Namaku adalah Ikhsan. Mungkin sebagian orang akan mengira bahwa aku adalah seorang laki-laki, tapi kenyataannya aku adalah perempuan. Lucu memang. Entahlah aku pun tak paham apa maksud dan tujuan orangtua ku memberi nama laki-laki pada anak perempuannya, mungkin agar aku menjadi sosok yang kuat karena kebanyakan laki-laki itu kuat. Meski tak menutup kemungkinan ada laki-laki yang tampang sangar tapi hati hellokitty haha.
Aku tinggal disebuah provinsi yang dianggap isinya hanya hutan, haha lucu sekali paradoks yang dilontarkan kepada provinsiku. Tapi ya sudahlah tak penting juga, karena tiap orang punya opini masing-masing.
Aku lahir bukan dikeluarga yang mewah apalagi megah, keluargaku hanya keluarga sederhana. Ayahku hanya seorang loper koran dan tukang minyak tanah keliling, Ibuku hanya seorang ibu rumah tangga biasa namun ia tak tinggal diam melihat suaminya yang banting tulang dari subuh-magrib. Ia membantu perekonomian keluarga dengan cara membuka warung kecil-kecilan untuk para anak anak SD, karena rumah ku tepat bersebelahan dengan Sekolah Dasar.
Aku mempunyai 2 saudari. Kakak pertamaku bernama Annisa cantik orangnya juga sangat kuat dalam masalah menghadapi hidup serba kekurangan, Kakak keduaku bernama Karin ia bahkan lebih cantik dikarenakan hidungnya yang mancung.
Saat ini aku tengah menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Pertama didesaku. Setiap hari aku berangkat menggunakan sepeda tua ku yang ku dapat ketika kelas 2 SD. Jarak sekolah dengan rumahku kurang lebih 1 kilometer. Terkadang untuk menambah uang saku, aku membawa dagangan ibuku kesekolah untuk dijual dikelas kepada teman-temanku. Dan terkadang jika aku tidak ingin terlalu banyak menghabiskan uang jajanku, aku akan membawa bekal ke sekolah.
Aku terkenal dengan sifatku yang hiper-aktif tak mau diam haha emang anaknya aja yang pecicilan. Bisa ditebak disekolah aku ikut ektrakulikuler apa? Yups, Pramuka. Karena sikap aktif aku dan aku juga baik hati, aku dicalonkan menjadi ketua osis. Tahun pertama pencalonan ku gagal, karena saat itu aku masih kelas 7. Meskipun kata kakak-kakak kelas ku yang menang aku, tapi guru tak bisa percaya terhadap murid yang baru masuk. Tapi tak apa teman-teman tahun kedua pencalonanku, aku menang telak. Hehe bukan mau sombong nih.
Karena aku adalah ketua osis disekolahku dan juga aku mengikuti ekskul pramuka ditambah dengan kepintaranku, itu membuat ku famous. Suatu peluang sangat besar bagiku untuk membuat dagangan ibuku laris manis.
Semua ku jalani dengan aman, damai, dan tentram. Sebelum semuanya berubah, segala-galanya berubah termasuk diriku.
ŞİMDİ OKUDUĞUN
Monochrome
Kurgu OlmayanBercerita tentang seorang anak yang merasa kesepian ditengah keluarganya yang ramai. Dia adalah sosok ekstrovert yang tiba tiba terkena mental illnes akibat konflik yang terjadi dikeluarganya. . . . . . Update setiap tengah malam sesuai waktu diplan...
