mengambil ponselnya guna merekam apa yang dia lihat, namun tiba-tiba saja cahaya putih besar itu terangkat naik dan hilang di langit kelam yang menampilkan taburan kerlap-kerlip cantik.
Apa Jisung baru saja melihat makhluk astral? Pikir Jisung kala itu.
○●○●○●
10 Years Later...
Seorang lelaki bersurai kelam dengan manik cokelatnya terlihat baru saja keluar dari sebuah mini market, satu kantong plastik berwarna putih bertengger di jari-jari lentiknya menandakan kalau lelaki bersurai kelam itu baru saja berbelanja disana.
Udara dingin kota Seoul akibat akan memasuki bulan Desember sama sekali tidak menghambat penghuninya untuk melakukan aktifitas, begitu pula dengan lelaki bersurai kelam itu. Seperti tidak mempedulikan udara dingin itu yang terus menusuk kulit seputih susunya yang hanya di balut sebuah kaos putih berlengan panjang, tanpa mengenakan coat namun lelaki manis itu berjalan santai-santai saja menyusuri trotoar jalan yang mulai sedikit ramai, walau sang fajar belum menunjukan tanda-tanda akan hadir dari arah timur sana.
Sedang santainya lelaki manis itu berjalan tiba-tiba saja dia merasa kalau sebuah benda tipis bernama ponsel yang kerap kali dia simpan di kantong celananya tidak ada disana, Jeongin sudah tidak memperhatikan langkah kakinya karena terlalu sibuk mengeledah kantong celananya. Hal itu justru membuat kaki Jeongin terbaluti sepasang sepatu berwarna putih tersandung sebuah batu kecil yang entah bagaimana ceritanya bisa berada di atas trotoar seperti itu, namun ada yang aneh disini. Tubuh Jeongin–lelaki bersurai kelam yang tadinya akan ambruk ke depan sana tertahan dengan sebuah tangan yang menahan tubuh Jeongin, dan begitu Jeongin mendongakkan kepalanya.
Oh gosh!
Sebuah wajah tampan tersuguh di depannya dengan nyata, bahkan Jeongin sedikit memejamkan matanya begitu sebuah sinar kecil keluar dari dahi lelaki tampan itu.
Tunggu Cahaya!?
Mata Jeongin membola membuat lelaki tampan yang ada di hadapannya itu buru-buru melepaskan pegangan tangannya pada tubuh Jeongin, begitu pula Jeongin yang langsung memperbaiki cara berdirinya yang cukup aneh tadi.
"T-terima kasih" ujar Jeongin hampir tak terdengar karena menundukan kepalanya, sedangkan lelaki tampan itu hanya tersenyum simpul.
"Ya..." dan setelahnya lelaki tampan itu berlalu meninggalkan Jeongin yang masih sedikit bingung dengan cahaya kecil yang terpancar dari dahi lelaki tampan itu.
"Apa dia malaikat?"
Continued
....
S t a r r i n g b y :
Ini Book Minsung+Hyunjeong ya^^
YOU ARE READING
Destiny « Minsung+Hyunjeong
FanfictionBagaimana pun dirimu mencoba untuk menolak takdir yang di berikan padamu, semuanya akan sia-sia. Jadi.. Terima takdir yang telah di berikan Tuhan padamu. Jika dia memang bukan untukmu, lihatlah seseorang lain yang telah mengorbankan hati serta ra...
